pemupukan kopi

Cara Pemupukan Kopi dan Perawatannya, Untuk Meningkatkan Keuntungan Berlipat

Kualitas kopi sangat menentukkan harga jualnya, oleh sebab itu tak semua kopi memiliki kualitas mutu sebab itu tergantung dari cara perawatan hingga pemupukannya.

Tentu saja untuk meningkatkan kualitas harga jual maupun mutu pada kopi, diperlukan pemilihan teknis pemupukan secara tepat.

Salah satunya dengan petani kopi di daerah Ciwidey, Jawa Barat. Beliau sekarang ini fokus untuk merawat tanaman kopi secara organik.

Hasilnya? berikut dulur bisa menyimak video petani kopi ciwidey:

Pemupukan kopi secara organik adalah salah satu kunci terbaik dalam mendapatkan hasil panen yang besar.

Hal ini dikarenakan pemupukan tanaman kopi secara organik memiliki manfaat dalam:

  1. Meningkatkan ketersediaan senyawa organik dan unsur hara didalam tanah.
  2. Meningkatkan kesuburan tanah.
  3. Meningkatkan produktivitas tanaman.
  4. Mempercepat pertumbuhan tanaman.
  5. Meningkatkan mutu buah agar lebih baik, sehat dan berkualitas.
  6. Menunjang aktivitas mikroorganisme didalam tanah.
  7. Mencegah penularan penyakit.
  8. Membantu dalam mencegah serangan nematoda dan parasit.

Itu adalah manfaat pemupukan kopi secara organik. Tidak hanya menyuburkan tanah, pemupukan kopi secara organik juga terbukti bisa mengendalikan serangan hama penyakit.

Setelah mengetahui manfaat pupuk organik untuk tanaman kopi, maka selanjutnya dulur perlu memilih pupuk kopi paling bagus yang dapat memberikan manfaat optimal.

Agar dulur bisa memilih pupuk kopi organik terbaik, berikut ini adalah caranya:

Memilih Pupuk Untuk Kopi

1. Pilih Pupuk Organik Yang Mengandung Unsur Hara Makro

Dulur harus Pupuk organik organik yang mengandung unsur hara makro lengkap, N, P dan K. Unsur hara makro ini sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi.

Masing-masing unsur hara N, P dan K memiliki peran penting yang harus dulur ketahui. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah fungsi dari masing-masing unsur tersebut:

a. Manfaat Unsur Hara Nitrogen (N)

Tanaman kopi yang sehat berawal dari pemenuhan unsur (N) tercukupi
Tanaman kopi yang sehat berawal dari pemenuhan unsur (N) tercukupi
  • Unsur hara N adalah unsur hara yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman kopi. Ini dikarenakan unsur hara N menyusun 1-5% berat tanaman kopi.
  • Unsur hara N ini paling baik didapatkan dari pupuk organik, karena tanaman menyerap unsur N dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan ion nitrat (NO3).
  • Unsur N ini bertugas untuk menyusun asam amino (protein), nukleotida, asam nukleat dan klorofil. Oleh karena itulah, tanaman kopi yang mendapatkan unsur N dalam jumlah cukup akan tampak lebih hijau, pertumbuhannya lebih cepat, percabangan tumbuh dengan baik, dan buah kopi mengandung protein dalam jumlah yang sesuai.
  • Sedangkan tanaman kopi yang mengalami kekurangan unsur N akan mengalami beberapa gangguan, seperti tanaman berwarna kekuningan, pertumbuhan terhambat (kerdil), cabang sedikit, buah mudah rontok dan daun lebi mudah kering lalu gugur.

Mengingat pentingnya unsur N untuk tanaman kopi, maka dulur disarankan untuk menggunakan pupuk organik yang sudah jelas mengandung N dalam jumlah terukur (tidak terlalu banyak dan terlalu sedikit).

b. Manfaat Unsur Hara Phosphor (P)

Selain unsur N, unsur P juga harus didapatkan oleh tanaman. Ini dikarenakan unsur P dibutuhkan untuk transfer energi ke seluruh aktivitas metbolisme tanaman sekaligus untuk penyimpanan.

Unsur P didapatkan dari ion H2PO4 yang ada di alam.

Oleh karena itulah, pengaplikasian pupuk organik yang memiliki kandungan P terukur sangat baik untuk diberikan.

Selain untuk transfer energi pada metabolisme tanaman, unsur P juga memiliki manfaat penting untuk tanaman kopi.

