Dian Istana G11 No.09

Kota Surabaya - Indonesia

Hubungi Kami

+62 85103332222

Hubungi Kami

info@gdmorganic.com

Cara Menanam Padi Yang Terbukti Menghasilkan 12Ton/Ha

cara menanam padi

Cara Menanam Padi Yang Terbukti Menghasilkan 12Ton/Ha

Cara menanam padi yang telah terbukti menghasilkan 12Ton/Ha, cara ini sudah kami terapkan pada salah satu mitra kami di Kab. Ngawi. Sebelum kita membahas cara menanam padi, dulur-dulur harus mengetahui fase pada tanaman padi, tanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif, fase generatif dan fase pemasakan.

 

Kebutuhan air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase tersebut bervariasi yaitu tahap pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan.

 

Agar hasil panen padi melimpah, ada beberapa faktor yang harus dimaksimalkan, diantaranya :

  1. Media tanah harus gembur, subur dan terbebas dari pathogen tanah.
  2. Anakkan padi produktif harus banyak .
  3. Jumlah rumpun per hektar banyak.
  4. Minimalisir gabah kosong dan maksimalkan gabah bernas.
  5. Jumlah per 1000 bulir padi lebih berbobot.
  6. Cara budidaya padi yang tepat dan benar

 

Agar beberapa faktor diatas dapat tercapai dan agar hasil padi dulur-dulur dapat menghasilkan hingga 12Ton/Ha, maka pelajari dan ikuti cara menanam padi yang telah terbukti berikut ini :

 

1. Pengolahan Tanah

lahan padi

Cara menanam padi dimulai dari olah lahan

Cara menanam padi dimulai dari pengolahan tanah, pada lahan sawah buatlah lahan tersebut menjadi media yang paling disukai tanaman padi muda (bibit padi), yaitu tekstur tanahnya gembur dan bahan organiknya tinggi serta pada tanah tersebut terbebas dari koloni jamur dan bakteri pathogen.

 

Agar tanah dulur-dulur bisa gembur dan bahan organiknya tinggi, dulur-dulur bisa melakukan proses olah tanah dengan cara dibajak/ditraktor. Kemudian sebelum menanam padi, aplikasikan GDM Black BOS pada kondisi tanah yang masih basah.

 

Karena GDM Black BOS terkandung bakteri Micrococcus roseus yang berperan aktif menjadikan tanah keras menjadi gembur dan subur, serta tiga bakteri lainnya (yaitu : Bacillus subtilis, pseudomonas stutzeri dan pseudomonas alcaligenes) yang berperan mengeluarkan enzim dan antibiotik untuk menghilangkan koloni jamur dan bakteri pathogen dalam tanah.

 

Sehingga tanah menjadi sehat dan tanaman padi dapat tumbuh secara maksimal.

 

2. Pemilihan Benih Padi Unggul

perendaman benih padi

Lakukan perendaman benih padi agar benih dapat tumbuh dengan maksimal

Tahapan selanjutnya dalam cara menanam padi yaitu dengan memilih benih padi unggul. Pilihlah benih padi unggul yang baik, karena benih padi unggul akan menentukan hasil produksi yang maksimal. Maka dari itu harus cermat dan teliti dalam pemilihan benih padi unggul agar dapat memperoleh hasil panen yang tinggi.

 

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam pemilihan benih padi unggul adalah :

  1. Pilih benih padi unggul yang harus bersertifikat resmi dari instansi pemerintah atau perusahaan.
    Hal ini menandakan bahwa benih padi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kelayakan tanamnya seperti masa dormansinya dan daya tumbuhnya.
  2. Pastikan benih tidak kadaluarsa dan mempunyai daya tumbuh diatas 90%.
  3. Benih padi utuh/bernas, bersih dan bebas dari hama (kutu-kutuan/kumbang gabah).
  4. Tingkat kemurnian benih mencapai hingga 98%.
  5. Memiliki potensi hasil yang tinggi.
  6. Benih padi tahan penyakit.

 

Setelah memilih benih padi unggul yang baik, selanjutnya dulur-dulur harus melakukan perendaman benih dengan pupuk organik cair GDM minimal selama 12 jam. Tujuan perendaman benih padi unggul yaitu untuk mematahkan masa dormansi benih dan memilih benih yang bagus supaya benih dapat tumbuh cepat, seragam dan sehat serta tanaman bisa mendapatkan perlindungan dari awal terhadap serangan penyakit terutama pada fase pembibitan.

 

Karena pupuk organik cair GDM mengandung bakteri yang dapat menghasilkan beberapa antibiotik untuk menekan infeksi penyakit pada benih.

