Beranda » Pertanian » Tips Mengatasi Serangan Hama Wereng Pada Padi

Tips Mengatasi Serangan Hama Wereng Pada Padi

T Diposting oleh pada 5 September 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 126 kali

Indonesia pertama kali mencapai swasembada beras pada tahun 1984 dan pencapaian tersebut terancam dengan merebaknya serangan wereng pada padi ditahun 1985-1986 dan hingga saat ini serangan wereng masih terus berlangsung dengan tingkatan strain yang berbeda. Hama wereng saat ini kebanyakan telah mengalami resistensi bahkan cenderung mengalami mutasi Gen, hal ini disebabkan aplikasi pestisida yang terlalu sering dan berlebih (over dosis) bahkan kadangkala jenis dan merk pestisida yang digunakan pun selalu sama (tidak pernah diganti).

wereng coklat

Photo Wereng Coklat

Hama wereng pertama kali dilaporkan sebagai hama pada tanaman padi di Indonesia tahun 1854 oleh Stal (Mochida et al. 1977). Hama ini mampu membentuk populasi cukup besar dalam waktu singkat dan merusak tanaman pada semua fase pertumbuhan dengan cara menghisap cairan pelepah daun dan berperan sebagai vektor virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa (Baehaki 1989 didalam DBPT 1992).

Hama wereng sebelumnya termasuk dalam hama sekunder. Berubahnya hama wereng menjadi hama penting karena adanya penyemprotan pestisida yang tidak tepat pada awal pertumbuhan tanaman, sehingga dapat membunuh musuh alami (Syam & Wurjandari 2003).

Faktor-faktor yang menjadikan perkembangan populasi hama wereng adalah tersedianya padi sepanjang tahun, jarak tanam yang rapat untuk varietas padi yang memiliki anakan banyak sehingga tercipta iklim mikro yang sesuai untuk perkembangan populasinya, pemakaian varietas yang memiliki hasil yang tinggi namun rentan terhadap hama wereng, pemberian pupuk N yang berlebihan, kondisi suhu lingkungan 18-30ºC, kelembaban relatif antara 70-85%, dan penggunaan insektisida dengan tidak bijaksana yang dapat menyebabkan terbunuhnya musuh alami dan menimbulkan masalah resistensi serta resurjensi pada populasi hama wereng.

Kerusakan yang disebabkan oleh hama wereng lebih umum terjadi di daerah yang ditanam padi secara terus menerus. Pada lokasi yang pola tanamnya serempak dan waktu panen yang bersamaan dapat mencegah terjadinya kerusakan oleh hama wereng  (Dyck et al. 1979).

serangan wereng pada padi

Photo Hama Wereng Hijau

Hama wereng apabila menyerang padi, akan menyebabkan tanaman tersebut mengering pada satu lokasi secara melingkar atau disebut juga hopper burn. Sedangkan wereng hijau dan wereng loreng adalah sebagai vector virus tungro. Dimana virus tungro ini merupakan penyebab penyakit kerdil rumput dan penyebab kerdil hampa pada tanaman padi. Tergantung saat penyebaran virus oleh wereng hijau tersebut.

Apabila wereng tersebut menyebarkan virus tungro pada saat padi dalam kondisi masa pertumbuhan maka padi akan terkena penyakit kerdil rumput. Sedangkan apabila menyebarkan virus tungro pada saat padi sedang bunting maka padi akan terkena penyakit kerdil hampa. Akibat-akibat yang disebabkan oleh jenis wereng ini bisa menyebabkan gagal panen (puso).

Selain itu pertanaman padi dengan pemupukan nitrogen yang berlebihan akan menciptakan habitat yang disukai oleh lebih dari 200 spesies serangga pemakan tumbuhan, beberapa diantaranya adalah serangga hama penting dan salah satunya adalah hama wereng. Hal ini juga yang menjadi salah satu penyebab status hama wereng berubah dari hama sekunder menjadi hama utama padi pada tahun 1970an (Dyck et al. 1979). Bahkan hingga saat ini serangan hama wereng masih menjadi musuh yang menakutkan bagi petani.

Agar tanaman padi tidak kelebihan unsur hara makro & mikro dan selalu tercukupi kebutuhan nutrisi, untuk itu diperlukan makhluk hidup yang bisa mengontrol jumlah kebutuhan nutrisi yang diperlukan tanaman. Makhluk hidup tersebut adalah bakteri (mikroba). Bakteri tanah mengontrol pasokan harian nutrisi pada kondisi dingin atau panas yang ekstrim atau jika tanah tersebut terendam air, bakteri melambat, dan memperlambat pelepasan nitrogen.

Baca Juga : Pupuk Organik Cair Bersertifikasi Organik Lembaga LeSOS

Hal ini menyebabkan kadang petani untuk berpikir bahwa kemungkinan ada masalah kekurangan nitrogen, tapi ketika mikroba tanah mulai bergerak lagi, gejala kecukupan nitrogen akan tampak. Menambahkan banyak sejumlah bahan organik, atau kompos pada tanah saat sebelum tanam/saat pengolahan lahan (proses pembajakan) adalah bersifat penting, karena bahan organik atau kompos dapat menambah unsure hara makro & mikro dan membuka pori-pori tanah. Selain itu penambahan bahan organik/kompos dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia karena bahan organik atau kompos akan memberikan jumlah nitrogen yang dibutuhkan tanaman.