Biji kopi yang sehat berawal dari pemenuhan unsur (P) tercukupi
Biji kopi yang sehat berawal dari pemenuhan unsur (P) tercukupi

Berikut ini adalah fungsi unsur P untuk tanaman kopi:

  1. Menunjang pertumbuhan akar dan sistem perakaran yang baik.
  2. Menunjang proses pertumbuhan tanaman.
  3. Menunjang pembentukan bunga sekaligus mempertahankan bunga agar tidak rontok.
  4. Menunjang pembentukan buah kopi, beserta proses pematangannya.
  5. Membantu proses pembentukan kekebalan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Itu adalah peran unsur P untuk tanaman kopi. Selain perlu mengetahui fungsi unsur P, dulur juga harus mengetahui bagaimana ciri-ciri tanaman kopi yang kekurangan unsur P:

  1. Pertumbuhan tanaman akan terhambat (kerdil).
  2. Akar pendek dan tidak kuat, karena sistem perakaran tidak berkembang.
  3. Daun yang seharusnya hijau, tampak keunguan dan kecil.
  4. Bunga/buah tidak lebat.
  5. Buah tidak banyak terbentuk, meski bunga cukup banyak.
  6. Produktivitas rendah.

Sebagai unsur hara makro, P dibutuhkan tanaman dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan unsur N.

Selain unsur N dan P, tanaman juga membutuhkan unsur hara K untuk membantu proses aktivator enzim. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah manfaat unsur hara K.

c. Manfaat Unsur Hara Kalium (K)

Unsur hara K sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ini dikarenakan unsur K memiliki manfaat untuk:

Tanaman kopi kurang sehat berawal dari pemenuhan unsur (K) kurang tercukupi
Tanaman kopi kurang sehat berawal dari pemenuhan unsur (K) kurang tercukupi
  1. Berperan sebagai aktivator enzim yang sangat dibutuhkan tanaman.
  2. Membantu proses penyerapan air dan unsur hara ke tubuh tanaman.
  3. Mengoptimalkan proses asimilasi dari daun ke seluruh jaringan tanaman.
  4. Itu adalah manfaat dari unsur hara K pada tanaman. Unsur hara K dibutuhkan dalam jumlah cukup oleh tanaman, karena 0,5-6% berat kering tanaman kopi terdiri dari unsur hara K. Jika tanaman mengalami defisiensi unsur K, maka tanaman akan mengalami gangguan berikut:
  5. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu (kerdil).
  6. Tanaman mengalami klorosis, dengan ciri tanaman menjadi berubah warna menjadi pucat.
  7. Helai daun mengalami perubahan warna berbentuk huruf V.

Itu adalah manfaat unsur hara makro untuk tanaman kopi. Namun, selain unsur hara makro, tanaman kopi juga membutuhkan unsur hara mikro.

2. Pilih Pupuk Organik Yang Mengandung Unsur Hara Mikro

Unsur hara mikro sangat penting untuk diterima oleh tanaman kopi. Sebab, tanpa adanya unsur hara mikro, tanaman tidak akan bisa tumbuh dan berkembang.

Terlebih, kopi adalah jenis tanaman yang membutuhkan unsur hara dalam jumlah banyak.

Beberapa macam unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman kopi adalah:

  • Na
  • Ca
  • Mg
  • Fe
  • Cu
  • Zn
  • Mn
  • B
  • Co
  • Mo.

 Unsur hara mikro ini berperan dalam menunjang pertumbuhan tanaman kopi, proses pembungaan, pembuahan, hingga menjaga tanaman agar tidak sakit terserang hama penyakit.

Pastikan dulur memilih pupuk organik yang mengandung unsur hara mikro lengkap dan sudah terukur. Sehingga tanaman tidak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

3. Pilih Pupuk Organik Yang Mengandung Bakteri Apatogen (Bakteri Baik)

Bakteri aptogen adalah bagian dari mikroorganisme yang sangat dibutuhkan tanaman. Bakteri ini berperan dalam menguraikan dan menghasilkan enzim yang dibutuhkan tanaman.

Selain itu, bakteri juga berperan dalam menguraikan hara yang dihasilkan dari jasad renik, sisa tanaman, dan lainnya yang ada didalam tanah.

Pastikan pupuk yang dulur gunakan mengandung bakteri apatogen pilihan yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

bakteri yang terdapat pada pupuk organik

Beberapa jenis bakteri penting yang harus ada dalam pupuk organik dulur adalah

  • Bacillus brevis
  • Bacillus pumillus
  • Bacillus mycoides
  • Klebsiella oxytoca
  • Pseudomonas alcaligenes
  • Micrococcus roseus
  • Pseudomonas mallei.

