cara menanam padi

Cara Menanam Padi Yang Terbukti Menghasilkan 12Ton/Ha

Cara menanam padi yang telah terbukti menghasilkan 12Ton/Ha, cara ini sudah kami terapkan pada salah satu mitra kami di Kab. Ngawi. Sebelum kita membahas cara menanam padi, dulur-dulur harus mengetahui fase pada tanaman padi, tanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif, fase generatif dan fase pemasakan.

 

Kebutuhan air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase tersebut bervariasi yaitu tahap pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan.

 

Agar hasil panen padi melimpah, ada beberapa faktor yang harus dimaksimalkan, diantaranya :

  1. Media tanah harus gembur, subur dan terbebas dari pathogen tanah.
  2. Anakkan padi produktif harus banyak .
  3. Jumlah rumpun per hektar banyak.
  4. Minimalisir gabah kosong dan maksimalkan gabah bernas.
  5. Jumlah per 1000 bulir padi lebih berbobot.
  6. Cara budidaya padi yang tepat dan benar

 

Jenis Padi Yang Paling Banyak Hasilnya

 

 

varietas padi

 

 

Tanaman padi di Indonesia merupakan salah satu tanaman utama. Dikarenakan tanaman ini penghasil kebutuhan pokok di negri ini. Tanaman padi dibedakan dengan beberapa varietasnya. Secara umum jenis padi yang paling banyak hasilnya dibedakan dalam 3 jenis yaitu:

 

Varietas padi hibrida

 

Varietas ini bias dikatakan mempunyai hasil yang maksimal bila dalam sekali tanam. Tetapi bila keturunanya ditanam kembali maka hasilnya akan kurang baik.

 

Varietas padi unggul

 

Hasil panen dari varietas ini bias dijadikan benih kembali, serta harga dari varietas ini jauh lebih murah. Harganya bias mencapai 5 ribu – 10 ribu per-kilonya.

 

Varietas padi local

 

Varietas ini adalah varietas padi yang sudah lama beradaptasi didaerah tertentu. Sehingga varietas padi local ini mempunyai karakteristik spesifik didaerah tertentu.

 

Syarat Tumbuh Tanaman Padi

 

Tanaman padi juga merupakan tanaman budidaya yang banyak sekali dikembangan oleh beberapa daerah di Indonesia. Dikarenakan tanaman padi memiliki harga jual yang bias dibilang relative tinggi, serta memiliki permintaan yang cukup banyak dipasaran.

 

Agar beberapa faktor diatas dapat tercapai dan agar hasil padi dulur-dulur dapat menghasilkan hingga 12Ton/Ha, maka pelajari dan ikuti cara menanam padi yang telah terbukti berikut ini :

 

Pengolahan Tanah

 

lahan padi
Cara menanam padi dimulai dari olah lahan

Cara menanam padi dimulai dari pengolahan tanah, pada lahan sawah buatlah lahan tersebut menjadi media yang paling disukai tanaman padi muda (bibit padi), yaitu tekstur tanahnya gembur dan bahan organiknya tinggi serta pada tanah tersebut terbebas dari koloni jamur dan bakteri pathogen.

 

Agar tanah dulur-dulur bisa gembur dan bahan organiknya tinggi, dulur-dulur bisa melakukan proses olah tanah dengan cara dibajak/ditraktor. Kemudian sebelum menanam padi, aplikasikan GDM Black BOS pada kondisi tanah yang masih basah.

 

Karena GDM Black BOS terkandung bakteri Micrococcus roseus yang berperan aktif menjadikan tanah keras menjadi gembur dan subur, serta tiga bakteri lainnya (yaitu : Bacillus subtilis, pseudomonas stutzeri dan pseudomonas alcaligenes) yang berperan mengeluarkan enzim dan antibiotik untuk menghilangkan koloni jamur dan bakteri pathogen dalam tanah.

 

Sehingga tanah menjadi sehat dan tanaman padi dapat tumbuh secara maksimal.

 

Pemilihan Benih Padi Unggul

 

perendaman benih padi
Lakukan perendaman benih padi agar benih dapat tumbuh dengan maksimal

 

Tahapan selanjutnya dalam cara menanam padi yaitu dengan memilih benih padi unggul. Pilihlah benih padi unggul yang baik, karena benih padi unggul akan menentukan hasil produksi yang maksimal.

 

Maka dari itu harus cermat dan teliti dalam pemilihan benih padi unggul agar dapat memperoleh hasil panen yang tinggi.