 

3. Persemaian Padi

persemaian padi

Setelah proses perendaman padi selesai, maka lakukan proses semai benih padi unggul. Agar bibit padi tumbuh sehat, pada lahan persemaian taburkan pupuk kandang kemudian semprot dengan GDM Black Bos.

 

Penggunaan GDM Black Bos pada lahan bertujuan agar penyakit, residu kimia maupun logam berat yang mengendap di dalam tanah dapat didegradasi dan dihilangkan oleh bakteri yang terkandung pada GDM Black Bos.

 

Kemudian tebarkan benih padi unggul pada lahan persemaian. Selanjutnya lahan diairi terus-menerus setinggi kira-kira 1 cm. Setelah bibit padi tumbuh, dulur-dulur dapat  menambahkan pupuk susulan kimia dan semprotkan pupuk organik cair GDM Spesialis Pangan setiap 7 hari sekali dengan dosis 2 gelas (500ml) pupuk organik cair GDM per tangki untuk memaksimalkan pertumbuhan padi.

 

Jenis dan dosis pupuk kimia dapat disesuaikan dengan kondisi lahan karena hanya bersifat sebagai acuan (referensi) dan bersifat fleksibel. Yang artinya jenis, dosis pupuk dan hasil panen disetiap tempat bervariasi (tidak sama) karena dipengarahui oleh kondisi tanah, pengairan dan iklim (cuaca) setempat.

 

Informasi lebih detail mengenai cara persemaian padi dapat dulur-dulur baca disini

 

4. Tahapan Cara Menanam Padi

menanam padi

cara menanam padi yaitu dengan kedalaman 1-2 cm

Saat menanam bibit padi jangan terlalu dalam, cukup dengan kedalaman 1-2 cm. Hal ini penting dilakukan agar jumlah anakan produktif tanaman padi meningkat. Menanam bibit padi yang terlalu dalam akan mempersulit usaha pembentukan anakan padi.

 

Baca Juga : Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

 

Bakteri Pseudomonas alcaligenes yang terkandung dalam Black Bos akan bekerja memaksimalkan pertumbuhan akar dan meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan mikro untuk tanaman. Sehingga walaupun bibit padi ditanam tidak cukup dalam, tetapi akar tanaman padi dapat masuk dalam ke tanah sehingga pertumbuhan padi akan lebih maksimal.

 

5. Penyiangan Lahan Padi

proses penyiangan padi

Proses penyiangan padi

 

Agar penyerapan nutrisi dapat diserap sempurna oleh tanaman padi, maka salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memperkecil tingkat persaingan gulma.

 

Oleh sebab itu dulur-dulur harus melakukan proses penyiangan gulma minimal 2 kali dalam semusim, yaitu pada umur 21 HST dan 42 HST.

 

6. Cara Pemupukan Padi

pemupukan padi

proses pemupukan padi

Tanaman padi memerlukan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkatan fase tumbuh. Maka dari itu dulur-dulur harus memberikan pupuk makro sesuai kebutuhan padi.

 

Pada fase vegetatif berikanlah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen tinggi selain unsur phosphor dan kalium. Selanjutnya pada fase generatif berikanlah pupuk yang mengandung unsur phosphor dan kalium tinggi.

 

Selain pupuk makro gunakan juga pupuk mikro karena meskipun kebutuhan unsur mikro kecil tapi jika padi kekurangan unsur ini maka hasil panen juga akan tidak maksimal. Oleh karenanya setiap 10 hari sekali aplikasikan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan yang juga mengandung unsur mikro yang lengkap.

 

7. Perlindungan Tanaman Padi Terhadap Hama dan Penyakit

GDM Black Bos

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Slogan “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati” juga berlaku pada proses budidaya padi. Dengan aplikasi GDM Black Bos pada saat olah tanah dan penyemprotan rutin pupuk organik cair GDM akan mencegah serangan hama dan penyakit dari awal, sehingga dapat mengurangi biaya pestisida dan mencegah padi dari gagal panen.

 

8. Berikut Adalah Hama Dan Penyakit Yang Menyerang Padi

Tanaman padi rentan terserang hama dan penyakit jika tidak diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu dulur-dulur harus sering melakukan pengamatan yang sering dilakukan agar dapat dideteksi sejak awal. Berikut adalah beberapa hama & penyakit yang sering menyerang tanaman padi :

 

A. Hama padi

1. Penggerek batang

penggerek batang

Hama penggerak batang atau yang juga dikenal dengan sebutan sundep biasanya menyerang pada fase vegetatif yang ditandai pada daun tengah atau pucuk tanaman mati karena pada titik tumbuh dimakan ulat penggerek batang.

