penyakit jagung

Cara Mencegah Dan Mengatasi Penyakit Jagung

Penyakit pada tanaman jagung menjadi salah satu hal yang harus menjadi perhatian khusus bagi para petani. Sebab, penanggulanagan yang salah terhadap beberapa jenis penyakit jagung dapat menyebabkan kerugian yang luar biasa.

Oleh sebab itu, Anda harus memahami cara mencegah dan mengatasi penyakit pada jagung dengan benar. Berikut ini kami ulas cara mencegah dan mengatasi penyakit jagung.

1. Morfologi Jagung

Varietas jagung yang ditanam di Indonesia beraneka ragam. Namun morfologi jagung pada umumnya sama, yaitu terdiri dari akar, daun, batang, bunga, tongkol serta biji.

  1. Morfoligi akar: tanaman jagung memiliki tiga jenis perakaran, yaitu akar seminal, akar adventif, dan akar penyangga.
  2. Morfologi daun: daun pada tanaman jagung terdiri dari helaian daun, ligula, dan pelepah daun.
  3. Morfologi batang: batang pada tanaman jagung terdiri dari kulit, jaringan pembuluh, serta pusat batang.
  4. Morfologi bunga: tanaman jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terletak pada bagian yang berbeda, namun masih dalam satu tanaman yang sama.
  5. Morfologi tongkol dan biji: tongkol merupakan perkembangan dari bunga jagung, dan biji jagung menempel dalam jumlah yang banyak pada tongkol.

2. Cara Mencegah Penyakit Jagung Akibat Bakteri

Penyakit akibat bakteri pada tanaman jagung bisa terjadi akibat patogen tular benih, tular tanah atau disebarkan oleh perantara vektor. Vektor yang memiliki kemampuan untuk menyebarkan bakteri penyakit pada jagung umumnya berasal dari beberapa jenis serangga.

Oleh sebab itulah Anda harus tahu cara mencegah penularan penyakit akibat bakteri ini.  Untuk menjegah munculnya penyakit akibat bakteri yang merupakan bawaan benih, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menggunakan benih jagung yang berkualitas dan berasal dari sumber terpercaya. Pastikan plasma nutfah benih jagung, merupakan jagung berkualitas yang bebas dari bakteri penyakit.
  2. Perendaman benih dengan Pupuk Organik Cair Spesialis Tanaman Pangan perlu dilakukan selama beberapa jam untuk membunuh penularan penyakit akibat bakteri ataupun jamur yang dapat tertular melalui benih.
  3. Setelah benih direndam, kemudian kering-anginkan benih jagung selama satu malam. Setelah benih kering, barulah benih dapat digunakan.

Untuk mencegah serangan penyakit akibat bakteri yang dibawa oleh perantara vektor dapat dilakukan dengan cara berikut:

  1. Mengendalikan serangga penular dengan memutus siklus hidupnya. Caranya dengan membersihkan gulma dan tanaman yang terserang bakteri ini.
  2. Melakukan penanaman secara tumpang sari, agar hama tidak sepenuhnya menyerang tanaman jagung.
  3. Penggunaan unsur hara yang seimbang dan ramah lingkungan. Cara terbaiknya adalah dengan menggunakan produk pupuk atau pembenah tanah organik yang tidak mengganggu keseimbangan rantai makanan pada lahan.

3. Cara Mencegah Penyakit Jagung Akibat Jamur

Penyakit akibat jamur pada tanaman jagung bisa terjadi akibat patogen tular benih, alat-alat pertanina atau disebarkan oleh angin. Jamur umumnya bertahan hidup sebagai miselium atau sklerotium pada biji, sisa-sisa tanaman, atau di tanah. Untuk pencegahannya, bisa dilakukan dengan cara:

  1. Menanam jagung di musim kemarau.
  2. Menanam benih jagung yang tahan serangan jamur.
  3. Pengaturan jarak tanam yang optimal. Ini bertujuan agar kelembaban disekitar tanaman tidak terlalu tinggi dan mempermudah pertumbuhan jamur.
  4. Penggantian atau pergiliran jenis tanaman, agar jamur tidak bertahan dan menular dengan cepat pada tanaman yang baru.
  5. Membakar semua tanaman yang terinfeksi sampai habis. Ini perlu dilakukan agar seluruh rantai pertumbuhan jamur terputus.
  6. Perendaman benih menggunakan Pupuk Organik Cair Spesialis Tanaman Pangan, agar jamur yang terdapat pada benih mati dan tidak menular.

