penyakit bulai jagung

Cegah Penyakit Bulai Pada Jagung Dengan Tepat dan Efektif

Penyakit bulai jagung menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh petani. Ini dikarenakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan ini memiliki daya rusak yang luar biasa, sehingga dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Tapi, tahukah Anda bagaimana cara mencegah bulai pada jagung, sekaligus cara mengatasi penyakit bulai pada jagung? Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut ini:

Penyakit Bulai Pada Jagung

Tanaman jagung merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Asalkan cara tanamnya sesuai anjuran, mengetahui kapan saat butuh air, dosis kebutuhan pupuk tercukupi dan dapat memahami cara mencegah serta menanggulangi serangan hama penyakit (terutama penyakit bulai pada jagung), maka dapat dipastikan panen akan melimpah.

Bulai jagung merupakan salah satu musuh utama dalam budidaya tanaman jagung. Tak jarang petani gagal panen karena terserang penyakit bulai pada jagung.

bulai jagung
sumber : cybex.pertanian.go.id

Oleh sebab itu, Anda harus memahami kapan serangan bulai biasanya menyerang dan harus melakukan tindakan antisipasi sejak awal. Sebab, penyakit bulai jagung yang sering menyerang di Indonesia disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis yang dapat dengan cepat menyebar ke seluruh tanaman di suatu blok lahan.

Penyebaran penyakit bulai jagung adalah melalui spora vegatatif jamur jenis Peronosclerospora maydis, (konidia) yang dapat bertahan selama bertahun-tahun dalam kondisi doeman (tidur). Namun, setelah mendapatkan inang dan tempat yang sesuai, maka cendawan tersebut bisa tumbuh dan kembali menginfeksi.

Proses infeksi jamur Peronosclerospora maydis terjadi saat dinihari sekitar pukul 02.00 – 04.00 karena sporalisasi maksimum terjadi pada jam tersebut. Sama hal nya dengan jenis jamur/cendawan lainnya, Peronosclerospora maydis juga menyukai kondisi tanah yang selalu lembab, tingkat keasaman tanah tinggi, residu kimia dan logam berat tinggi, serta miskin mikroba apathogen didalam tanah.

Baca Juga : GDM Black BOS Spesialis Tanah

Gejala Serangan Penyakit Bulai Pada Jagung

Bulai jagung umumnya memberikan gejala serangan yang cukup khas. Meski begitu, gejala penyakit bulai pada jagung dapat bersifat lokal maupun sistemik (luas).

Sifat serangan sistemik muncul ketika cendawan berhasil menginfeksi titik tumbuh dan mempengaruhi seluruh daun yang ada di titik tumbuh tersebut. Sedangkan infeksi cendawan yang tidak menyerang titik tumbuh akan bersifat serangan lokal.

Gejala serangan penyakit bulai jagung
sumber : bulelengkab.go.id

Gejala penyakit bulai ketika usia tanaman jagung 2-3 minggu ditunjukkan pada: daun yang meruncing, kecil, kaku, warna daun menguning, pada bagian bawah daun tampak konidium cendawan berwarna putih dan pertumbuhan tanaman jagung melambat.

Sedangkan gejala penyakit bulai pada usia tanaman jagung 3-5 minggu tampak: daun berubah warna yang dimulai dari pangkal daun, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun, tongkol buah mengalami perubahan bentuk dan isi, serta pertumbuhan yang terhambat.

Jika Anda menemui gejala penyakit bulai pada jagung, maka Anda harus mewaspadainya. Segera lakukan upaya penanggulangan secara tepat agar penyakit bulai jagung tidak menyebar dengan cepat ke seluruh tanaman.

Cara Mencegah Bulai Pada Jagung

Sebelum munculnya penyakit bulai jagung, Anda harus melakukan pencegahan secara tepat dan cepat. Sebab, penyakit bulai jagung sangat cepat menyebar dan menginfeksi tanaman yang sehat dan menjadikannya sakit.

Mencegah cendawan Peronosclerospora maydis agar tidak berkembang dan tidak menginfeksi tanaman jagung, maka diperlukan perlakukan /treatment yang tepat sejak awal. Cara paling efektif untuk mencegahnya adalah saat sebelum tanam hingga setelah panen.

Cendawan Peronosclerospora maydis
Cendawan Peronosclerospora maydis l Img by pertanian.go.id

Baca Juga : Cara membuat Benih Tumbuh Cepat, Sehat, dan Seragam

Berikut ini adalah cara mencegah bulai pada jagung yang benar:

  1. Sebelum tanam, pastikan bahwa tanah dalam kondisi sehat, bebas bibit penyakit, kaya akan unsure hara dan bakteri baik (apatogen), serta memiliki pH yang sesuai.
  2. Untuk memastikan hal tersebut, Anda harus melakukan olah tanah dengan tepat. Salah satunya adalah dengan melakukan remediasi.
  3. Proses remediasi harus menggunakan agen hayati yang dapat dengan optimal menghilangkan bibit-bibit penyakit (jamur, bakteri ataupun virus) didalam tanah, menghilangkan residu kimia dan logam berat, serta membantu menjaga ekosistem tanah yang sesuai dengan kesukaan mikroba didalam tanah. Salah satu produk yang direkomendasikan adalah GDM Black BOS.
  4. GDM Black BOS terbukti dapat meremediasi tanah dengan cepat, karena mengandung bakteri menguntungkan (apatogen) yang berfungsi sebagai stimulan bakteri apathogen lainnya untuk memperbaiki kualitas tanah, mencegah penyakit tular tanah (seperti: Bulai, busuk akar, busuk batang, bercak daun, layu, dan rebah semai), memperbaiki tanah yang rusak, serta terbukti mampu untuk mendegradasi polutan tanah dan logam berat, Semakin cepat proses remediasi tanah, maka akan semakin cepat pula cendawan, residu dan logam berat kimia untuk tereduksi dan menjadikan tanah subur.
  5. Lakukan pengecekan berkala dan selalu jaga kelembaban tanah ataupun lingkungan agar tidak terlalu tinggi. Sehingga berbagai macam cendawan tidak dapat berkembang biak.
  6. Selalu jaga kebersihan lahan dari gulma, agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur, bakteri, maupun virus penyebab penyakit.
  7. Kurangi penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk ataupun obat-obatan kimia (pestisida, bakterisida maupun fungisida untuk penyakit bulai pada jagung) yang berpotensi untuk mengganggu keseimbangan ekosistem didalam tanah dan menjadikan tanah gersang/tidak subur.
  8. Pahami dampak buruk penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dalam jangka waktu panjang, seperti mengakibatkan beberapa unsur hara dalam tanah berkurang dan mengendap, penumpukan residu kimia dan logam berat, serta tanah menjadi keras karena pori-pori tanah tertutup, membunuh bakteri apathogen tanah yang akhirnya mempercepat perkembangbiakan bakteri dan candawan penyakit tular tanah yang mengakibatkan budidaya tanaman jagung rentan terserang penyakit bulai.

Nah, itulah cara mencegah bulai pada jagung yang tepat. Lalu, bagaimana cara pengendaliannya? Yuk simak penjelasan berikut:

Cara Pengendalian Penyakit Bulai Pada Jagung

Jika sudah didapat  gejala penyakit bulai pada jagung, maka Anda harus tahu cara mengatasi penyakit bulai pada jagung dengan benar. Pengendalian bulai jagung ini harus dilakukan secara cepat, tepat dan menyeluruh agar penyakit bulai ini tidak dapat menginfeksi seluruh tanaman jagung yang ada di lahan Anda.

Salah satu cara pengendalian bulai jagung yang tepat adalah dengan menggunakan produk GDM Black BOS. Produk ini hadir untuk mengembalikan unsur hara yang hilang dan mereduksi endapan unsur hara dalam tanah serta membuka pori-pori tanah sehingga tanah menjadi subur, gembur, kadar oksigen semakin tingi dan bakteri baik yang terkandung di dalamnya akan terus melawan pertumbuhan cendawan pathogen. Sehingga serangan bulai pada tanaman jagung dapat  diminimalisir sejak awal pertumbuhan.

gdm black BOS

Aplikasi BLACK BOS sangat mudah dan praktis, yaitu dengan menuangkan 1 botol kemasan GDM BLACK BOS kedalam timba yang telah berisi air (3-5 liter air), kemudian aduk-aduk sebentar (bisa aduk menggunakan tangan) lalu tuang dan saring larutan BLACK BOS ke dalam tangki sprayer dan tambahkan air sampai tangki sprayer penuh.

Ambil ampas pada saringan tangki dan masukkan ke dalam timba yang telah diisi air, kemudian siramkan pada lahan. Aplikasi GDM BLACK BOS dilakukan sebelum tanam (saat olah lahan) dan diulangi lagi saat jagung berumur 30 HST. Pada saat aplikasi, tanah harus dalam kondisi lembab/basah. Hal ini bertujuan agar bakteri dalam GDM BLACK BOS dapat bekerja dan berkembang biak secara maksimal.

Setelah tanah ditreatment dengan menggunakan GDM BLACK BOS, maka untuk memacu perkembangan tanaman jagung, langkah selanjutnya adalah aplikasi Pupuk Organik Cair GDM. Cara pengaplikasian Pupuk Organik Cair GDM adalah dengan  disemprotkan pada barisan tanam sesaat setelah tanam benih jagung.

bio organic fertilizer for corn

Aplikasi Pupuk Organik Cair GDM berikutnya adalah dengan menyemprotkan kembali saat tanaman jagung berumur 10, 20 dan 30 HST. Tujuan menggunakan POC GDM pada tanaman jagung adalah untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi, agar tanaman jagung tumbuh optimal dan hasil panen meningkat.

Perpaduan GDM BLACK BOS dan Pupuk Organik Cair GDM dapat mencegah penyakit bulai pada jagung dari awal, saat tanam, hingga pasca penanaman. Dengan begitu, hasil panen yang bisa Anda dapatkan bisa terus meningkat dari waktu ke waktu.

Nah, itulah cara mencegah bulai pada jagung, sekaligus pengendalian bulai jagung yang harus Anda fahami. Dengan mengikuti panduan tersebut, maka Anda bisa mendapatkan hasil panen jagung yang berlimpah dan terus meningkat dari hari ke hari.

Kuncinya adalah melakukan budidaya jagung dengan sistem organik, agar kesuburan tanah terus terjaga. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi mengaplikasikan fungisida untuk penyakit bulai pada jagung.

Jika dulur-dulur ingin berkonsultasi langsung mengenai solusi  penyakit bulai jagung, dulur-dulur dapat menghubungi kami secara langsung melalui live chat ataupun whatsapp kami.

Share your thoughts