penyakit ikan

Cara Mengatasi Berbagai Penyakit Ikan

Penyakit pada ikan merupakan salah satu factor penentu keberhasilan budidaya. Jika penyakit ikan bisa dicegah dan diatasi dengan baik, maka Anda bisa mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

 

 

Namun, jika Anda tidak bisa mencegah dan mengatasi penyakit pada ikan, maka Anda bisa mengalami kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ikan hias maupun ikan konsumsi sebenarnya tidak jauh berbeda.

 

 

Penyakit ikan hias dan ikan budidaya untuk konsumsi sama-sama dapat menyebabkan kematian dan kerugian. Lalu, apa saja jenis penyakit ikan hias dan ikan konsumsi yang wajib Anda pahami? Yuk simak penjelasan berikut ini.

 

Penyebab Penyakit

 

Penyebab Penyakit Ikan Oleh Faktor Internal

 

 

 

penyakit faktor genetik ikan
sumber: bertaniorganik.com

 

Penyebab penyakit ikan akibat faktor internal diakibatkan oleh faktor genentik/keturunan, kelainan saraf, sekresi internal, imunodefisiensi dan metabolic.

 

Penyebab penyakit oleh faktor internal ini merupakan salah satu penyebab penyakit yang cukup jarang menyebabkan kerugian besar pada usaha budidaya ikan.

 

Penyebab Penyakit Ikan Oleh Faktor Eksternal

 

Dibandingkan dengan penyakit akibat faktor internal, penyebab penyakit oleh faktor eksternal lebih banyak dijumpai dan seringkali menyebabkan kerugian dalam jumlah besar.

 

Berikut ini beberapa penyebab penyakit oleh faktor eksternal yang menyebabkan penyakit pada ikan:

 

Penyakit Non Infeksius Akibat Lingkungan

 

Penyakit non infeksius akibat lingkungan umumnya berlangsung dengan cepat, dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Penyebab penyakit ini diantaranya adalah:

 

 

  • Keracunan akibat meladaknya jumlah populasi plankton, cemaran akibat limbah kimia/limbah industry, ataupun pestisida.
  • Up welling
  • Pemberian pakan yang tidak sesuai dosis (terlalu banyak) dapat menyebabkan keracunan nitrit, dan keracunan ammonia.
  • Akibat polutan yang beracun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr, Cu, Zn, Ni, Co dan Al

 

Penyakit Akibat Malnutrisi

 

 

malnutrisi
sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

 

 

Penyakit akibat malnutrisi ini dapat disebabkan oleh kekurangan kekurangan vitamin A, C, B-1, dan asam lemak essensial. Masing-masing mal nutrisi ini dapat menyebabkan penyakit seperti:

 

  • Kekurangan vitamin A menyebabkan mata menonjol, kebutaan, hingga pendarahan pada kulit dan juga ginjal,
  • Kekurangan vitamin B-1 dapat menyebabkan ikan kehilangan nafsu makan, terjadi pendarahan dan penyumbatan pembuluh darah
  • Kekurangan asam lemak essensial dapat pigmentasi pada ikan berkurang dan terjadi infiltrasi lemak pada kulit.
  • Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan scoliosis dan lordosis

 

Penyakit Akibat Kelainan Genetis

 

Penyakit akibat kelainan genetis dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah akibat perkawinan satu keturunan (inbreeding). Beberapa penyakit yang terjadi akibat pemijahan secara inbreeding adalah:

 

  • Mudah terkena penyakit akibat infeksi pathogen.
  • Pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh tidak sempurna
  • Pertumbuhan ikan sangat lambat, sehingga menyebabkan bantet/kontet.