Nitrogen yang terkandung dalam bahan organik dilepaskan secara perlahan-lahan untuk tanaman dalam jangka waktu yang panjang. Bahan organik tersebut dapat berupa Bokashi/kompos/pupuk kandang/pupuk organik padat, dll. Unsur hara makro & mikro yang terkandung dalam bahan organik tersebut diberikan ke tanaman secara perlahan-lahan oleh bantuan bakteri. Diperlukan bakteri tangguh dan pilihan untuk dapat memberikan nutrisi secara berkesinambungan ke tanaman.

Bagaimana cara mendapatkan bakteri tangguh dan pilihan ?

cara membuat pupuk organik

POC GDM merupakan Pupuk Organik Cair yang di dalamnya terkandung bakteri tangguh dan pilihan yang mempunyai keunggulan dapat memberikan nutrisi ke tanaman secara perlahan-lahan sesuai kebutuhan sehingga tanaman tidak keracunan yang sering diakibatkan kelebihan unsur nitrogen. Selain itu mikroba dalam GDM dapat menghasilkan enzim, toksin dan antibiotik yang sangat dibutuhkan pertumbuhan tanaman dan  melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

Pemakaian GDM sejak awal tanam padi akan membuat batang padi tumbuh kuat dan kokoh sehingga tanaman padi tidak mudah terserang wereng. Hal ini sangat berbeda dengan tanaman padi yang terlalu banyak mengunakan pupuk kimia terutama yang mengandung unsur nitrogen tinggi yang akan membuat padi menjadi lunak/empuk dan manis sehingga membuat hama wereng tertarik untuk bersarang dan berkembangbiak disitu.

Baca Juga : Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

Penyemprotan insektisida kimia yang berlebihan tidak efektif untuk dapat membasmi hama wereng secara keseluruhan, tapi justru akan mengakibatkan resistensi, resurgensi dan kematian dari musuh alami wereng tersebut, seperti :

  • Laba-laba (Pardosa pseudoannulata, Oxyopes javanus, Tetragnatha maxillosa).
  • Kepik (Microvellia douglasi, Cyrtorhinus lividipennis, Paederus fuscipes)
  • Kumbang (Synharmonia octomaculata, Ophionea nigrofasciata, Conocephalous longipennis)
  • Capung kecil atau kinjeng dom (Agriocnemis spp.)

Pengendalian hama wereng dengan penggunaan pestisida kimia hanya boleh dilakukan apabila jumlah wereng per rumpun sudah melebihi ambang ekonomi. Untuk hama wereng ambang ekonominya yaitu 2-5 ekor per rumpun (tergantung masing-masing daerah, bila endemik bisa lebih rendah lagi). Apabila sudah melebihi ambang ekonomi tersebut, maka harus dilakukan penyemprotan missal dengan insektisida yang bertujuan untuk menekan populasi hama wereng tersebut.

Untuk itu gunakanlah pupuk kimia terutama pupuk dengan kandungan Nitrogen (N) secara bijak dan sesuai dosis anjuran selain itu selalu gunakan POC GDM untuk memperkuat batang padi, nutrisi yang dibutuhkkan tanaman padi selalu tercukupi (tidak kurang & tidak berlebih) serta enzim, toksin dan antibiotik alami yang dihasilkan mikroba GDM akan memperkuat daya tahan tanaman padi dari serangan hama wereng dan virus kerdil.

Teknis aplikasi GDM adalah lakukan penyemprotan mulai dari awal persemaian padi dengan Dosis 2 gelas air mineral per tangki dan interval waktu 7 hari sekali.

Kemudian aplikasikan lagi setelah pindah tanam saat padi umur 10, 20 & 30 HST dengan Dosis 2 gelas air mineral per tangki.

Dengan aplikasi POC GDM teratur dan sesuai petunjuk teknis membuat padi sehat, batang kuat dan wereng lewat.

Belum ada Komentar untuk Tips Mengatasi Serangan Hama Wereng Pada Padi

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Tips Mengatasi Serangan Hama Wereng Pada Padi

penggunaan pupuk organik gdm pada padi

Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

T 30 May 2017 F A gdmok

Pada zaman dahulu saat menanam padi nenek moyang kita selalu menggunakan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan ataupun sisa-sisa tanaman yang jatuh ke tanah yang kemudian terdekomposisi menjadi pupuk alami/pupuk kompos yang mengandung nutrisi untuk tanaman. Hal ini terjadi... Selengkapnya

jagung

 CEGAH PENYAKIT BULAI DENGAN BLACK BOS

T 12 October 2017 F A gdmok

Saat musim kemarau memberikan tantangan tersendiri bagi para petani terutama tentang komoditas yang akan ditanam. Karena apabila salah menentukan komoditas maka akan mengakibatkan gagal panen. Komoditas yang memiliki adaptasi bagus di musim kemarau salah satunya adalah jagung yanf menjadi salah satu... Selengkapnya

penyakit pada padi

Jurus Mencegah Bulir Padi Kosong

T 23 June 2017 F A gdmok

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.  Kebutuhan air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase tersebut  bervariasi yaitu pada fase pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GDM