Dian Istana G11 No.09

Kota Surabaya - Indonesia

Hubungi Kami

+62 85103332222

Hubungi Kami

info@gdmorganic.com

Panduan Lengkap Cara Ternak Ayam Petelur

ternak ayam petelur

Panduan Lengkap Cara Ternak Ayam Petelur

Sebelum berbicara mengenai cara ternak ayam petelur, Anda harus memahami dahulu apa itu ayam petelur. Agar dalam proses budidaya ayam petelur Anda dapat memberikan penanganan yang tepat.

 

Ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Ayam petelur ini pada sejarah awalnya adalah ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak.

 

Tahun demi tahun, ayam hutan dari berbagai wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para ahli. Tujuan dari seleksi ini adalah untuk menemukan gen terbaik pada unggas, sehingga ditemukan ayam/unggas petelur ataupun pedaging sesuai harapan.

 

Jenis ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging disebut ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur, disebut ayam petelur. Disetiap persilangan yang dilakukan, bertujuan untuk menemukan ayam petelur unggul.

 

Ini dilakukan dengan menyeleksi/membuang sifat jeleknya, kemudian sifat baiknya dipertahankan (“terus dimurnikan”). Ayam-ayam petelur unggul yang ada sangat baik dipakai sebagai plasma nutfah untuk menghasilkan bibit yang bermutu.

 

Produksi ayam petelur bisa dimulai sejak umur 5 bulan dan dapat terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai 10-12 tahun. Namun, umumnya produksi telur terbaik ada pada tahun-tahun awal ayam mulai bertelur.

 

Memilih Ayam Ras Petelur

Dalam ternak ayam petelur, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih ayam ras petelur unggul. Ayam ras petelur yang unggul untuk dibudidayakan harus mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Produksi telur ayam harus tinggi.
  • Kualitas telur yang bagus.
  • Ayam petelur berasal dari bibit yang diketahui keunggulannya.
  • Ayam cepat mencapai usia dewasa kelamin, hanya dalam waktu 18-20 minggu.
  • Ukuran telur normal, dengan size 60-65 g.
  • Bebas dari sifat mengeram.
  • Tidak mudah stress.
  • Konversi pakan rendah.
  • Pertumbuhan dan perkembangan normal dan relatif cepat.
  • Harga DOC bersaing (Day Old Chicken).
  • Kemampuan adaptasi ayam terhadap lingkungan tinggi.
  • Kondisi fisik ayam sesuai dengan kondisi cuaca ditempat budidaya.
  • Ayam petelur tidak memiliki cacat fisik serta harus sehat.
  • Bulu pada ayam harus tampak halus, penuh serta baik pertumbuhan bulunya.

 

Pemilihan Bibit dan Calon Induk

bibit ayam petelur

Penyiapan bibit ayam petelur harus berkriteria baik. Kriteria bibit ayam petelur yang baik dapat adalah:

 

1. Konversi Ransum.

Yang dimaksud dengan konversi ransum yaitu perbandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dengan telur yang bisa dihasilkan oleh ayam. Konversi ransum bisa disebut dengan ransum per kilogram telur.

 

Ayam yang baik dapat makan sejumlah ransum serta dapat menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar dari ransum yang telah dimakannya. Bila konversi ini tidak sesuai (ayam makan terlalu banyak dan bertelur sedikit), maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu.

 

2. Produksi Telur.

Produksi telur harus menjadi perhatian utama pada ternak ayam petelur. Bibit yang dipilih harus bibit yang dapat memproduksi telur banyak.

 

Produksi ini juga harus mempertimbangkan konversi ransum. Konversi ransum harus sesuai agar tidak merugikan pelaku ternak ayam petelur.

 

3. Prestasi Bibit Dilapangan/Dipeternakan.

Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan dapat dilihat berdasarkan kemampuan konversi ransum, produksi telur, dan kemampuan ayam untuk bertelur.

 

Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur dapat dilihat pada data di bawah ini.