 

Penyakit Akibat Infeksi

 

penyakit jamur pada ikan
sumber: lisa.id

 

 

Penyakit akibat infeksi ada begitu banyak dan beragam. Namun, secara garis besar, penyakit akibat infeksius ini disebabkan oleh patogen yang dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu :

 

  1. penyakit jamur
  2. penyakit parasit
  3. penyakit bakteri
  4. penyakit virus

 

Jenis Penyakit Ikan

 

Bercak Putih

 

 

penyakit bercak putih
sumber: bulelengkab.go.id

 

 

Bercak putih atau bintik putih sering disebut sebagai white spot atau “Ich”. Penyakit bercak putih ini bersifat obligat parasitic, dan pada sangat ganas.

 

Akibat serangan penyakit ini, ikan dalam satu kolam dapat mati seluruhnya (100%) hanya dalam waktu beberapa hari saja. Oleh sebab itu, penyakit ini sangat ditakuti oleh petambak, karena merupakan jenis penyakit ikan ait tawar yang paling mematikan.

 

Penyebab Penyakit Bercak Putih: Ichthyophthirius multifiliis atau “Ich”

 

Gejala klinis Penyakit Bercak Putih:

 

  1. Gelisah
  2. Nafsu makan menurun
  3. Terjadi perubahan perilaku, karena sering menggosok-gosokkan badan pada benda di sekitarnya
  4. Cara bernafas megap-megap.
  5. Menyukai aliran masuk nya air.
  6. Tampak bintik-bintik putih di sirip, kulit atau insang akibat parasir.

 

Cara Pencegahan Penyakit Bercak Putih:

 

  1. Pertahankan suhu air pada angka ≥ 29o C.
  2. Lakukan pergantian air secara berkala
  3. Berikan suplemen yang mengandung bakteri apatogen, sehingga dapat mencegah perkembangan pathogen, seperti Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan secara berkala. Dosis yang dianjurkan adalah 6 ml/m2, dan ulangi setiap 10 hari.

 

Cara Mengobati Ikan Sakit White Spot:

 

  1. Pindahkan ikan yang sehat ke air bersih, dan pisahkan dengan ikan yang telah terinfeksi.
  2. Ikan yang terinfeksi white spot dengan tingkat prevalensi dan intensitas yang rendah, dapat dilakukan pengobatan dengan perendaman menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.

 

Aeromonas Atau Penyakit Merah (Motile Aeromonas Septicemia)

 

 

penyakit aeromonas
sumber: perikanan38.blogspot.com

 

 

 

Penyakit aeromonas merupakan jenis penyakit ikan air tawar yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat menyerang ikan di semua rentang usia. Berikut ini penjelasan tentang penyakit aeromonas,

 

Penyebab Penyakit Merah :

 

  • Infeksi Aeromonas hydrophila
  • Dipicu oleh kondisi stress yang disebabkan oleh kepadatan tinggi, malnutrisi, perawatan yang
  • kurang baik, kualitas air yang buruk, serta fluktuasi suhu air yang ekstrim.
  • Kondisi lingkungan yang terus memburuk dapat menyebabkan kematian hingga 100%

 

Gejala Klinis Penyakit Merah:

 

  • Nafsu makan berkurang.
  • Warna tubuh kusam/gelap.
  • Suka berkumpul di dekat saluran pembuangan,
  • Kulit tampak kasat, dan terdapat ekses lendir.
  • Terjadi perdarahan pada pangkal sirip, ekor, sekitar anus dan beberapa bagian tubuh lain.
  • Sisik luka hingga terlepas, terdapat luka di sekitar mulut, dan bagian tubuh lain.
  • Terjadi dropsy yang ditandai perut membengkan dan lembek berisi cairan merah kekuningan.
  • Onfeksi parah menyebabkan ikan lemas dan mati.