Itu adalah cara memilih pupuk untuk kopi. Pastikan dulur memilih pupuk organik yang mengandung unsur hara makro, mikro dan bakteri baik (apatogen).

Selanjutnya, dulur perlu memilih pupuk organik yang memiliki kandungan lengkap seperti ketentuan diatas.

4. Pupuk Kopi Paling Bagus

Pupuk kopi paling bagus yang terbuat dari bahan organik harus mengandung unsur hara makro, mikro dan bakteri baik.

Nah, pupuk organik terbaik yang bisa dulur bisa memilih Pupuk Organik merk GDM Organik.

Pupuk GDM Organik telah terbukti bisa meningkatkan hasil panen secara drastis dan berkelanjutan karena mengandung unsur hara makro, mikro dan mengandung bakteri apatogen (bakteri baik).

untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah kandungan yang terdapat didalam Pupuk GDM Organik:

  1. Mengandung unsur hara makro N,P,K.
  2. Mengandung unsur hara mikro Na, Ca, Mg, Fe, Cu, Zn, Mn, B, Co, dan Mo.
  3. Mengandung bakteri baik seperti Bacillus brevis, Bacillus pumillus, Bacillus mycoides, Klebsiella oxytoca, Pseudomonas alcaligenes, Micrococcus roseus, Pseudomonas mallei, Bacillus subtilis, Pseudomonas stutzeri, Streptomyces sp. Lactobacillus sp. dan Bacillus sp.
  4. Terbuat dari bahan-bahan pilihan seperti limbah organik, rumput laut, minyak hewani, alga dan bakteri pilihan.
pupuk untuk kopi

Produk GDM Organik untuk kopi dibuat dengan teknologi modern dan menghasil 3 produk unggulan, yaitu GDM SaMe Granule Bio Organic, Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan dan GDM Black BOS.

Selain produk yang lengkap, penggunaan produk GDM Organik juga sangat mudah. Berikut ini adalah cara pemupukan kopi yang baik dan benar:

Cara Pemupukan Kopi Beserta Dosis Pemupukan Kopi

Cara pemupukan kopi yang baik dan benar harus mengikuti dosis yang dianjurkan.

Selain agar bisa menghasilkan hasil panen buah kopi yang optimal, pemupukan kopi sesuai dosis juga dapat meningkatkan keuntungan yan optimal.

Begini panduan cara mengaplikasikan pupuk untuk tanaman kopi:

a. Pemupukan Dasar Tanaman Kopi

Saat pengolahan lahan, maka lahan membutuhkan tambahan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Berikut ini adalah cara pemupukan kopi saat pengolahan lahan:

GDM SAME DAN BLACKBOS
  1. Tebarkan secara merata dan campurkan dengan tanah bagian atas, GDM SaMe Granule Bio Organic. Dosis yang disarankan adalah 150 kg/ha.
  2. Siapkan tangki semprot, lalu isi dengan air hingga penuh. Masukkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS kedalam tangki semprot tersebut, aduk, kemudian semprotkan ke seluruh permukaan tanah. Dosis yang disarankan adalah 10 kg/ha.

b. Pemupukan Tanaman Kopi Setelah Tanam

  1. Siapkan tangki semprot, lalu isi dengan air hingga penuh. Masukkan 1 gelas air mineral Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan kedalam tangki semprot tersebut.
  2. Kemudian aduk secara merata hingga homogen, kemudian semprotkan ke seluruh permukaan tanaman. Dosis yang disarankan adalah 5 liter/ha.
pupuk organik cair gdm spesialis kebun 5ltr

c. Pemupukan Tanaman Kopi Berusia 0-3 Bulan

  1. Kocorkan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan  dengan dosis 5 ml/pohon atau 8 liter/ha. kemudian kocorkan ke setiap tanaman.
  2. Ulangi pengaplikasian setiap 1 minggu sekali.

d. Pemupukan Tanaman Kopi Berusia 6-12 Bulan

GDM GRANULE SAME
  1. Tebarkan secara merata GDM SaMe Granule Bio Organic ke seluruh permukaan tanah. Dosis yang disarankan adalah 150 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan sekali.
  2. Siapkan tangki semprot, lalu isi dengan air hingga penuh. Masukkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS kedalam tangki semprot tersebut, aduk, kemudian semprotkan ke seluruh permukaan tanah. Dosis yang disarankan adalah 10 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan sekali.
  3. Campurkan air dengan 10 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan kemudian kocorkan ke setiap 1 pohon. Ulangi pengaplikasian setiap 2 minggu sekali.