 

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam pemilihan benih padi unggul adalah :

  1. Pilih benih padi unggul yang harus bersertifikat resmi dari instansi pemerintah atau perusahaan.
    Hal ini menandakan bahwa benih padi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kelayakan tanamnya seperti masa dormansinya dan daya tumbuhnya.
  2. Pastikan benih tidak kadaluarsa dan mempunyai daya tumbuh diatas 90%.
  3. Benih padi utuh/bernas, bersih dan bebas dari hama (kutu-kutuan/kumbang gabah).
  4. Tingkat kemurnian benih mencapai hingga 98%.
  5. Memiliki potensi hasil yang tinggi.
  6. Benih padi tahan penyakit.

 

Setelah memilih benih padi unggul yang baik, selanjutnya dulur-dulur harus melakukan perendaman benih dengan pupuk organik cair GDM minimal selama 12 jam.

 

Tujuan perendaman benih padi unggul yaitu untuk mematahkan masa dormansi benih dan memilih benih yang bagus supaya benih dapat tumbuh cepat, seragam dan sehat serta tanaman bisa mendapatkan perlindungan dari awal terhadap serangan penyakit terutama pada fase pembibitan.

 

Karena pupuk organik cair GDM mengandung bakteri yang dapat menghasilkan beberapa antibiotik untuk menekan infeksi penyakit pada benih.

 

Persemaian Padi

 

 

persemaian padi

 

 

Setelah proses perendaman padi selesai, maka lakukan proses semai benih padi unggul. Agar bibit padi tumbuh sehat, pada lahan persemaian taburkan pupuk kandang kemudian semprot dengan GDM Black Bos.

 

Penggunaan GDM Black Bos pada lahan bertujuan agar penyakit, residu kimia maupun logam berat yang mengendap di dalam tanah dapat didegradasi dan dihilangkan oleh bakteri yang terkandung pada GDM Black Bos.

 

Kemudian tebarkan benih padi unggul pada lahan persemaian. Selanjutnya lahan diairi terus-menerus setinggi kira-kira 1 cm. Setelah bibit padi tumbuh, dulur-dulur dapat  menambahkan pupuk susulan kimia dan semprotkan pupuk organik cair GDM Spesialis Pangan setiap 7 hari sekali dengan dosis 2 gelas (500ml) pupuk organik cair GDM per tangki untuk memaksimalkan pertumbuhan padi.

 

Jenis dan dosis pupuk kimia dapat disesuaikan dengan kondisi lahan karena hanya bersifat sebagai acuan (referensi) dan bersifat fleksibel. Yang artinya jenis, dosis pupuk dan hasil panen disetiap tempat bervariasi (tidak sama) karena dipengarahui oleh kondisi tanah, pengairan dan iklim (cuaca) setempat.

 

Informasi lebih detail mengenai cara persemaian padi dapat dulur-dulur baca disini

 

Tahapan Cara Menanam Padi

 

menanam padi
cara menanam padi yaitu dengan kedalaman 1-2 cm

Saat menanam bibit padi jangan terlalu dalam, cukup dengan kedalaman 1-2 cm. Hal ini penting dilakukan agar jumlah anakan produktif tanaman padi meningkat. Menanam bibit padi yang terlalu dalam akan mempersulit usaha pembentukan anakan padi.

 

Baca Juga : Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

 

Bakteri Pseudomonas alcaligenes yang terkandung dalam Black Bos akan bekerja memaksimalkan pertumbuhan akar dan meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan mikro untuk tanaman. Sehingga walaupun bibit padi ditanam tidak cukup dalam, tetapi akar tanaman padi dapat masuk dalam ke tanah sehingga pertumbuhan padi akan lebih maksimal.

 

1. Fase-fase Pertumbuhan Padi

 

Secara garis besar fase-fase pertumbuhan padi dibagi menjadi dua yakni fase vegetatif dan fase generative. Namun disisi lain fase generative masih menjadi fase reproduktif dalam pematangannya.

 

Diwilayah daerah tropis fase resproduktif akan berlangsung lebih dari 35 hari, sedangakan fase tahap pematangannya brelangsung selama 30 hari.

 

2. Penyiangan Lahan Padi

 

 

proses penyiangan padi
Proses penyiangan padi

 

Agar penyerapan nutrisi dapat diserap sempurna oleh tanaman padi, maka salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memperkecil tingkat persaingan gulma.

 

Oleh sebab itu dulur-dulur harus melakukan proses penyiangan gulma minimal 2 kali dalam semusim, yaitu pada umur 21 HST dan 42 HST.