 

Pencegahan Penyakit Merah:

 

  • Lakukan perendaman benih menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.
  • Lakukan vaksinasi anti aeromonas (HydroVac).
  • Lakukan desinfeksi sarana budidaya pada sebelum dan selama proses pemeliharaan ikan
  • Tambahkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung immunostimulan, serta multivitamin secara rutin selama pemeliharaan
  • Hindari penyebab stress (fisik, kimia, biologi)
  • Jaga dan perbaiki kualitas air secara keseluruhan, utamanya dengan mengurangi kadar bahan organik terlarut pada air.
  • Lakukan penggantian air baru secara berkala/
  • Selalu lakukan pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan, lingkungan dan pathogen)

 

Cara Mengobati Ikan Sakit Aeromonas:

 

 

 

Rendam ikan yang terinfeksi dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung bakteri apathogen. Sehingga dapat menyerang bakteri pathogen penyebab aeromonas.

 

Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis

 

Pseudomoniasis merupakan jenis penyakit ikan air tawar, laut maupun payau yang dapat menyebabkan kerugian besar. Sebab, penyakit ini dapat mengakibatkan kematian dalam waktu cepat dan dalam jumlah besar.

 

Penularan penyakit pseudomoniasis ini dapat melalui lingkungan atau kontak langsung dengan ikan yang sakit. Utamanya, serangan penyakit ini bisa sangat mudah jika ikan dalam kondisi rentan atau lemah akibat lapar, suhu yang terlalu dingin, atau kondisi air tidak baik.

 

Penyebab Penyakit Pseudomoniasis: Pseudomonas spp.

 

Gejala Klinis  Penyakit Pseudomoniasis:

 

  • Ikan menjadi lemah dan pergerakannya lambat.
  • Nafas megap-megap dan sering ke permukaan air.
  • Warna insang pucat
  • Warna tubuh berubah gelap.
  • Didapati bercak-bercak merah pada bagian kulit/sisiknya.
  • Terjadi kerusakan pada sirip, insang dan kulit
  • Timbul lendir berlebihan, lalu timbul perdarahan
  • Sirip dan ekor membusuk, kemudian rontok.
  • Terjadi perdarahan pada perut ikan, kemudian menjadi menjadi kembung (dropsy).

 

Pencegahan Penyakit Pseudomoniasis:

 

  • Hindari terjadinya stress (fisik, kimia, biologi)
  • Jaga kualitas air secara keseluruhan, utamanya kurangi kadar bahan organik terlarut.
  • Berikan pakan dalam jumlah yang sesuai dosis (jagnan berlebihan/kekurangan)
  • Lakukan pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan, lingkungan dan patogen)
  • Isi kolam dengan kepadatan yang dianjurkan (jangan terlalu padat).

 

Cara Mengobati Ikan Sakit pseudomoniasis:

 

Rendam ikan yang terinfeksi dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung bakteri apathogen. Sehingga dapat menyerang bakteri pathogen penyebab pseudomoniasis.

 

Trichodiniasis atau Penyakit Gatal

 

Penyakit gatal pada ikan ini menyerang semua benih ikan. Baik menjadi penyakit ikan air tawar, penyakit ikan hias, bahkan ikan air payau. Penyakit ini menyerang organ kulit, sirip, dan insang yang baru saja menetas, hingga ikan berumur 1 bulan.

Akibat serangan penyakit gatal ini, banyak ikan yang mengalami kematian. Persentase kematian dapat mencapai 50 %.

 

Penyebab Penyakit Gatal: Trichodina spp., Trichodinella spp., dan Tripartiella spp.

 

Gejala Klinis Penyakit Gatal:

 

  • Warna tubuh pucat.
  • Nafsu makan menurun
  • Ikan tampak kurus.
  • Gelisah dan lamban
  • Ikan menjadi sering menggosok-gosokkan badan pada benda di sekitarnya, karena sisiknya terasa gatal.
  • Megap-megap dan sering meloncat-loncat
  • Terjadi kerusakan sirip, sehingga tampak menguncup atau rontok

 

Pencegahan Penyakit Gatal:

  • Pertahankan suhu air pada angka ≥ 29o C
  • Kurangi kadar bahan organik terlarut pada air.
  • Lakukan penggantian air secara rutin.
  • Berikan pakan sesuai dosis (jangan berlebihan).