e. Pemupukan Tanaman Kopi Berusia 1-4 Tahun

  1. Tebarkan secara merata GDM SaMe Granule Bio Organic ke seluruh permukaan tanah. Dosis yang disarankan adalah 150 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan sekali.
  2. Siapkan tangki semprot, lalu isi dengan air hingga penuh. Masukkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS kedalam tangki semprot tersebut, aduk, kemudian semprotkan ke seluruh permukaan tanah. Dosis yang disarankan adalah 10 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan sekali.
  3. Campurkan air dengan 10 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan, kemudian kocorkan ke setiap 1 pohon. Ulangi pengaplikasian setiap 2 minggu sekali.
gdm black bos (bio organic stimulant)
BLACK BOS merupakan Bio Organic Stimulant berbentuk konsentrat tinggi (pasta)

f. Pemupukan Tanaman Kopi Berusia >4 Tahun

  1. Tebarkan secara merata GDM SaMe Granule Bio Organic ke seluruh permukaan tanah. Dosis yang disarankan adalah 150 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan sekali.
  2. Siapkan tangki semprot, lalu isi dengan air hingga penuh. Masukkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS kedalam tangki semprot tersebut, aduk, kemudian semprotkan ke seluruh permukaan tanah. Dosis yang disarankan adalah 10 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan sekali.
  3. Campurkan air dengan 15 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan, kemudian kocorkan ke setiap 1 pohon. Ulangi pengaplikasian setiap 2 bulan sekali.

Nah, itu adalah cara pemupukan tanaman kopi beserta rekomendasi pupuk kopi paling bagus.

Cara Merawat Tanaman Kopi

Selain pemupukan kopi secara organik, dulur juga harus melakukan perawatan kopi dengan optimal.

Sebab, tanpa perawatan kopi yang baik, maka hasil panennya juga tidak dapat optimal.

Lalu, bagaimana cara merawat tanaman kopi agar berbuah lebat? yuk simak penjelasan berikut ini:

1. Pemangkasan Tanaman Kopi

a. Pemangkasan Batang Tunggal

Pemangkasan batang tunggal pada tanaman kopi, utamanya kopi atabisa memiliki banyak kelebihan. Diantaranya adalah:

pemangkasan tanaman kopi
  1. Mempermudah perawatan, karena tinggi tanaman dapat terkontrol (tidak terlalu tinggi).
  2. Cabang produksi lebih banyak.
  3. Cahaya matahari menjadi lebih mudah masuk diantara pokok tanaman.
  4. Memperlancara sirkulasi udara diantara tanaman maupun diantara tajuk tanaman.
  5. Mempermudah pemantauan, pencegahan dan pengandalian hama penyakit.
  6. Mencegah terjadinya fluktuasi (perubahan secara drastis) pada produksi buah.
  7. Mencegah kematian tanaman akibat pembuahan kopi yang berlebihan (overbearing dieback).
  8. Mencegah terjadinya kekeringan.

Perawatan tanaman kopi yang tepat akan meminimalisir seranga penyakit, salah satunya penyakit karat daun pada kopi. Berikut Anda bisa menyimak ulasa tim RnD kami:

Itu adalah manfaat dari pemangkasan batang tunggal. Selanjutnya, dulur perlu mengetahui cara pemangkasan kopi dalam upaya perawatan kopi. Berikut ini adalah panduannya:

b. Pangkas Bentuk Kopi Etape 1

  1. Perhatikan cabang primer kopi, dan pastikan pohon kopi sudah memiliki ketinggian >1 m.
  2. Penggal cabang primer tersebut dengan ketinggian 80-100 cm.
  3. Potong cabang pada ruas ke 2 dan ke 3.
  4. Biarkan tunas tumbuh kembali pada cabang primer tersebut.
  5. Potong kembali beberapa bagian tunas yang tumbuh pada cabang primer tersebut secara selektif.
  6. Potong/bersihkan wiwilan yang tersisa pada batang, agar pertumbuhan cabang optimal dan kokoh.

c. Pangkas Bentuk Kopi Etape 2

Setelah terbentuk etape 1 dan tumbuh dengan kuat, selanjutnya buat cabang etape 2. Berikut ini adalah caranya:

  1. Setelah cabang pada etape 1 tumbuh dengan kuat, selanjutnya biarkan 1 wiwilan tumbuh keatas. Nantinya, wiwilan tersebut akan tumbuh dan berperan sebagai bayonet.
  2. Buang cabang plagiotrop terbawah, kemudian sisakan satu cabang tegak untuk etape 2.
  3. Pastikan cabang untuk etape 2 memiliki ketinggian 120-140 cm.
  4. Setelah cabang etape 2 terbentuk, terus lakukan perawatan agar cabang tetap sesuai dengan yang sudah dibuat.

