cara pemupukan jahe

Cara Pemupukan Tanaman Jahe Secara Tepat dan Sesuai Dosisnya

Menetapkan media tanam sangat penting dalam proses pertumbuhan jahe. Sebab tanah menjadi  sumber nutrisi bagi tanaman. Bila tanah dalam keadaan tidak sehat atau tidak memiliki yang namanya kandungan gizi yang cukup, maka tanaman pun tak akan bisa tumbuh dengan sehat dan juga cepat.

Sehingga kandungan tanah, pupuk, dan faktor lain dalam media tanam harus di perhitungkan.

Disamping itu, kondisi tanah juga memengaruhi cepat lambatnya jahe dapat dipanen.

Tanah yang baik dan disarankan memiliki ciri – ciri, yaitu tekstur tanah gembur, tidak padat tapi juga tidak terlalu berpasir, tanah berwarna gelap yang menandakan telah menyerap sinar matahari dan biasa nya akan menyimpan banyak unsur hara dan terdapat kehidupan mikro organisme di  dalamnya.

Misalkan ada cacing, atau ada binatang – binatang lainnya. Dengan adanya banyak kehidupan di  dalam tanah tersebut itu yang menandakan tanah itu subur.

Pemilihan tanah menjadi sangat penting, karena di dalam media tanam, akar jahe nantinya akan mencari sumber makanan bagi dirinya sendiri. Sehingga pastikan tanah yang digunakanpun juga memiliki kualitas yang baik.

Faktor Keberhasilan Pemupukan

Faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam keberhasilan sebuah budidaya jahe agar dapat tumbuh dengan optimal dan dapat berproduksi tinggi adalah dengan pemilihan benih/bibit, media tanam, pemupukan serta pemeliharannya.

pemupukan tanaman jahe

Bibit jahe haruslah berasal dari rimpang – rimpang yang dipanen secara optimal, sehat dan tidak ada cacat luka pada rimpang.

Selanjutnya, agar pertumbuhan tanaman seragam perlu dilakukan penyemaian benih selama 2 – 4 minggu sehingga tumbuh tunas 0,5 – 1 cm dan dranaisenya baik serta untuk media tanamnya haruslah bersifat ringan dan tentu juga porous.  

Dosis Pemupukan

Dengan media tanam berupa pasir, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:3 serta pemberian dosis dan jadwal pupuk sesuai kebutuhan tanaman.

Setelah itu Lakukan penyiraman terhadap tanaman dan pembubunan 3 – 4 kali dan kemudian pemberian pupuk organik sampai tanaman jahe dapat di panen.

Kelebihan budidaya jahe yaitu dapat dilakukan di  lahan terbatas, mudah untuk pemeliharaan dan pengendalian penyakit, dapat ditanam sepanjang waktu serta produksinya tinggi.

Waktu Pemupukan

Sebaiknya melakukan penanaman jahe dilakukan di  awal musim hujan, yakni awal September atau Oktober. Ini karena tanaman jahe perlu banyak air untuk pertumbuhannya.

Pemupukan itu merupakan bentuk penambahan nutrisi pada media tanam berupa pupuk, yang tujuannya agar media tanam tetap dan akan selalu gembur, dapat juga memberi asupan nutrisi, dan cepat segera menutup rimpang bila muncul ke permukaan.

Pemupukan itu juga dapat dilakukan pertama kali pada saat tanaman jahe segera setelah membentuk rumpun dengan tiga atau empat batang semu yang kemudian muncul.

Pemupukan selanjutnya di lakukan saat tanaman berumur dua, empat, enam bulan. Sebaik nya gunakan pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang. Gunakan pupuk organik sebanyak setengah kilogram per polibag.

Cara Aplikasi Pupuk

Menanam jahe tidak membutuhkan pekarangan yang luas. Bahkan, kita bisa menanamnya di  dalam pot berukuran 30 cm x 35 cm. Pot ini pun cukup untuk dapat menanam 3 – 4 buah jahe nya. Dalam pot tersebut, segera masukkan tanahnya sebagai media tanam jahe. Agar lebih subur, tambahkan campuran pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 ya.

Jenis Pupuk Untuk Tanaman Jahe

Untuk segera mendapatkan hasil yang maksimal, kita bisa mengunakan dari 3 jenis pupuk yang utama yaitu,

Pupuk Kompos

Pupuk kompos dalam hal ini adalah hasil pembusukan atau fermentasi tanaman atau gulma yang dapat digunakan untuk pupuk tanaman jahe.

Pupuk Kandang

Selanjutnya pupuk kandang juga sangat perlu di  gunakan untuk tanaman jahe. Dalam hal ini pupuk kandang yang di maksud adalah hasil kotoran hewan seperti ayam, kambing, sapi dan lain  –  lain sebagainya yang telah dilakukan fermentasi, seperti halnya fermentasi pupuk kandang pada umum nya.

Pupuk Organik Cair

Pupuk Organik cair juga harus di gunakan sebagai media pemupukan yang di lakukan dan juga sebagai desinfektan terhadap tanaman jahe. Memilih pupuk organik yang tepat yang memiliki kandungan lengkap seperti unsur Nitrogen (N), Fospor (P), Kalium atau Potasium (K), yang bagus untuk tanah dan tanaman.

Selain itu juga pupuk organik yang memiliki kandungan bakteri premium secara tepat akan memaksimalkan hasil pertumbuhan pada tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik cair dengan kandungan unsur lengkap pastinya memberikan kualitas yang bagus, salah satunya pupuk organik GDM.

