Pupuk Buah Naga Agar Berbuah Lebat: Jenis, Kandungan Nutrisi dan Cara Pemupukan

Kualitas budidaya buah naga menurun? mungkin Anda harus mengevaluasi kualitas pertumbuhan tanaman buah naga. Buah naga yang kurang subur, bisa jadi juga salah pemilihan pupuk untuk buah naga.

Beberapa faktor mempengaruhi kualitas tanaman buah naga yang kurang bagus dipengaruhi kekurangan unsur hara makro dan mikro.

Belum lagi jika tanaman buah naga sudah tumbuh bunga atau bakal buahnya rontok. Tentu ini sangat merugikan bagi petani? Anda tidak mau seperti itu bukan?

Maka dari itu salah satunya adalah dalam hal pemupukan buah naga yang tentunya dapat menentukan tumbuh kembang tanaman buah naga yang Anda budidayakan. Artikel ini akan memberikan sekilas pembahasannya untuk Anda.

1. Kebutuhan Nutrisi Pemupukan Buah Naga

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses budidaya buah naga, Anda perlu memperhatikan perawatan terhadap buah naga yang Anda budidayakan. Salah satu perawatan yang paling penting adalah proses pemupukan buah naga.

Anda perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh buah naga dalam pupuk yang Anda berikan. Nutrisi yang perlu diperhatikan adalah saat Anda menyiapkan media tanam dan proses pertumbuhan buah naga.

Berikut beberapa ulasan yang bisa Anda perhatikan untuk mengetahui kebutuhan nutrisi pemupukan buah naga, mulai dari media tanam hingga proses pertumbuhan buah naga budidaya milik Anda.

Untuk Media Tanam

Proses pemupukan buah naga rupanya sudah harus dilakukan semenjak Anda menyiapkan media tanam. Pada umumnya, media tanam yang dibutuhkan oleh proses budidaya buah naga adalah lahan yang gembur dan subur.

Oleh karena itu, apabila Anda memiliki lahan atau media tanam yang kurang subur dan gembur, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk membuat media tanam Anda menjadi lebih subur:

Untuk Masa Pertumbuhan

Jika Anda sudah mulai menanam buah naga untuk budidaya, tentu Anda akan mencari pupuk untuk buah naga agar cepat berbuah. Anda bisa melakukan pemupukan dengan cara yang tepat guna atau disesuaikan dengan kondisi tanaman buah naga yang Anda budidayakan.

Yang jelas, ada dua hal yang dibutuhkan dalam proses pemupukan buah naga, yaitu bakteri baik dan nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien. Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman buah naga dalam masa pertumbuhan adalah natrium, fosfor, dan kalium.

Ketiga nutrisi tersebut bisa Anda dapatkan pada pupuk alami maupun pupuk buatan pabrik yang sudah banyak digunakan selama ini. Namun, Anda juga bisa melakukan cara untuk memicu munculnya nutrisi tersebut secara alami dari dalam tanah.

Caranya adalah dengan memberikan media hidup bagi bakteri-bakteri baik, seperti Micrococcus roseus, Lactobacillus sp, Streptomyces sp, dan masih banyak lagi. Dengan Anda menghidupkan bakteri-bakteri tersebut, Anda bisa memberikan nutrisi yang cukup untuk tanaman buah naga milik Anda.

2. Pahami Kandungan Nutrisi Pupuk Buah Naga

Jika pada poin sebelumnya Anda kami berikan gambaran mengenai kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh buah naga, pada poin ini Anda akan mengenal semakin dalam seperti apa kandungan nutrisi pupuk buah naga yang baik.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pupuk untuk buah naga. Kandungan nutrisi pada pupuk buah naga agar berbuah lebat adalah adanya bakteri baik dan nutrisi yang ada di dalam tanah. Berikut ini penjelasannya untuk Anda secara lebih detail:

Mengandung Bakteri Baik

Jika melihat kebutuhan kandungan yang harus ada dalam pupuk buah naga, ada sejumlah bakteri baik yang harus disertakan dalam kandungan pupuk tersebut. Sejumlah bakteri baik itu nantinya yang akan berperan dalam proses pertumbuhan dari tanaman buah naga milik Anda.

Berikut beberapa bakteri baik yang Anda butuhkan dalam pupuk untuk buah naga agar berbuah lebat:

Bacillus brevis

Bakteri yang satu ini sangat dibutuhkan oleh tanaman buah naga untuk mencegah penyakit layu. Hal itu dikarenakan Bacillus brevis merupakan penghasil antibiotik terotrisin.

