Dian Istana G11 No.09

Kota Surabaya - Indonesia

Hubungi Kami

+62812 2400 2400

Hubungi Kami

info@gdmorganic.com

Ini Langkah Tepat Mengobati Penyakit Pada Ayam

penyakit ayam

Ini Langkah Tepat Mengobati Penyakit Pada Ayam

Penyakit ayam petelur tentu menjadi salah satu hal yang paling sering menghantui para pembudidaya ayam, baik ayam petelur maupun pedaging. Dibawah ini, Anda bisa mempelajari macam penyakit ayam petelur.

Mulai dari cara mengobati ayam ngorok parah, Pullorum, Candidiasis, Ascariasis dan masih banyak lagi.  Ingin tahu? yuk simak penjelasan berikut ini:

 

1.Morfologi Ayam Petelur

 

 

ayam petelur

 

 

Ayam  petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dibudiyakan dengan tujuan untuk diambil telurnya. Ayam petelur yang produktif memiliki ciri-ciri morfologi berupa jengger dan pial besar, lembut, mengkilat seperti berminyak, muka berwarna merah, mata bercahaya tidak cekung, bentuk kaki agak kecil, kulit lunak dan longgar, rongga perut lunak dan elastis, jarak antar ujung tulang dada dan tulang pinggul empat jari atau lebih, tulang pubis runcing, lebar dan lunak, jarak kedua ujungnya tiga jari atau lebih, anus berbentuk lonjong, basah, besar dan warnanya putih agak kebiruan.

 

2. Jenis Penyakit Ayam Petelur

 

1.Pullorum

 

Penyakit ayam pullorum atau juga disebut berak kapur merupakan salah satu penyakit ayam petelur. Penyakit ini biasa menjangkiti anak ayam umur 1-10 hari.

 

Penyebab penyakit: penyebab penyakit Pullorum adalah infeksi oleh bakteri Salmonella pullorum. Gejala: yang timbul mulai dari nafsu makan yang menurun, bulu dubur melekat, kotoran menjadi encer dan bercampur butiran-butiran kecil seperti kapur hingga sayap terkulai.

 

Cara mencegah dan menanggulangi: disarankan untuk memberikan 0,3 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan kedalam pakan/minum ayam. Namun jika dirasa kesulitan, Anda bisa mengaplikasikan 300 ml untuk 1000 ekor.

 

Cara Pengobatan: jika cara cara penanggunalan diatas tidak efektif, maka Anda bisa menyuntikkan antibiotik seperti coccilin, neo terramycin, mycomas dan furozolidon. Dapat juga menggunakan preparat sulfonamide.

 

2.Aspergillosis

 

Penyebab penyakit pada ayam Aspergillosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillosis fumigatus.

 

penyakit ayam

 

Gejala yang tampak dari penyakit ini terbagi menjadi dua, yaitu pada ayam muda dan ayam dewasa. Gejala pada ayam muda mulai dari ayam tampak megap-megap, mengantuk, malas, bulu berdiri, rasa haus tak terkendali, kerdil hingga tidak bergairah. Pada ayam dewasa tampak sepeti kehilangan nafsu makan, kurus, batuk, bersin, ngorok, pial berwarna kebiruan, hingga jengger menjadi gelap dan mengekerut.

 

Cara mencegah dan menanggulangi: disarankan untuk memberikan 0,3 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan kedalam pakan/minum ayam. Namun jika dirasa kesulitan, Anda bisa mengaplikasikan 300 ml untuk 1000 ekor.

 

Namun jika terlanjur sudah terserang jamur maka harus dimatikan agar tidak menyebar ke ayam yang lain.

 

3. Candidiasis

 

Penyakit Candidiasis menyerang pada bagian saluran pencernaan ayam dengan gejala berupa penebalan dan munculnya plak putih pada tembolok, usus, dan kloaka.

 

Penyebab penyakit Candidiasis: sesuai namanya, penyakit ini disebabkan oleh fungi atau jamur yang bernama Candida albicans.

 

penyakit pada ayam

 

Gejala: gejala penyakit ini dapat diidentifikasi dari perilaku ayam, berupa nafsu makan yang menurun, lesu, diare dan gangguan pertumbuhan. Jika dibiarkan, maka kondisi ayam bisa semakin memburuk.

 

Cara mencegah dan menanggulangi: disarankan untuk memberikan 0,3 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan kedalam pakan/minum ayam. Namun jika dirasa kesulitan, Anda bisa mengaplikasikan 300 ml untuk 1000 ekor.

 

Hanya dengan mengaplikasikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan, maka kondisi ternak Anda bisa semakin membaik dan perlahan sembuh.

4. Ascariasis

 

Penyebab penyakit: Sesuai dengan namanya, penyakit ini disebabkan oleh cacing Nematoda yang sangat merugikan bagi ayam. Cacing tersebut bernama latin Ascaridia galli.

 

Gejala: gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah tampilan tubuh ayam yang semakin kurus, produksi telur menurun, pertumbuhan terhambat, diare bahkan kematian.

 

Pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan dan obat cacing piperazin. Dosis yang disarankan untuk Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan adalah sebanyak 300 ml/1000 ekor.

 

5. Cacing Mata

 

Cacing mata dapat menyebabkan conjunctivitis, opthtalmitis, protrusion membrane nyctitans dan mengganggu daya pandang.