Tahapan Pemupukan Tanaman Jahe

Bagian dari cara menanam jahe berikutnya adalah pemupukan dengan pupuk organik, baik itu pupuk kandang maupun pupuk kompos. Pada awal penanaman, taburkan pupuk ke areal tanam sesuai dosis yang di sarankan. Selanjutnya pemupukan dilakukan pada saat tanaman jahe memasuki usia 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, hingga 8 – 10 bulan.

Pemupukan Untuk Media Tanam

Isilah polybag atau karung dengan media tanam jahe yang terdiri dari campuran tanah, pasir dan pupuk kendang/kompos dengan jumlah komposisi sebanyak perbandingan 1:1:1.

Pupuk yang sebaiknya digunakan adalah pupuk organik yakni pupuk kandang yang telah difermentasikan supaya lebih mudah di serap oleh media tanam.

pemupukan untuk media tanam

Untuk pemupukan sebelum menanam jahe, maka saat olah tanah penggunaan pupuk organik menjadi salah satu hal yang dibutuhkan untuk menunjang kualitas media tanam.

Komposisi yang dibutuhkan bisa dulur aplikasikan Granule Bio Organik GDM SAME dengan dosis 150 kg/ha dengan menyebar secara merata pada bedengan. Untuk dulur yang menanam dalam pot bisa menggunakan takaran 50 gram/pot .

Selain itu gunakan kombinasi GDM Black Bos yang dosis 5 kg/ha dengan takaran 1 gelas/tangki dengan menyemprot secara merata ya lur kemudian untuk aplikasinya dalam pot bisa menggunakan dosis 1:100 liter air ya sebanyak dua gelas kemudian bisa dulur kocor pada media tanam pot.

Tahapan Perendaman Bibit Jahe

Untuk menyemai bibit jahe yang berkualitas dan memiliki kualitas tumbuhan yang bagus. Maka dulur bisa melakukan perendaman bibit jahe dengan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan serta dosis yang dibutuhkan 4 liter/ha dan takaran 1:50 yang dulur rendam selama 12 jam.

Untuk perendaman bibit jahe untuk komposisi dalam pot maka yang dibutuhkan dengan dosis 1:100 kemudian bisa dulur rendam selama 10 menit setelah itu bisa dulur angin-anginkan ya.

Hal ini bertujuan sebelum masa tanam tiba, bibit jahe dapat diminimalisir dari kontaminasi penyakit yang menempel pada bibit jahe sebab ada kandungan bakteri premium Micrococcus roseus  dari POC GDM Spesialis Pangan yang dapat meningkatkan kekebalan terhadap penyakit pada tanaman.

Pemupukan Saat Tanam

Untuk pemupukan dasar yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit jahe pada usia 0 sampai 4 bulan HST maka dulur bisa menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dengan dosis 8 liter/ha serta takarannya 2 gelas/tangka

pemupukan jahe saat tanam

Sedangkan untuk pemupukan untuk dulur yang menanam jahe dalam pot yaitu dengan dosis 50 gram/pot dengan takaran 2 gelas per tangki ya lur.Untuk waktu mengaplikasikannya pertengahan setiap seminggu sekali.

Kemudian untuk merawat kesuburan tanah sekitar tanaman jahe dalam skala besar atau budidaya maka dosis yang dibutuhkan 150 kg/ha dan untuk skala kecil menanam dalam pot dosis yang dibutuhkan 50 gram/pot ya lur dengan cara ditebar secara merata disekitar tanaman.

Kombinasi yang pas selanjutnya untuk tetap melembabkan tanah secara maksimal, dengan penggunaan GDM Black Bos dengan dosis 5 kg/ha atau untuk aplikasi dalam pot cukup 1:100 (1kg Black Bos dilarutkan dalam 100L air)

Kemudian kocor sebanyak dua gelas air mineral per pot. Untuk mengaplikasikannya dulur perlu menyemprotnya secara merata setelah GDM Granule SAME ya.

Pemupukan Perawatan Tanaman Jahe

Setelah tanaman jahe berusia lebih dari 4 bulan, untuk tetap menstabilkan pertumbuhan tanaman jahe secara maksimal.

pemupukan perawatan

Tentu hal yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan pemupukan menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dengan dosis 12 liter/ha untuk lahan besar sedangkan untuk aplikasi dalam pot dulur menggunakan takaran dosis 2 gelas per tangki lalu disemprotkan secara merata ke seluruh tanaman.

Dulur bisa mengaplikasikan POC GDM Spesialis Pangan pada waktu pertengahan 2 minggu sekali.

Keunggulan Menggunakkan Pupuk Organik Cair

Penggunaan Granule Bio Organik GDM SAME pada saat pengolahan tanah mampu menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikooganisme anaerob bekerja dengan enzim, meningkatkan unsur hara tanah, serta memperbaiki sifat kimia, fisik dan biologis tanah

Juga dapat meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan dalam tanah yang dihasilkan dari kandungan bakteri premiumnya yaitu Lactobacillus sp.

pupuk organik untuk jahe

Sedangkan untuk kombinasi tepat saat pengolahan tanah adalah GDM Black Bos yang dapat menggemburkan dan menyuburkan tanah, menunjang pertumbuhan dan perkembangan akar, juga mampu memproses dan menyediakan unsur hara mikro bagi tanaman yang dihasilkan dari bakteri premium Micrococcus roseus.

Untuk masa perawatan penggunaan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan menjadikan bakteri premium Bacillus pumillus menghasikan hormon yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, bermanfaat untuk membantu menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga dapat meningkatkan tinggi & besar batang tanaman dengan cepat dan mampu meningkatkan jumlah & luas daun pada tanaman

Pastikan dulur menggunakan kombinasi lengkap produk pupuk organik GDM Organik untuk tanaman jahe ya lur.

Share your thoughts