 

3. Pengaturan Air Pada Tanaman Padi Sawah

 

Dalam masalah pengaturan air pada tanaman padi sawah merupakan salah satu faktor penting yang harus mendapatkan perhatian khusus demi mendapatkan hasil panen yang melimpah diwaktu yang akan datang.

 

Berikut pengaturan air pada tanaman padi sawah yang dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:

  • Pengairan diatas tanah
  • Pengairan didalam tanah (Sub Irrigation)
  • Pengairan dengan penyemprotan (Spinkler Irrigation)
  • Pengairan tetes (Drip Irrigation)

 

4. Cara Pemupukan Padi

 

pemupukan padi
proses pemupukan padi

 

Tanaman padi memerlukan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkatan fase tumbuh. Maka dari itu dulur-dulur harus memberikan pupuk makro sesuai kebutuhan padi.

 

Pada fase vegetatif berikanlah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen tinggi selain unsur phosphor dan kalium. Selanjutnya pada fase generatif berikanlah pupuk yang mengandung unsur phosphor dan kalium tinggi.

 

Selain pupuk makro gunakan juga pupuk mikro karena meskipun kebutuhan unsur mikro kecil tapi jika padi kekurangan unsur ini maka hasil panen juga akan tidak maksimal. Oleh karenanya setiap 10 hari sekali aplikasikan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan yang juga mengandung unsur mikro yang lengkap.

 

5. Perlindungan Tanaman Padi Terhadap Hama dan Penyakit

 

 

GDM Black Bos
Mencegah lebih baik daripada mengobati

 

Slogan “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati” juga berlaku pada proses budidaya padi. Dengan aplikasi GDM Black Bos pada saat olah tanah dan penyemprotan rutin pupuk organik cair GDM akan mencegah serangan hama dan penyakit dari awal, sehingga dapat mengurangi biaya pestisida dan mencegah padi dari gagal panen.

 

6. Berikut Adalah Hama Dan Penyakit Yang Menyerang Padi

 

Tanaman padi rentan terserang hama dan penyakit jika tidak diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu dulur-dulur harus sering melakukan pengamatan yang sering dilakukan agar dapat dideteksi sejak awal.

 

Berikut adalah beberapa hama & penyakit yang sering menyerang tanaman padi :

A. Hama padi

1. Penggerek batang

 

penggerek batang

 

Hama penggerak batang atau yang juga dikenal dengan sebutan sundep biasanya menyerang pada fase vegetatif yang ditandai pada daun tengah atau pucuk tanaman mati karena pada titik tumbuh dimakan ulat penggerek batang.

 

2. Hama Wereng

hama wereng

Hama wereng hijau, wereng putih, dan wereng coklat menyerang padi dengan cara menghisap cairan pada batang kemudian menularkan virus ke tanaman, akibatnya padi menjadi kering seperti terbakar atau menyebabkan pertumbuhannya kerdil.

 

Baca Juga : Cara Mengatasi Serangan Hama Wereng Pada Padi

 

3. Keong mas, walang sangit, tikus, burung, dan lain-lain.

 

hama burung padi

 

Hama selanjutnya yang menyerang tanaman padi yaitu hama keong mas, walang sangit, tikus, burung ,dll.

 

Serangan hama-hama diatas dapat dicegah dengan aplikasi GDM Black Bos dan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan secara rutin dan sesuai anjuran. Karena dengan menggunakan GDM dapat membuat dinding sel tanaman menjadi lebih tebal dan bakteri yang dikandungnya menghasilkan antibiotik sehingga hama tidak mau menyerang.

 

B. Penyakit Padi

 

Berikut adalah beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman padi.

 

1. Hawar Daun Bakteri

 

hawar daun

 

 

Penyakit ini disebabkan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae yang dapat menurunkan hasil panen cukup signifikan. Penyakit ini menyerang saat kondisi musim hujan atau musim kemarau yang basah, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dan penggunaan pupuk N yang berlebihan.

 

Daun yang terserang berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung, layu, dan akhirnya mati, mirip seperti tanaman yang terserang penggerak batang.

 

2. Busuk Batang

Busuk batang merupakan penyakit yang menginfeksi tanaman pada bagian kanopi dan menyebabkan tanaman menjadi mudah rebah.