d. Pangkas Bentuk Kopi Etape 3

Setelah terbentuk etape 1 dan tumbuh dengan kuat, selanjutnya buat cabang etape 2. Berikut ini adalah caranya:

  1. Setelah cabang pada etape 1&2 tumbuh dengan kuat, selanjutnya biarkan 1 wiwilan tumbuh keatas. Nantinya, wiwilan tersebut akan tumbuh dan berperan sebagai bayonet.
  2. Buang cabang plagiotrop terbawah, kemudian sisakan satu cabang tegak untuk etape 3.
  3. Pastikan cabang untuk etape 3 memiliki ketinggian 160-180 cm.
  4. Setelah cabang etape 1,2, dan 3 terbentuk, terus lakukan perawatan agar cabang tetap sesuai dengan yang sudah dibuat.

Itu adalah panduan cara memangkas cabang tanaman kopi dengan metode pemangkasan batang tunggal.

Harapannya, dengan dilakukan pemangkasan tersebut, tanaman kopi bisa berbuah dengan lebat, biji yang dihasilkan besar, dan terus berbuah (continue).

2. Perawatan Tanaman Kopi Agar Berbuah Lebat

Selain melakukan pemangkasan, dulur juga harus melakukan perawatan kopi dengan baik dan benar. Ini bertujuan agar produktivitas tanaman kopi dapat optimal. Berikut ini adalah panduan cara merawat tanaman kopi:

perawatan tanaman penaung kpi

a. Pemangkasan Cabang Tidak Produktif

  • Pemangkasan ini bertujuan agar keseimbangan kerangka tanaman yang diperoleh dari pangkasan bentuk sebelumnya (penjelasan diatas pada poin 6) tetap terjaga.
  • Cara pemangkasan lewat panen adalah dengan memangkas cabang tidak produktif yang sudah tua (Biasanya sudah pernah berbuah 2-3 kali).
  • Selain cabang tua, dulur juga harus memangkas beberapa jenis cabang, seperti cabang balik, cabang liar, cabang cacing, wiwilan (tunas air) dan cabang yang terserang hama-penyakit serta susah ditangani.

b. Pengelolaan Tanaman Penaung

  • Tanaman penaung memiliki peran yang sangat penting bagi tanaman kopi. Meski begitu, tanaman penaung ini juga tetap harus dirawat dengan baik agar fungsi utamanya sebagai penyaring (difuse) sinar matahari dapat optimal.
  • Dulur harus memangkas/merempes/mengurangi cabang pada tanaman penaung agar tidak terlalu rimbun. Beberapa jenis tanaman penaung, seperti maghonia, lamtoro, gamal dll perlu dipangkas setiap 4-5 bulan sekali.
  • Pemangkasan tanaman penaung ini juga harus diperhatikan. Pastikan tanaman penaung tidak lebih rendah dari tanaman kopi dan juga tidak terlalu tinggi, agar peredaran udara dan masuknya cahaya dapat optimal.
  • Lakukan pemangkasan pada tanaman penaung hingga ketinggian yang optimal. Ketinggian tanaman penaung kopi yang disarankan adalah 1-2 m diatas tinggi kopi.

c. Pembersihan Lahan

  • Pembersihan lahan adalah salah satu hal yang juga sangat penting dalam perawatan tanaman kopi. Sebab, lahan kopi yang terlalu rimbun ditumbuhi gulma akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman kopi.
  • Dulur  bisa melakukan pembersihan lahan dengan cara mekanik ataupun kimia. Secara mekanik, Dulur bisa mencangkuli tanah disekitar lubang tanaman kopi.
  • Selain berfungsi untuk menggemburkan tanah, mencangkuli tanah disekitar tanaman kopi juga berfungsi untuk menhilangkan gulma pengganggu tanaman kopi.
  • Jika dulur membersihkan lahan secara kimia, dulur hanya perlu menggunakan herbisida sesuai dosis dan disemprotkan ke lahan tanaman kopi. Meski begitu, pastikan dulur tidak menyemprot bagian tanaman kopi, agar tidak meracuni tanaman kopi.

Nah, itu adalah panduan cara merawat tanaman agar berbuah lebat dan pemupukannya. Bagaimana? Cukup mudah bukan?

Jika dulur memiliki beberapa pertanyaan terkait cara merawat kopi ataupun cara pemupukan tanaman kopi dengan system organik, silahkan klik ikon whatsapp berikut ini untuk berkonsultasi dengan tim ahli kami:

Share your thoughts