4. Cara Mencegah Penyakit Jagung Akibat Virus

Penyakit akibat virus pada tanaman jagung bisa terjadi akibat perantara vektor. Misalnya serangga Myzus percicae dan Rhopalopsiphum maydis (penyebab penyakit virus Mozaik). Untuk pencegahannya dapat dilakukan cara berikut:

  1. Mencabut semua tanaman jagung yang terinfeksi virus sedini mungkin.
  2. Menanam benih jagung yang tahan serangan virus
  3. Penggantian atau pergiliran jenis tanaman
  4. Perendaman benih menggunakan Pupuk Organik Cair Spesialis Tanaman Pangan, agar virus benih yang ditanam bisa lebih tahan terhadap serangan virus.

5. Macam-Macam Penyakit Yang Umum Menyerang Jagung

1. Hawar Daun

penyakit jagung

Hawar daun merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Helminthosporium turcicum. Gejala penyakit ini adalah munculnya bercak kecil berbentuk oval pada daun. Bercak ini kemudian mengembang menjadi hawar berwarna hijau keabu-abuan atau coklat.
Infeksinya menyebar mulai dari daun yang berada di paling bawah dan terus meningkat hingga ke daun muda yang ada di atas. Hingga akhirnya seluruh bagian tanaman akan mengering dan mati lebih cepat. Akibatnya proses pembuahan jagung tidak terjadi secara maksimal.

2. Busuk Pelepah (Rhizoctonia Solani)

penyakit jagung

Penyakit busuk pelepah pada tanaman jagung disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani. Penyakit busuk pelepah akan menghambat pengiriman nutrisi selama proses pembuahan jagung. Akibatnya besar buah jagung tidak maksimal.

Gejalanya berupa bercak kemerahan yang lambat laun berubah menjadi abu-abu pada bagian pelepah jagung. Bercak ini kemudian meluas, membentuk sklerotium yang bentuknya tak beraturan.

Warnanya menjadi putih, kemudian berubah kembali menjadi coklat. Serangan dimulai dari pelepah daun yang paling dekat dengan tanah kemudian menjalar ke bagian atas, bahkan bisa menyerang pucuk atau tongkol jagung.

3. Bulai Jagung Peronosclerospora Maydis

penyakit jagung

Bulai Jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora Maydis. Cendawan ini menyerang tanaman jagung yang masih muda, dan sangat mudah menyebar. Terutama dengan bantuan angin, infeksinya bisa mencapai radius 10 km.

Baca Juga : Cegah Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung Secara Lengkap Disini

Gejala penyakit bulai jagung berupa kemunculan warna kekuning-kuningan yang memanjang, mengikuti jajaran tulang daun. Penyakit ini dapat menyebabkan proses pertumbuhan dan fotosisntesis tanaman jagung menjadi terhambat, akibatnya jagung menjadi kerdil.

4. Karat Daun

Penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan Puccinia polysora. Gejala yang ditimbulkannya berupa munculnya bercak bercak berukuran kecil pada permukaan atas dan baha daun.

Bercak pada karat daun ini umumnya berbentuk bulat atau oval. Karat daun dapat menyerang tanaman jagung yang ditanam di dataran rendah ataupun tinggi.

Jamur penyebab penyakit ini juga dapat berkembang dengan baik di musim hujan maupun musim kemarau jika kelembaban pada lahan yang memiliki kelembaban tinggi. Meski begitu, infeksi akan berkembang lebih cepat ketika musim hujan.

5. Bercak Daun

penyakit jagung

Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis Syn. Bercak daun bisa menyebabkan biji buah jagung rusak, bahkan bisa mengakibatkan tongkol jagung terlepas dari pohon. Cendawan penyakit jagung ini sangat mudah menyebar melalui angin ataupun tetesan air hujan.

Gejala penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Bipolaris maydis ras O berupa bercak berwarna coklat kemerahan pada daun. Sedangkan gejala pada Bipolaris maydis ras T berupa bercak yang awalnya berwarna hijau kuning lalu menjadi coklat kemerahan.

6. Busuk Batang

Penyakit Busuk Batang disebabkan oleh jamur, misalnya jamur Colletotrichum graminearum, Diplodia maydis, Fusarium moniliforme, Gibberella zeae, atau Macrophomina phaseolina.

Gejala penyakit busuk batang terlihat dari pangkal batang yang berubah warna menjadi kecoklatan. Bagian dalamnya juga menjadi busuk, dan kulitnya tipis sehingga mudah rebah.