 

Gejala yang timbul berupa bercak kehitaman serta bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelapah daun dan secara bertahap membesar. selanjutnya cendawan akan menembus batang padi yang kemudian menjadi lemah dan akhirnya anakan akan mati. Akibat akhirnya tanaman menjadi rebah.

 

3. Penyakit Bercak Daun

 

Penyebab penyakit bercak daun adalah jamur Helmintosporium oryzae. menyerang tanaman padi mulai dari biji yang baru kecambah, malai, pelepah daun dan buah yang baru tumbuh.

 

Gejalanya biji padi busuk saat berkecambah, dan kemudian mati, tanaman padi dewasa busuk dan kering, dan biji bercak-bercak tetapi tetap berisi.

 

Pencegahan penyakit bercak daun yaitu dengan melakukan perendaman benih menggunakan pupuk organik cair GDM.

 

Cara pengendalian penyakit bercak daun yaitu dengan cara pengeringan petakan, kemudian biarkan tanah hingga retak sebelum dialiri lagi. Di samping itu tunggul-tunggul padi sesudah panen harus didekomposisi menggunakan Black Bos agar tidak busuk di dalam tanah, namun dapat terfermentasi sempurna menjadi pupuk kompos.

 

Cara pencegahan penyakit diatas dapat dilakukan dengan menggunakan GDM Black Bos Setiap 1 bulan sekali dan pupuk organik cair GDM setiap 1 minggu sekali karena bakteri pada GDM mampu menghasilkan antibiotik untuk mengendalikan penyakit dan phytohormon yang berguna merangsang keluarnya malai padi dan memaksimalkan pengisisan padi.

 

Panen Padi

 

panen padi

 

 

Panen padi pada masa kini bias dilakukan dengan teknologi yang canggih, seperti mesin pemanen combine harvester, tetapi dalam budidaya yang masih kebanyakan trasdional atau setengah tradisional para petani masih menggunakan sabit atau bahkan ani-ani.

 

Panen padi tanpa menggunakan mesin merupakan salah satu perkerjaan dalam budidaya yang paling banyak memakan waktu dan tenaga kerja. Kegiatan tersebut dapat langsung diikuti dengan proses pasca panen atau pengeringan terlebih dahulu.

 

Pasca Panen Padi

 

 

pasca panen padi

 

Penanganan pasca panen padi akan meliputi beberapa tahap seperti,

 

  1. Penentuan saat panen

 

Penentuan saat panen merupakan tahap awal dalam penanganan pasca panen. Ketidaktepatan pentuan mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu gabah beras yang rendah.

 

  1. Pemanenan

 

Dalam hal pemanenan padi harus dilakukan pada umur panen yang tepat. Menggunakan alat mesin panen yang memenuhi syarat teknis, kesehatan, ekeonomi dan ergonomis, serta menerapkan sistem panen yang tepat.

 

  1. Penumpukan dan pengumpulan

 

Penumpukan dan pengumpulan merupakan tahap penanganan pasca panen. Ketikdak tepatan dalam penumpukan serta pengumpulan mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi.

 

  1. Perontokan

 

Perontokan merupakan tahap panen setelah penumpukan. Pada tahap ini kehilangan hasil akibat tidaktepatan dalam hal melakukan perontokan membuat hasil mencapai dari 5 % saja.

 

  1. Pengeringan

 

Proses pengeringan merupakan proses dimana penurunan kadar air gabah sampai nilai tertentu hingga siap diolah ataupun digiling.

 

  1. Penyimpanan

 

Penyimpanan merupakan proses mempertahankan gabah agar tetpa dalam keadaan baik dalam waktu jangak tertentu.

 

  1. Penggilingan

 

Dalam proses ini merupakan proses untuk mengubah gabah menjadi beras, yag dimana proses penggilingan gabah meliputi pengupasan, pemisahan, penyosohan, serta pengemasan & penyimpanan.

 

Jadi apabila tanaman padi tumbuh sehat, anakan produktif banyak, unsur hara makro dan mikro tercukupi, bulir terisi penuh/bernas mulai dari ujung sampai pangkal malai maka hasil panen pun akan meningkat dan panen padi 12 ton pun juga akan tercapai.

 

Demikianlah cara menanam padi yang terbukti dapat meningkatkan hasil panen menjadi 12ton/Ha. Jika dulur-dulur mendapati kendala cara menanam padi, dulur-dulur bisa langsung konsultasikan dengan tim ahli kami di kolom komentar ataupun bisa juga menghubungi kami melalui whatsapp.

 

Dengan begitu tim ahli kami, akan senantiasa membantu dulur-dulur dalam cara menanam padi hingga panen.