 

Penyebab: Cacing mata pada unggas adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing yang suka tinggal di mata inang, khususnya di saccus conjunctiva. Penyakit ini disebabkan oleh cacing gilig Oxyspirura mansoni.

 

Penyebaran penyakit: penyakit ini dapat saja dibawa oleh kelabang dan kecoa dengan penularan secara horizontal. Oleh sebab itulah, Anda harus menjaga kebersihan dan ke-sterilan kandang, alat makan, dan tempat suplemen/obat.

 

Pencegahan: selain menjaga kebersihan, aplikasikan juga Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan. Ini bertujuan agar bakteri baik pada Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan bisa meningkatkan sistem imun pada ternak, sehingga cacing tidak bisa berkembang.

 

Pengobatan: jika pengaplikasian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan belum menghilangkan cacingnya, maka Anda dapat meneteskan 1-2 larutan cresol 5%, dibiarkan selama 2-3 menit. Selanjutnya mata dibersihkan dengan air bersih agar sisa cresol hilang.

 

6. Leucocytozoonosis

 

Protozoa ini hidup sebagai parasit di dalam sel darah putih ayam. Penyakit ini sering terjadi pada peternakan di negara beriklim tropis terutama pada peternakan yang dekat dengan sumber air seperti kolam dan danau.

 

Penyebab penyakit: Leucocytozoonosis merupakan penyakit parasitik pada unggas yang disebabkan oleh protozoa dari genus Leucocytozoon.

 

Gejala: yang terjadi berupa anemia, produksi telur menurun hingga kematian. Dengan begitu, ternak menjadi tampak lemas dan tidak aktif seperti biasanya.

 

Pencegahan dan penanggulangan: disarankan untuk menjaga agar lantai kandang terbebas dari genangan atau sumber air yang dapat menjadi sumber keberadaan vektor penyakit tersebut. Selain itu, tambahkan pula Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan dengan dosis 300 ml/1000 ekor.

7. Chronic Respiratory Disease atau ayam ngorok

 

 

Chronic Respiratory Disease (CRD) merupakan jenis penyakit yang sangat mudah menular dan bertahan secara menahun. CRD ditandai dengan sekresi hidung katar, kebengkakan muka, batuk dan terdengarnya suara sewaktu bernafas.

 

Penyakit ini memiliki derajat morbiditas tinggi, namun derajat mortalitasnya rendah. Pada kondisi tertentu, CRD dapat menyebabkan gangguan pernafasan akut terutama pada ayam muda, sedangkan kondisi kronisnya dapat menyebabkan penurunan produksi telur.

 

Penyebab Ayam Ngorok: penyakit ini disebabkan oleh Mycoplasma gallisepticum. Mycoplasma lain yang dapat menginfeksi unggas adalah M.synoviae, M.meleagridis dan M.iowae. Selain itu, CRD sering juga diikuti dengan infeksi sekunder virus lain seperti ND, IB atau bakteri lain seperti misalnya Escherichia coli.

 

Infeksi CRD biasanya tidak terjadi secara tunggal, tetapi merupakan infeksi kombinasi oleh berbagai agen penyakit.

 

Gejala Klinis Ayam Ngorok: gejala dari serangan penyakit ayam ngorok ini tampak pada masa tunas CRD, yaitu 4-21 hari. CRD ini termasuk jenis penyakit yang cepat menyebar, sehingga umumnya seluruh kelompok ayam dalam kandang terinveksi, meskipun derajat keparahannya berbeda.

 

Meski begitu, CRD pada fase awal dan tanpa adanya komplikasi, tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas.  Pada kelompok ayam dewasa menunjukkan tanda klinis terdapat sekresi hidung katar yang makin lama makin bertambah, batuk dan bersuara pada waktu bernafas. Ini dikarenakan ayam yang terserang, menjadikan muka menjadi bengkak akibat tertimbunnya eksudat dalam sinus infraorbitalis.

 

Baca Juga : Kenali Gejala Ayam Ngorok Secara Tepat dan Terbukti Ampuh

 

Cara Mencegah Penyakit Ngorok: untuk mencegah serangan penyakit CRD, disarankan untuk asas higiene, sanitasi dan pembesaran anak ayam hanya di peternakan yang bebas dari CRD. Jangan lupa untuk aplikasikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan dengan dosis 300 ml/1000 ekor agar sistem imun ternak Anda bisa semakin tinggi dan kuat terhadap serangan penyakit CRD.

 

Cara Mengobati Ayam Ngorok: jika kondisi ayam tidak juga membaik, maka Anda bisa menggunakan obat-obatan seperti tylosin, oxytetracyclin, streptomycin, spektinomisin, linkomisin, dan spiramycin. Namun cara mengobati ayam pilek ini hanya berlaku jika penyakit pada fase awal, sedangkan jika sudah akut, maka perlu diberikan vaksin CRD.

 

Nah, itulah jenis penyakit yang umum menyerang ayam petelur beserta dengan gejala, pencegahan dan pengobatannya, utamanya cara mengatasi ayam ngorok parah. Jangan lupa untuk mengaplikasikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan terbukti dapat mencegah semua penyakit yang sering menyerang ternak ayam Anda.

No Comments

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website