 

2. Hama Wereng

hama wereng

Hama wereng hijau, wereng putih, dan wereng coklat menyerang padi dengan cara menghisap cairan pada batang kemudian menularkan virus ke tanaman, akibatnya padi menjadi kering seperti terbakar atau menyebabkan pertumbuhannya kerdil.

 

Baca Juga : Cara Mengatasi Serangan Hama Wereng Pada Padi

 

3. Keong mas, walang sangit, tikus, burung, dan lain-lain.

hama burung padi

 

Hama selanjutnya yang menyerang tanaman padi yaitu hama keong mas, walang sangit, tikus, burung ,dll.

 

Serangan hama-hama diatas dapat dicegah dengan aplikasi GDM Black Bos dan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan secara rutin dan sesuai anjuran. Karena dengan menggunakan GDM dapat membuat dinding sel tanaman menjadi lebih tebal dan bakteri yang dikandungnya menghasilkan antibiotik sehingga hama tidak mau menyerang.

 

B. Penyakit Padi

Berikut adalah beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman padi.

 

1. Hawar Daun Bakteri

hawar daun

Penyakit ini disebabkan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae yang dapat menurunkan hasil panen cukup signifikan. Penyakit ini menyerang saat kondisi musim hujan atau musim kemarau yang basah, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dan penggunaan pupuk N yang berlebihan.

 

Daun yang terserang berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung, layu, dan akhirnya mati, mirip seperti tanaman yang terserang penggerak batang.

 

2. Busuk Batang

Busuk batang merupakan penyakit yang menginfeksi tanaman pada bagian kanopi dan menyebabkan tanaman menjadi mudah rebah.

 

Gejala yang timbul berupa bercak kehitaman serta bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelapah daun dan secara bertahap membesar. selanjutnya cendawan akan menembus batang padi yang kemudian menjadi lemah dan akhirnya anakan akan mati. Akibat akhirnya tanaman menjadi rebah.

 

3. Penyakit Bercak Daun

Penyebab penyakit bercak daun adalah jamur Helmintosporium oryzae. menyerang tanaman padi mulai dari biji yang baru kecambah, malai, pelepah daun dan buah yang baru tumbuh. Gejalanya biji padi busuk saat berkecambah, dan kemudian mati, tanaman padi dewasa busuk dan kering, dan biji bercak-bercak tetapi tetap berisi.

 

Pencegahan penyakit bercak daun yaitu dengan melakukan perendaman benih menggunakan pupuk organik cair GDM.

 

Cara pengendalian penyakit bercak daun yaitu dengan cara pengeringan petakan, kemudian biarkan tanah hingga retak sebelum dialiri lagi. Di samping itu tunggul-tunggul padi sesudah panen harus didekomposisi menggunakan Black Bos agar tidak busuk di dalam tanah, namun dapat terfermentasi sempurna menjadi pupuk kompos.

 

Cara pencegahan penyakit diatas dapat dilakukan dengan menggunakan GDM Black Bos Setiap 1 bulan sekali dan pupuk organik cair GDM setiap 1 minggu sekali karena bakteri pada GDM mampu menghasilkan antibiotik untuk mengendalikan penyakit dan phytohormon yang berguna merangsang keluarnya malai padi dan memaksimalkan pengisisan padi.

 

Jadi apabila tanaman padi tumbuh sehat, anakan produktif banyak, unsur hara makro dan mikro tercukupi, bulir terisi penuh/bernas mulai dari ujung sampai pangkal malai maka hasil panen pun akan meningkat dan panen padi 12 ton pun juga akan tercapai.

 

Demikianlah cara menanam padi yang terbukti dapat meningkatkan hasil panen menjadi 12ton/Ha. Jika dulur-dulur mendapati kendala cara menanam padi, dulur-dulur bisa langsung konsultasikan dengan tim ahli kami di kolom komentar ataupun bisa juga menghubungi kami melalui whatsapp di 0851-0333-2222.

 

Dengan begitu tim ahli kami, akan senantiasa membantu dulur-dulur dalam cara menanam padi hingga panen.

 

Berikut ada video Cara Menanam Padi Menghasilkan 12ton/Ha Dengan Menggunakan Pupuk Organik Cair GDM

  • Readers Rating
  • Rated 2.3 stars
    2.3 / 5 (16 )
  • Your Rating


2 Comments
  • Lena Ginting
    Balas
    Posted at 14:10, Juni 6, 2019

    Cocokkah dipakai di lahan pertanian kecamatan Siantar?

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website