Tanaman jagung yang terserang busuk batang pun tampak layu dan seluruh daunnya menjadi kering. Ini dikarenakan kondisi batang jagung sebenarnya sudah rusak terlebih dahulu, sehingga tidak bisa menyalurkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman.

7. Busuk Tongkol Fusarium

penyakit jagung

Penyakit busuk tongkol yang disebabkan oleh jamur Fusarium moniliforme. Sesuai namanya, busuk tongkol ini menyerang bagian tongkol jagung, Sehingga menyebabkan buah yang dihasilkan tanaman jagung tidak sehat, pertumbuhan biji terhambat, dan gagal panen.

Gejala busuk tongkol fusarium diawali dengan pembusukan pada tongkol jagung. Kemudian infeksinya menyebar hingga permukaan biji jagung menjadi berwarna merah jambu atau coklat.

Umumnya penyakit ini tidak tampak, namun lama kelamaan akan tampak bahwa pertumbuhan tongkolnya begitu lambat dan tidak optimal. Selain itu, tampilan klobot jagung juga tampak tidak halus merata seperti  yang sehat.

8. Virus Mozaik Kerdil Jagung

Virus Mozaik Kerdil Jagung disebabkan oleh Maize dwarf mozaic virus. Virus ini ditularkan oleh vektor aphida.

Gejala serangan virus ini tampak pada daun mudanya. Awalnya, daun muda akan tampak belang/mozaik terang dan gelap yang tidak beraturan. Semakin lama, garis-garis ini akan berkembang disepanjang tulang daun dengan latar belakang kuning (klorotik).

Pada tanaman dewasa yang terserang, akan menampakkan gejala daun menjadi hijau kekuningan, pertumbuhan terhambat (kerdil), biji tongkol berkurang, dan tanaman menjadi cepat mati.

9. Kerdil Kasar Jagung

Sesuai namanya, tanaman jagung yang terserang oleh penyakit ini memiliki ciri utama tanaman menjadi kerdil dengan tulang bagian bawah sedikit membengkak. Ciri lainnya. Pada daun muda akan tampak garis khlorosis yang memerah mulai dari bagian pinggir menuju ke bagian tengah.

Selain itu, sistem perakaran menjadi lemah, berkurang dan tampak kotor. Itulah sebabnya tanaman menjadi kerdil.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang disalurkan oleh serangga Javesella pellucida Fab atau Delphacodes striatella Fall.

10. Penyakit Bakteri Bergaris

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri patogen yang bernama Pseudomonas andropogoni. Gejala serangan penyakit ini adalah daun tampak bercak-bercak terang, pucat, kekunigan hingga sawo matang, motof serangan memanjang sejajar sisi daun, daun menjadi tampak basah dan berminyak, hingga akhinya layu dan mengering (nekrotik).

Penyakit ini akan semakin parah menyerang apabila cuaca sedang panas dan basah. Sebab, bakteri masuk kedalam inang melalui stomata dalam keadaan basah.

Penyebaran penyakit dapat melalui angin, serangga, percikan air hujan, air yang mengalir, dan melalui daun-daun bawah yang terkulai.

Nah, itulah cara mencegah dan menanggulangi penyakit yang umumnya menyerang tanaman jagung. Semua penyakit yang terdapat pada daftar tersebut perlu Anda perhatikan apa penyebabnya.

Apabila penyebabnya adalah jamur, maka Anda perlu memperhatikan cara pencegahan dan penanggulangan penyakit sesuai yang tertera pada penjelasan sebelumnya. Begitu pula dengan penyakit yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus.

Pada intinya, pencegahan dan penanggulangan masing-masing penyakit hampir sama, sesuai dengan kategori penyebabnya (bakteri, virus atau jamur). Nah, salah satu produk terbaik yang sangat direkomendasikan untuk mencegah dan menanggulangi maslaah penyakit pada jagung adalah penggunaan produk GDM Organik.

Produk GDM Organik adalah produk terbaik yang bisa mencegah dan mengatasi semua masalah penyakit pada jagung. Produk ini terdiri dari Pupuk Organik Cair Spesialis Tanaman Pangan, GDM Black BOS dan GDM SaMe.

Jika dulur-dulur ingin berkonsultasi langsung menangani penyakit pada tanaman jagung, dulur-dulur dapat menghubungi kami secara langsung melalui live chat ataupun whatsapp kami.

Jangan lupa untuk aplikasikan produk GDM Organik, agar hasil panen jagung Anda melimpah ya..

Share your thoughts