 

Strain

Tipe Ayam petelur Warna Bulu Produksi Telur

(Butir/tahun)

Ransum

Babcock B-300 v Ringan Putih 265 – 275 1,82 kg/dosin telur
Dekalb Xl-Link Ringan Putih 255 – 280 1,8-2,0 kg/dosin telur
Hisex white Ringan Putih 287 – 390 1,89 gram/dosin telur
H & W nick Ringan Putih 270 – 275 1,7-1,9 kg/dosin telur
Hubbarb leghorn Ringan Putih 258 – 262 1,8-1,86 kg/dosin telur
Ross white Ringan Putih 275 – 280 1,9 kg/dosin telur
Shaver S 288 Ringan Putih 280 – 285 1,7-1,9 kg/dosin telur
Babcock B 380 Medium Cokelat 260 – 275 1,9 kg/dosin telur
Hisex brown Medium Cokelat 270 – 275 1,98 kg/dosin telur
Hubbarb golden cornet Medium Cokelat 255 – 265 1,24-1,3 kg/dosin telur
Ross Brown Medium Cokelat 268 – 273 2,0 kg/dosin telur.
Shaver star cross 579 Medium Cokelat 263 – 268 2,0-2,08 kg/dosin telur
Warren sex sal link Medium Cokelat 275 – 280 2,04 kg/dosin telur

Sumber data (Setyono, 2013)

 

Jenis Ayam Petelur Yang Cocok Untuk Usaha Peternakan

ras ayam petelur

Dalam ternak ayam petelur, ada dua jenis ayam ras petelur yang cocok dibudidayakan yaitu ayam ras petelur ringan dan medium.

 

1. Ayam Ras Petelur Ringan

Tipe ayam ras petelur ringan biasa disebut dengan ayam ras petelur putih yang menghasilkan warna cangkang telur putih.

 

Badannya ramping, kurus, mungil, kecil dan mata bersinar. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini mampu menghasilkan telur lebih dari 260 telur per tahun.

 

Ayam galur ini cukup sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini.

 

Baca Juga : Peluang Usaha Ternak Ayam Broiler

 

Ayam jenis ini sangat sensitif terhadap cuaca panas dan suasana yang tidak kondusif (keributan). Sehingga jika kondisi lingkungannya tidak mendukung, produksinya akan menurun drastis.

 

2. Ayam Ras Petelur Medium

Jenis ayam petelur medium memiliki berat badan yang lebih berat dibandingkan tipe ayam ras petelur ringan, namun juga lebih ringan dibandingkan ayam pedaging (broiler). Oleh karena itu, ayam ini disebut sebagai ayam petelur medium.

 

Warna bulunya coklat dengan warna cangkang telur coklat. Tipe ini yang banyak dibudidayakan karena jika telah afkir, dagingnya masih laku dijual sehingga sering disebut ayam dwiguna.

 

 

Cara Ternak Ayam Petelur :

Pedoman teknis ternak ayam petelur meliputi beberapa hal, mulai dari persiapan sarana dan peralatan, penyiapan bibit, pemeliharaan, perlindungan dan penanggulangan dari hama dan penyakit, hingga panen dan pasca panen.

 

Berikut ini cara ternak ayam petelur yang telah terbukti dapat menghasilkan produksi yang tinggi.

 

1. Persiapan Kandang Ayam Petelur

kandang ayam

Kandang ayam disesuaikan dengan kondisi ayam, kondisi lingkungan, dan tentunya umur ayam yang dibudidayakan.

 

A. Kandang Anak Ayam Umur 0 hari – 6 minggu.

Ukuran kandang untuk ayam pada umur 0-6 minggu adalah 1 m2 untuk 10-15 ekor anak ayam. Sebelum anak ayam dimasukkan kendang, maka kandang dan semua peralatan harus steril.

 

Pen-sterilant ini dilakukan dengan membersihkan dan menyemprot kendang menggunakan desinfektan. Persiapan kandang ini harus selesai dalam beberapa hari sebelum anak ayam dimasukkan kandang.