Micrococcus roseus

Tanaman buah naga sangat membutuhkan bakteri Micrococcus rosesus. Hal tersebut dikarenakan bakteri ini mampu meningkatkan kekebalan terhadap penyakit pada tanaman buah naga.

Pseudomonas alcaligenes

Selain Micrococcus roseus, ada juga bakteri Pseudomonas alcaligenes yang berfungsi untuk menekan perkembangan penyakit pada tanaman buah naga. Dengan kata lain, bakteri ini bisa disebut sebagai bioprotectan.

Bacillus pumillus

Kalau dua bakteri sebelumnya mencegah penyakit secara umum, bakteri yang satu ini berfungsi untuk mencegah proses perkembangan spora jamur yang ada pada tanaman buah naga.

Hal tersebut bisa membuat tanaman buah naga terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Streptomyces sp

Bakteri yang satu ini sangat dibutuhkan oleh tanaman buah naga karena mampu menghasilkan antibiotik alami yang mampu mengurangi penyakit layu pada tanaman. Penyakit layu yang dimaksud ini biasanya disebabkan oleh bakteri jahat.

Bacillus sp

Sama seperti Streptomyces sp, bakteri ini juga menghasilkan berbagai macam antibiotik. Beberapa antibiotik yang dihasilkan Bacillus sp adalah basitrasin, subtilin, bacilomycin, surfaktin, iturin, Erisin A dan S, dan Mersacidin.

Berbagai antibiotik tersebut berfungsi untuk mencegah tanaman buah naga yang Anda budidayakan agar tidak terkena patogen tanah yang menular.

Lalu, bagaimana cara Anda bisa mendapatkan semua bakteri baik tersebut untuk Anda aplikasikan pada tanaman buah naga milik Anda? Anda bisa mendapatkan semua itu pada produk Pupuk Organik Cair GDM.

Pupuk Organik Cair GDM memang memiliki kandungan berbagai bakteri baik yang bisa Anda manfaatkan sebagai pupuk buah naga milik Anda.

Unsur Hara Makro dan Mikro

Sama seperti halnya dengan berbagai tanaman lainnya, tanaman buah naga juga membutuhkan pupuk untuk buah naga agar cepat berbuah. Dalam pupuk perangsang buah naga tersebut, tentu harus mengandung nutrisi atau unsur hara makro dan mirko.

Setidaknya ada tiga kandungan utama atau makronutriun yang dibutuhkan dalam pupuk buah naga agar berbuah lebat, yaitu kalium, natrium, dan fosfor. Ketiga kandungan tersebut menjadi kandungan yang wajib dalam pupuk buah naga.

Selain itu, ada juga kandungan-kandungan lain yang juga dibutuhkan oleh buah naga, tetapi hanya dalam jumlah sedikit. Kandungan-kandungan tersebut, klorin, kalsium, magnesium, dan lain sebagainya.

3. Jenis Pupuk Buah Naga Agar Berbuah Lebat

Jika dilihat dari jenisnya, ada dua jenis pupuk buah naga agar cepat berbuah, yakni pupuk pabrikan/kimiawi dan pupuk organik. Berbagai nama pupuk untuk buah naga yang dibuat pabrik pun ada banyak, tergantung kandungan yang ada di dalamnya.

Beberapa pupuk pembesar buah naga yang masuk ke dalam kategori pabrikan, seperti pupuk TSP, KCL, ZA, NPK, dan ZPT. Sementara itu, ada juga berbagai jenis pupuk organik yang akan dibahas secara lebih mendetail pada bagian di bawah ini.

Pupuk Organik Untuk Memperbesar Buah Naga

Setidaknya, ada beberapa jenis pupuk organik yang dibutuhkan oleh tanaman buah naga selama proses budidayanya. Pada awal tanam, Anda akan membutuhkan pupuk kompos yang juga diikuti dengan abu sekam pagi, pupuk kandang, dan top soil.

Sementara pada bulan pertama hingga bulan keenam pertumbuhan tanaman buah naga, Anda akan membutuhkan pupuk kandang dalam proses pemupukan tanaman buah naga milik Anda.

Mulai dari bulan ketujuh hingga kesepuluh, Anda perlu memberikan secara selang-seling antara air seni kambing dan pupuk kandang. Anda perlu memperhatikan takaran yang harus Anda berikan kepada tanaman buah naga milik Anda.

pupuk untuk buah naga

Selain berbagai pupuk organik di atas, Anda juga bisa menggunakan produk khusus dari GDM yang bernama Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah . Pupuk yang satu ini merupakan pupuk buatan yang menggunakan 100% bahan organik dalam proses pembuatannya.

Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah memiliki kandungan bakteri baik dan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman buah naga budidaya milik Anda. Kandungan-kandungan seperti kalium, natrium, fosfor, kalsium, karbon, dan magnesium sudah ada dalam Pupuk Organik Cair GDM.

Anda bisa menggunakan produk pupuk ini untuk berbagai usia tanaman buah naga, termasuk sebagai pupuk buah naga saat berbunga, yang merupakan saat-saat paling menentukan dalam proses budidaya buah naga.

4. Cara Pemupukan Buah Naga

Karena saking banyaknya kandungan dalam Pupuk Organik Cair GDM, Anda mungkin akan bertanya-tanya mengenai cara memupuk buah naga dengan menggunakan produk pupuk cair yang berbahan 100% organik ini.

Berikut kami akan menjelaskan sedikit menganai cara pemupukan buah naga dengan menggunakan Pupuk Organik Cair GDM yang memiliki banyak manfaat:

Tanaman buah naga berumur 0 hingga 1 tahun

Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam cara memupuk buah naga yang masih berusia 0 hingga 1 tahun, yakni:

GDM SAME DAN BLACKBOS
  1. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan menyebarkan secara merata terlebih dulu produk GDM Granule SAME. GDM Granule SAME disebarkan pada sekitar perakaran. Dosis yang perlu Anda aplikasikan adalah 150 kg/ha atau jika dikonversi menjadi 15 gram/m2.
  2. Lalu, Anda bisa menambahkan GDM Black BOS dengan takaran 1 gelar air mineral per tangki untuk disemprotkan merata ke permukaan tanah. Dosis yang digunakan adalah 5 kg/ha lahan.
  3. Baru ketika Anda sudah melakukan aplikasi kedua produk di atas, Anda bisa mulai menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah. Caranya adalah dengan memasukkan 500 ml atau setara dengan 2 gelas mineral ke dalam tangki. Anda tinggal menyemprotkannya ke seluruh tanaman buah naga milik Anda.

Tanaman buah naga berumur lebih dari 1 tahun

Langkah yang perlu dilakukan pada tanaman buah naga berumur lebih dari 1 tahun sebenarnya sama dengan proses pemupukan yang dilakukan pada tanaman buah naga berumur 0 hingga 1 tahun.

Hanya saja, Anda perlu menambahkan dolomit atau kapur pertanian untuk menjaga pH tanah agar tetap stabil. Anda hanya perlu menaburkan secara merata pada tanah yang Anda gunakan untuk membudidayakan tanaman buah naga.

5. Waktu Pemupukan

Satu hal yang membedakan perlakuan antara tanaman buah naga berusia 0 hingga 1 tahun dengan tanaman buah naga berusia lebih dari 1 tahun adalah pada waktu pemupukannya. Berikut perbedaanya:

a. Tanaman buah naga berumur 0 hingga 1 tahun

  1. Pada fase ini, Anda perlu memberikan GDM Granule SAME dengan durasi pemupukan selama empat bulan sekali.
  2. Sama halnya dengan GDM Granule SAME, pemberian GDM Black BOS juga perlu dilakukan selama empat bulan sekali.
  3. Sementara itu, untuk pemberian Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah, Anda perlu memberikannya selama seminggu sekali.

b. Tanaman buah naga berumur lebih dari 1 tahun

  1. Berbeda dengan tanaman buah naga yang berusia 0 hingga 1 tahun, Anda perlu memberikan GDM Granule SAME selama enam bulan sekali pada fase ini.
  2. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan pemberian GDM Black BOS. Jika pada fase sebelumnya Anda perlu memberikannya selama empat bulan sekali, pada fase ini Anda perlu memberikannya selama tiga bulan sekali.
  3. Namun, untuk pemberian Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah masih sama, yakni selama seminggu sekali.
  4. Sementara untuk pemberian dolomit dilakukan selama setahun sekali.

Proses pemupukan buah naga yang tepat dapat menghasilkan tanaman buah naga yang sehat dan tidak gampang rontok. Terpenuhinya unsur hara makro dan mikro yang membuat buah naga semakin lebih baik. Jika Anda mengalami kendala dalam budidaybudidaya buah naga, Anda bisa berkonsultasi dengan tim ahli pertanian kami melalui tombol dibawah ini secara GRATIS:

Share your thoughts