Pakan Fermentasi Bebek Terbaik: Jenis, Kandungan Nutrisi dan Cara Pembuatan

Dalam usaha ternak bebek, masalah pakan merupakan salah satu aspek penunjang yang paling utama. Salah satu alternatif yang dapat Anda pilih untuk  memenuhi kebutuhan pakan bebek yang kaya nutrisi adalah dengan memanfaatkan pakan fermentasi bebek.

Pakan fermentasi bebek dapat menjadi alternatif yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pakan yang bernutrisi untuk ternak bebek.

Di samping itu, pakan alternatif ini juga membantu Anda menekan biaya pakan karena membuat pakan fermentasi bebek sendiri jauh lebih murah ketimbang membeli pakan buatan pabrik.

Sumber pakan fermentasi bebek yang baik setidaknya harus memenuhi nutrisi utama yaitu karbohidrat (sebagai sumber energi) dan protein. Lebih baik lagi jika pakan mengandung nutrisi tambahan berupa mineral zat fosfor, kalsium, dan vitamin lain yang akan menunjang pertumbuhan ternak bebek.

1. Jenis Bahan Pakan Fermentasi Bebek

Dalam membuat pakan fermentasi bebek secara mandiri, Anda dapat memanfaatkan bahan-bahan di sekitar yang mudah untuk didapatkan.

Bahan-bahan itu seperti limbah produksi berupa ampas tahu, ampas kelapa, dedak, serta sisa pertanian atau perkebunan seperti gedebok pisang.

Menurut beberapa penelitian, bahan-bahan tersebut dinilai memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk pakan fermentasi bebek.

Berikut ini kumpulan fermentasi pakan bebek yang bisa Anda temukan di lingkungan sekitar. Cermati daftar kandungan nutrisi dari bahan-bahan pakan tersebut:

Ampas Tahu

pakan ampas tahu

Ampas tahu dapat diolah sebagai pakan fermentasi bebek. Bahan ini merupakan sisa limbah pengolahan tahu yang berbahan dasar kedelai. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam ampas tahu didominasi oleh protein. Selengkapnya sebagai berikut:

  • Protein sekitar 23,5 %
  • Karbohidrat sekitar 27%
  • Abu sekitar 17%
  • Lemak sekitar 5,5%
  • Serat sekitar 16,5%
  • Air sekitar 17%

Karena kandungan nutrisinya yang baik seperti di atas, ampas tahu memang lazim dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak, termasuk sebagai bahan pakan fermentasi bebek.

Ampas Kelapa

ampas kelapa

Ampas kelapa juga dapat menjadi pilihan bahan pakan fermentasi bebek. Bahan ini didapat melalui sisa pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa. Ampas kelapa mengandung kadar nutrisi seperti:

  • Protein  5,78%
  • Lemak 38,24%
  • Serat kasar 15,07%
  • Galaktomanan 61%
  • Manan 26%
  • Selulosa 16% 

Dedak Padi

pakan dedak padi

Dedak padi berasal dari sisa penggilingan padi dan umum digunakan untuk pakan alternatif ternak. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam dedak padi antaranya:

  • Kadar air maks 13%
  • Kadar abu maks 11%
  • Protein kasar minimal 11,9-13,4%
  • Serat kasar min 10-16%
  • Kadar lemak maksimal 15%
  • TDN 70,5-81,5%
  • Energi metabolisme 2730 kkal/kg,
  • Mineral Ca 0,1% dan P 1,51%

Azolla

pakan azolla

Azolla sendiri merupakan salah satu jenis tanaman paku yang hidup di perairan. Biasanya, Anda bisa menemukan tanaman ini pada lahan yang digenangi oleh air, seperti persawahan dan rawa-rawa.

Azolla sendiri sebenarnya hidup dengan melakukan simbiosis dengan alga bernama Anabaena azollae. Keduanya hidup berdampingan saling menguntungkan. Azolla menjadi tempat tumbuh alga, sementara alga mengambil unsur oksigen dan nitrogen dari lingkungan sekitar.

Azolla sendiri bisa dibilang merupakan salah satu jenis makanan ternak yang saat ini tengah banyak digandrungi oleh banyak orang. Bahkan, bisa dibilang Azolla menjadi salah satu makanan ternak favorit karena memiliki berbagai keunggulan.

Tanaman berjenis paku-pakuan ini memiliki kandungan gizi dan nutrisi untuk hewan ternak yang sangat lengkap. Selain itu, Azolla juga bisa dibudidayakan sendiri oleh para peternak dengan sangat mudah.

Azolla juga merupakan pakan organik yang bisa dibilang memiliki nutrisi yang tak kalah lengkap jika dibandingkan dengan pakan buatan pabrik. Berikut kandungan lengkap yang dimiliki oleh Azolla sebagai pakan ternak, khususnya bebek:

  1. Nitrogen               : 4,5%
  2. Fosfor                   : 0,7%
  3. Kalsium                : 0,7%
  4. Kalium                  : 3,3%
  5. Magnesium          : 0,6%
  6. Mangaan              : 0,1%
  7. Besi                      : 0,2%
  8. Protein kasar        : 27%
  9. Lemak kasar        : 3,2%
  10. Gula                     : 3,5%
  11. Amilium                : 6,5%
  12. Klorofil                  : 0,5%
  13. Abu                       : 10,5%
  14. Serat kasar          : 9,1%