 

Setelah kandang steril, maka anda perlu memastikan kondisi kandang ayam senyaman mungkin. Alas kandangnya bisa terbuat dari sekam padi setebal 10–15 cm. Ini berguna untuk memfilter udara dingin dan perlindungan saat cuaca ekstream atau saat malam hari.

 

Sebagai penghangat, beri lampu 60 Watt atau disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Sebagai indikator suhu yang sesuai, dapat diperhatikan perilaku anak ayamnya.

 

Apabila lampu tidak cukup memberikan panas, maka anak ayam akan mendekati sumber panas. Namun sebaliknya apabila suhu terlalu panas, anak ayam akan menjauhi sumber panas, sedangkan apabila lampu cukup memberikan panas, maka anak ayam akan tersebar merata di dalam kandang.

 

Suhu kandang yang sesuai untuk anak ayam berkisar antara 30ºC-32ºC. Suhu ini harus stabil, agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan/stress pada anak ayam.

 

Selain suhu, Ventilasi kandang merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya suhu di dalam kandang. Ventilasi ini harus dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca atau suhu lingkungan, oleh karena itu ventilasi harus memiliki penutupnya, agar dapat dibuka tutup dan disesuaikan.

 

Selain kenyamanan, keamanan pada ternak ayam petelur juga harus sangat diperhatikan. Kandang harus aman dari gangguan kucing, tikus, atau binatang pemangsa lainnya. Begitu juga dengan atap dan dinding yang tidak boleh bolong/bocor.

 

B. Kandang Layer (masa bertelur)

Kandang untuk ayam yang telah dewasa harus berbeda dengan kandang ayam untuk anak ayam. Ada beberapa pembeda dari keduanya, seperti temperature kandang, luasan kandang, konstruksi kandang, hingga peralatan kandang yang ada didalamnya.

 

Temperatur kandang yang sesuai untuk ayam ras petelur dewasa adalah 32,2oC-35oC, dengan kelembaban berkisar antara 60-70%. Penerangan atau pemanasan kandang disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

 

Usahakan kondisi kandang mendapat cukup sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin, serta sirkulasi udara baik, jangan membuat kandang pada permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan tidak sesuai dengan aliran air jika mendapat guyuran hujan.

 

Begitu juga dengan konstruksi kandang pada ternak ayam petelur yang harus kuat, bersih dan tahan lama.

 

Selanjutnya dalam ternak ayam petelur yang perlu diperhadikan adalah perlengkapan kandang yang harus disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat obat-obatan,dan alat penerangan.

 

C. Peralatan Kandang Ayam Petelur

Dalam ternak ayam petelur, peralatan kandang harus sangat diperhatikan. Ini penting untuk menjaga kenyamanan ayam agar tidak stress dan dapat berproduksi dengan baik.

 

Peralatan kandang pada ternak ayam petelur diantaranya adalah:

 

(a). Litter (alas lantai).

Litter/alas lantai harus kering. Ini bertujuan untuk mencegah kelembaban pada litter agar tidak mudah ditumbuhi jamur atau bakteri penyebab penyakit.

 

Tebal litter berkisar antara 10-15 cm. Bahan pembuatan litter terbuat dari campuran kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya. Jika tidak ada sekam padi, maka bisa diganti dengan hasil serutan kayu berukuran 3-5 cm.

 

(b). Tempat bertelur.

Tempat telur disediakan untuk mempermudah proses pengambilan telur dan agar kulit telur tidak kotor. Tempat bertelur ini dapat berupa kotak berukuran 30 x 35 x 45 cm, untuk 4-5 ekor ayam.

 

(c). Tempat pakan, minum dan tempat grit.

Tempat pakan, minum dan tempat grit disesuaikan dengan umur ayamnya.