 

Berikut ada video Cara Menanam Padi Menghasilkan 12ton/Ha Dengan Menggunakan Pupuk Organik Cair GDM

19 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Lena Gintingreply
Juni 6, 2019 at 14:10

Cocokkah dipakai di lahan pertanian kecamatan Siantar?

GDM Inforeply
Juni 20, 2019 at 11:10
– In reply to: Lena Ginting

Selamat siang pak Lena,

Sangat cocok pak, jika ada kendala jangan ragu untuk menghubungi tim ahli kami ya pak.

Agar bisa kami bantu lebih detail.

Terima kasih

yosefh diazreply
September 2, 2019 at 17:27

benar-benar info yang sangat membantu saya, dan setelah membaca artikel ini, para petani di desa saya mulai menerapkan langkah-lankahnya. dan mendapatkan hasil yang sangat maksimal, terimakasih.

kubayarreply
Oktober 14, 2019 at 12:05

terimakasih atas info cara menanam padi yg baik ini sabgatbmembantu

Imamreply
Desember 19, 2019 at 18:23

Saya mau memulai merambah pertanian, mohon bimbingannya

GDM Inforeply
Februari 14, 2020 at 16:07
– In reply to: Imam

Halo pak Imam,

Ingin bimbingan yang seperti apa ya pak, silakan ajukan pertanyaan pak. Saya akan bantu dengan sebaik mungkin

Abdul azisreply
Desember 28, 2019 at 18:48

Lahan percontohan Ngawinya mana?
Setahu saya hasil padi daerah sini maksimal 11ton

GDM Inforeply
Februari 14, 2020 at 16:05
– In reply to: Abdul azis

Halo pak Abdul Azis

Bisa lihat video nya di atas ya pak, atau bisa langsung lihat di chanel youtube kami https://youtu.be/8fetD59bdLQ .

Disana terdapat video hasil panen beserta petani yang terlibat pak.

Diahreply
Januari 3, 2020 at 11:05

Untuk pengajuan proses kerjasama seperti di ngawi bagaimana ya min caranya

GDM Inforeply
Februari 14, 2020 at 16:00
– In reply to: Diah

Halo kak Diah

Bisa langsung menghubungi tim marketing kami dengan cara klik icon whatsapp dibawah ya kak.

Vira Virlianareply
Januari 29, 2020 at 09:16

Artikel ini sangat membantu, memberi informasi yang begitu lengkap mengenai cara menanam padi sampai ke jenis-jenis hama padi yang sering menyerang. Semoga kedepannya dapat menulis lebih banyak artikel yang informatif.

ABD.RAHMANreply
Januari 30, 2020 at 14:05

Sy sebagai pemula dalam bidang pertanian, informasi ini sgt membantu untuk sy aplikasikan.

GDM Inforeply
Februari 14, 2020 at 15:51
– In reply to: ABD.RAHMAN

Sama sama pak Abd.Rahman

I Wayan Astawareply
Februari 24, 2020 at 17:18

Klo wilayah bali dmna bisa saya dptkan produk gdm ? Skaligus konsultasi…
Maklum baru mulai
Thanks

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 12:01
– In reply to: I Wayan Astawa

Iya pak bisa langsung menghubungi kami via whatsapp ya

rujaireply
Mei 1, 2020 at 22:52

selamat malam pak gimana cara aplikasi gdm blck bos dan gdm spesialis tanaman pangan
soalnya saya masi pemula dalam pertanian

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 11:14
– In reply to: rujai

Bapak bisa langsung menghubungi kami secara langsung via whatsapp ya

Bachtiar Rusdireply
Mei 20, 2020 at 08:25

Saat ini sy sdh terlanjur menebar padi untuk pembibitan (7 hr yll). Utk selanjutnya apakah bisa menggunakan pupuk organik gdm. Langkah langkahnya bagaimana sd panen. Mtrnuwun

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 10:52
– In reply to: Bachtiar Rusdi

Masih sangat bisa pak, caranya segera semprot dgn Black Bos dgn dosis 1 gelas per tangki (cairkan di ember dulu kemudian saring dgn kain bekas saat masukkan ke tangki) semprot ke tanah (terkena tanaman tdk ada efek negatif).
Setelah proses bajak/traktor tabur GDM SAME & semprot lahan dgn Black Bos (cara & dosis sama), kemudian setelah pindah tanam semprot tanaman dgn POC GDM setiap 10 hari sekali.

Leave a reply