 

Cara Mengobati Ikan Sakit Gatal:

 

suplemen organik cair gdm

 

 

Rendam ikan yang terinfeksi dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung bakteri apathogen. Sehingga dapat menyerang bakteri pathogen penyebab sakit gatal.

 

Argulosis

 

penyakit ikan
sumber: ndkbluefin.wordpress.com

 

 

Argulosis atau kutu ikan penghisap darah umum dijumpai sebagai penyakit ikan air tawar budidaya maupun penyakit ikan hias pada air tawar. Akibat dari serangan kutu ikan ini, ikan bisa mengalami kekurangan darah, bahkan bisa mati.

 

Cara penyerangan Argulus sp. ini adalah dengan melukai tubuh ikan dengan bantuan enzyme cytolytic. Kutu ikan umumnya menyerang kulit dan di bawah tutup insang ikan.

 

Penyebab Penyakit Argulosis: Argulus sp.

 

Gejala Klinis Penyakit Argulosis:

 

  • Sama halnya dengan kutu pada manusia, kutu ikan juga bisa dilihat secara kasat mata menempel pada tubuh ikan.
  • Akibat serangannya, dapat terjadi pendarahan disekitas tempat gigitannya.
  • Ikan mengalami iritasi kulit dan tampak sering menggosok-gosokkan badannya ke benda keras disekitarnya.
  • Tampak berenang zig-zag dan mengalami kehilangan keseimbangan.
  • Sering melompat ke permukaan.

 

Pencegahan Penyakit Argulosis:

 

  • Lakukan pengeringan dasar kolam secara benar.
  • Taburkan Granule Bio Organik GDM SaMe pada saat setelah kolam/tambak dikeringkan dengan dosis 50 gram/m2, lalu masukkan air setinggi 30 cm.
  • Larutkan 6 gram/m2 GDM Black BOS dengan air, kemudian siramkan ke air kolam.
  • Pengaplikasian Granule Bio Organik GDM SaMe dan GDM Black BOS saat persiapan kolam sangat efektif dalam membasmi kutu ikan serta bakteri, jamur dan virus penyebab penyakit pada ikan.

 

Cara Mengobati Ikan Sakit Akibat Kutu Ikan:

 

Tambahkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan kedalam kolam untuk membasmi kutu ikan yang menyerang serta meningkatkan sistem imun pada ikan. Dengan pengaplikasian secara rutin, kutu ikan akan mati, dan ikan dapat cepat sembuh.

 

Nah, itulah jenis penyakit ikan yang harus Anda ketahui, beserta cara pencegahan dan penanganannya. Ingat, cara pencegahan semua penyakit intinya adalah sama.

 

Yaitu menjaga kebersihan air, menjaga padat tebar, memberikan pakan sesuai dosis dan kebutuhan, serta mengaplikasikan suplemen yang memiliki fungsi untuk meningkatkan sistem imun ikan, mengandung bakteri apathogen yang dapat melawan penyakit, serta mengandung multivitamin lengkap.

 

Setelah memahami jenis penyakit ikan beserta cara pencegahan dan penanggulangannya, kini Anda tidak perlu khawatir usaha budidaya ikan Anda mengalami kerugian.

Jika dulur-dulur ingin berkonsultasi langsung solusi menangani penyakit ikan, dulur-dulur dapat menghubungi kami secara langsung melalui live chat ataupun whatsapp kami.

 

2 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

januar manalureply
Juni 21, 2019 at 20:46

saya mau tanya. saya mau mulai ternak ikan nila kecil-kecilan saya beli 300 ekor setelah di rumah(kolam) saya temukan sirip punggung ikan ada bercak putih seperti jamur mau tanya apa obat untuk penyakit tersebut terimakasih

GDM Inforeply
Agustus 26, 2019 at 09:18
– In reply to: januar manalu

Selamat pagi pak Janur,

Boleh dikirim fotonya pak. Agar bisa kami cek lebih lanjut pak.

Terima kasih pak

Leave a reply