  • Pada anak ayam ditingkat awal memerlukan 2,5 cm ruang pakan. Sediakan tempat pakan sebanyak 2 buah dengan panjang 1,5 meter. Atau 6 buah dengan panjang 45 cm/100 ekor anak ayam selama 3 minggu pertama.
  • Setelah itu, sediakan tiga atau empat buah tempat pakan yang panjangnya 1,5 m untuk tiap 100 ekor ayam.

 

Material tempat pakan dapat terbuat dari papan, bambu, atau pipa peralon. Tempat air harus selalu berisi air bersih, segar, dan dingin.

 

Tempat pakan ini harus tetap terjaga kebersihannya dengan cara dicuci setiap hari menggunakan sabun. Selain kebersihan, volume air yang terdapat dalam wadahnya juga harus diperhatikan.

 

Usahakan ketinggian air selalu berada di pertengahan kedalaman atau sesuai dengan tingginya punggung ayam.

 

D. Suhu Kandang

Suhu kandang untuk masing-masing tahapan umur harus disesuaikan. Suhu kandang bagi anak ayam disarankan berkisar antara 30ºC-32ºC.

 

Suhu kandang harus sangat diperhatikan, karena berpengaruh pada pertumbuhan ayam. Anak ayam yang kepanasan/kedingin pertumbuhan awalnya akan lamban dan tidak akan berkembang menjadi petelur yang menguntungkan.

 

Oleh karena itu, suhu kandang harus selalu diperiksa dan dipastikan bahwa mereka tidak memperoleh suhu yang terlampau dingin atau terlampau panas.

 

2. Pemeliharan

A. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Menjaga kebersihan lingkungan kandang dan areal peternakan (sanitasi) merupakan usaha pencegahan (preventif) yang paling utama dan efektif. Usaha preventif ini hanya membutuhkan keuletan dan keterampilan pengelolanya.

 

Tindakan preventif dapat dilakukan dengan memberikan vaksin, dan perawatan ternak.

 

B. Pemberian Pakan Ayam Petelur

Pemberian pakan ayam petelur terdiri atas 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu). Kualitas dan kuantitas pakan ayam petelur fase starter adalah sebagai berikut:

 

Fase Starter :

Kualitas/kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22- 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu:

  • minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor;
  • minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.

 

Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

 

Fase Finisher :

Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher berbeda dengan fase starter. Kualitas atau kandungan zat gizi pakan pada fase finisher terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.

 

Kwantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:

  • minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor;
  • minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.

 

Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

 

C. Pemberian Minum

Pemberian minum pada ternak ayam petelur harus disesuaikan dangan umur ayam. Pemberian minum dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:

 

Fase starter (umur 1-29 hari)

Dalam fase starter kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu:

  • Minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan
  • Minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/100 ekor.

 

Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor.

 

Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

 

Fase finisher (umur 30-57 hari)

Fase Finisher dikelompokan dalam masing-masing minggu, yaitu:

  • Minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor;
  • Minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan
  • Minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/100 ekor.

 

Jadi total air minum pada minggu ke-5 hingga ke-8 sebanyak 333,4 liter/100 ekor.

 

3. Pemberian Vaksinasi dan Obat-obatan.

Pelaku ternak ayam petelur juga harus memperhatikan vaksinasi dan obat-obatan. Pemberian vaksinasi dan obat vaksinasi dibutuhkan untuk mencegah dan upaya pengendalian penyakit yang berasal dari virus.

 

Vaksinasi bekerja dengan menciptakan kekebalan tubuh pada ternak ayam petelur.

 

Pemberian vaksinasi secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur dapat dicegah dan diobati dengan suplemen organik cair.

 

Vaksin Dibagi Menjadi 2 Macam, Yaitu:

  • Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif.
  • Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit.

 

Pemberian Obat-obatan.

pakan ternak

Pilihan terbaik untuk panen melimpah. Suplemen Organik Cair GDM spesialis Ternak

 

Obat-obatan kimia tidak dianjurkan untuk diberikan dalam jumlah besar dan jangka waktu lama. Oleh karena itu, lebih baik Anda mulai untuk berpindah ke Suplemen Organik Cair GDM spesialis ternak.

