Dian Istana G11 No.09

Kota Surabaya - Indonesia

Hubungi Kami

+62 85103332222

Hubungi Kami

info@gdmorganic.com

Tanaman Cabe Anti Layu dan Berbuah Super Lebat

cara menanam cabe

Tanaman Cabe Anti Layu dan Berbuah Super Lebat

tanaman cabe

Pemilihan waktu tanam cabe yang tepat sangatlah penting karena erat kaitannya dengan ketersediaan air, curah hujan dan serangan hama penyakit. Air diperlukan tanaman sejak masa pertumbuhan sampai pembentukan bunga dan buah. Kekurangan atau kelebihan air akan sangat berpengaruh pada tanaman. Waktu tanam cabe yang tepat dapat berbeda sesuai lokasi dan tipe lahan.

 

Tanaman cabe dapat ditanam secara monokultur atau tumpangsari dengan jarak tanam bervariasi. Sehari sebelum penanaman cabe, lahan diairi (leb) bersamaan dengan pembuatan lubang tanam pada mulsa plastic hitam perak. Pemberian air pada bedengan ini bertujuan untuk memberikan kapasitas lapang pada saat penanaman cabe nantinya.

 

Cara Menanam Cabe di Lahan :

  • Siapkan bibit cabe umur 20 – 30 hari atau berdaun 2 sampai 4 helai sesuai kebutuhan.
  • Padatkan media yang berisi bibit cabe. Tempatkan bibit cabe di antara jari telunjuk dan jari tengah kemudian balik polybag kecil tadi dan tarik pangkal polybag dengan hati-hati agar tanah tidak pecah. Polybag bekas ini dapat dimanfaatkan untuk persemaian ulang.
  • Tanam bibit cabe beserta tanahnya pada lubang tanam yang telah disiapkan sehari sebelumnya.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah halus atau pupuk organic sampai batas leher akar.
  • Siram jenuh dengan larutan pupuk organik cair GDM 10%.

 

Sebaiknya proses penanaman ini dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari layu setelah penanaman.

 

Penggunaan Pupuk Organik Cair GDM setelah tanam bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan mempercepat proses pengomposan pupuk organik yang belum matang sempurna sebagai penutup lubang tanam. Pupuk organic yang belum matang sempurna merupakan salah satu sumber penyebaran penyakit tanaman. Jadi fungsi dari Pupuk Organik Cair GDM di sini selain memberikan nutrisi, menjaga kelembaban tanah, decomposer juga mencegah dari serangan hama penyakit serta mengurangi “stress periode” sesaat setelah tanam

 

Referensi :

  • Annonymous, 2015. Good Agriculture Practice, Budidaya Tanaman Cabai Merah, Food and Agriculture Organization of United Nation – Departemen Pertanian. Jakarta.
  • Annonymous, 2017. Tipspetani cabe.blogspot.co.id.
  • Priyono W, Panduan Lengkap Budidaya Cabe Merah, Guru Ilmuan.blogspot.co.id.
  • Sumarni N, Muharam A, 2005. Budidaya Tanaman Cabai Merah, Balai Penewlitian Tanaman Sayuran, Depertemen Pertanian, Jakarta.
No Comments

Ada pertanyaan atau komentar?