 

Penyakit yang disebabkan oleh pathogen dapat diobati dengan pemberian antibiotik dan vitamin.

 

Hanya dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM spesialis ternak, anda telah mendapatkan manfaat dari antibiotic sekaligus vitamin yang dibutuhkan oleh ternak ayam petelur. Hal ini dikarenakan Bakteri dalam Suplemen Organik Cair GDM menghasilkan antibiotic dan multivitamin yang dapat mencegah serangan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri dan jamur.

 

Oleh karena itu, penggunaan Suplemen Organik Cair GDM dapat secara simultan sangat berguna untuk mencegah dan menanggulangi penyakit.

 

Penggunaan Suplemen Organik Cair GDM dapat menghemat anggaran pembelian antibiotic dan vitamin. Manfaat lain dari penggunaan Suplemen Organik Cair GDM secara rutin pada pelaku ternak ayam petelur yaitu dapat meningkatkan produksi telur dan memperpanjang usia produktif ayam petelur.

 

Hasil telur yang menggunakan SOC GDM cangkang/kulit telurnya lebih tebal sehingga sangat aman jika telur-telur tersebut dikirim dengan jarak jauh.

 

Penyakit keriput pada ternak ayam petelur dapat teratasi hanya dengan menggunakan suplemen organik cair spesialis ternak.

 

Dosis Penggunaan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak

Dosis pengaplikasian Suplemen Organik Cair GDM pada ternak ayam petelur adalah 0,3 ml per ekor. Jika dikalkulasikan, maka anda hanya perlu menghitung berdasarkan berapa banyak ternak ayam petelur yang Anda miliki.

 

Dosis tersebut dapat dicampurkan dengan pemberian air minum/pakan ternak setiap harinya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa menggunakan Suplemen Organik Cair GDM setiap hari.

 

Anda tak perlu khawatir, penggunaan Suplemen Organik Cair GDM setiap hari tidak akan menimbulkan dampak negative pada usaha ternak ayam petelur, karena produk ini adalah 100% organik.

Panen dan Pasca Panen

telur ayam

Dalam usaha ternak ayam petelur, pemanenan utamanya adalah telur. Namun, jika anda memilih budidaya ayam petelur jenis Medium, maka Anda akan mendapatkan hasil tambahan berupa daging dari ayam yang telah tua (afkhir).

 

Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus ataupun keretakan akibat terdesak ayamnya dapat terhindar/terkurangi.

 

Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 09.00-10.00, pengambilan kedua pukul 13.00-14.00, dan pengambilan ketiga (terakhir) sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00. Pengumpulan telur dilakukan dengan mengambil telur dikandang, kemudian letakkan di atas egg tray (nampan telur).

 

Setelah semua telur terkumpul, maka petugas sortir akan mensortir telur berdasarkan kondisi telur. Telur harus dipisahkan antara telur yang normal dan abnormal atau retak.

 

Telur yang normal berbentuk oval, bersih dan kulitnya mulus. Beratnya sekitar 57,6 gram dengan volume sebesar sekitar 63 cc. (Pramudyati S dan Prabowo A, 2009).

 

Demikian panduan ternak ayam petelur yang dapat dilakukan untuk menunjang keberhasilan dan pendapatan peternak.

 

Jika Anda memliki berbagai permasalahan mengenai ternak ayam petelur, silakan kita diskusikan di kolom komentar di bawah. Atau Anda bisa langsung menghubungi tim service kami.

 

Refrensi :

Pramudyati Suci Y dan Prabowo Agung. 2009. Petunjuk Teknis Beternak Ayam Ras Petelur. Sumatera Selatan. MRPP dan BPTP Sumatera Selatan.

 

Setyono, D.J. 2013. Sukses Meningkatkan Produksi Ayam Petelur. Jakarta: Penebar Swadaya.

  • Readers Rating
  • Rated 4.9 stars
    4.9 / 5 (6 )
  • Your Rating


No Comments

Ada pertanyaan atau komentar?