Sebelum Azolla bisa digunakan sebagai pakan fermentasi bebek, Anda bisa membuat Azolla dalam bentuk fermentasi lebih dulu agar lebih mudah. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kumpulkan Azolla yang memang sudah dipanen dan siap untuk dibuat. Masukka ke dalam air dan cuci hingga bersih dari lumpur. Jika sudah, jangan lupa keringkan Azolla tersebut dengan diangin-anginkan.
  2. Azolla segar yang sudah siap tadi disemprot dengan bakteri pengurai. Anda bisa mendapatkannya di berbagai toko dan pasar. Jangan lupa untuk dibolak-balik agar lebih merata.
  3. Jika sudah merata, masukkan Azolla tersebut ke dalam plastik atau drum besar jika Anda membuat dalam jumlah besar. Diamkan Azolla tersebut dan ditutup dengan rapat. Tunggu hingga tujuh hari.
  4. Jika sudah jadi, Anda bisa menggunakan Azolla hasil fermentasi tersebut kepada bebek budidaya Anda. Anda tinggal mencampurkannya dengan berbagai bahan agar lebih bernutrisi.

2. Komposisi Bahan Pakan Fermentasi Bebek

Dalam pembuatan pakan fermentasi bebek, Anda hendaknya menggunakan campuran dari beberapa bahan pakan yang telah disebutkan di atas.

Hal tersebut dilakukan untuk mengombinasikan kandungan nutrisi dari masing-masing bahan agar menghasilkan pakan fermentasi bebek yang lengkap nutrisinya.

Anda bisa mengolah makanan fermentasi bebek dengan komposisi dan perbandingan berikut:

  • Dedak 25 %, ampas tahu 25 %, nasi aking 25 %, azolla 10 %, daun singkong 10 %, dan jagung giling 5 %.
  • Azolla 20 %, ampas tahu 25 %, nasi aking 25 % ( nasi bekas ), bekatul 25 %, jagung giling 5 %, dan gula pasir 5 %.

3. Manfaat Pakan Fermentasi Bebek

Pakan fermentasi bebek bisa memberi manfaat lebih besar daripada yang Anda duga. Membuatnya sendiri memang butuh waktu, tenaga, dan ketekunan. Namun mengingat sejumlah manfaatnya, pakan fermentasi bisa menjadi solusi terbaik yang Anda butuhkan.

Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari pakan fermentasi bebek, di antaranya:

  • Bobot badan bebek pedaging meningkat dan kualitas dagingnya baik. Tebal dan kenyal.
  • Mampu memperbaiki organ reproduksi bebek, organ pencernaan, dan profil darah
  • Tidak mengganggu kualitas telur, bahkan bisa meningkatkan kualitasnya.
  • Mengurangi kandungan amonia pada kotoran bebek.
  • Meringankan biaya pakan bebek. Pakan fermentasi yang dibuat sendiri dengan bahan yang mudah didapat bahkan gratis bisa menekan pengeluaran.
  • Meningkatkan pertumbuhan bebek pedaging maupun petelur dengan efisiensi nutrisi yang lengkap.
  • Menambah nafsu makan ternak karena dibuat dari bahan organik.
  • Mengurangi dampak negatif limbah dan gulma lingkungan. 
  • Pakan fermentasi bebek dapat disimpan sampai berbulan-bulan dengan syarat: Anda menyimpan dalam wadah tertutup rapat. Pastikan agar hasil fermentasi tidak terkontaminasi dengan udara atau zat lain dari luar.

4. Syarat Pemberian Pakan Fermentasi Bebek

Ada kondisi tertentu di mana bebek dapat beradaptasi dengan baik terkait pergantian pakan. Meski produk pakan fermentasi bebek adalah produk dengan nutrisi dan rasa yang disukai oleh ternak, Anda perlu memperhatikan sejumlah syarat ketika memberi ternak Anda makan, di antaranya:

  1. Bebek yang baik diberi jenis pakan fermentasi adalah yang sudah berumur 20 hari atau lebih.
  2. Berikan pakan fermentasi bebek secara bertahap dan bertingkat kuantitasnya. Anda perlu memperhatikan apakah ternak memberi respon positif atau tidak. Bebek bisa saja tidak mau makan karena jenis pakan mendadak berubah. Bebek mungkin mengira bahwa yang Anda berikan bukan makanannya. Maka, Anda harus mengganti secara bertahap. Gunakan perbandingan campuran dengan pakan lamanya, kemudian tingkatkan rasionya hingga terganti total.
  3. Kondisi bebek yang tidak mampu beradaptasi dengan pakan baru mungkin disebabkan oleh faktor lain. Misalnya: kondisi kandang, kualitas bibit, pengaruh perubahan cuaca atau penyakit yang menyerang.

Maka dari itu, sebelum membuat pakan sendiri, Anda harus memastikan kondisi kandang dan lain-lain dalam keadaan ideal.

Jika dalam beberapa hari ternak tidak memberi respon baik atau nafsu makan lebih, Anda bisa menghentikan percobaan penggantian pakan. Anda bisa mencoba membuat pakan fermentasi bebek dengan komposisi bahan yang berbeda.

5. Tambahkan Probiotik Untuk Bebek

Selain memperhatikan kualitas pakan dan pemberiannya pastikan Anda juga menambahkan probiotik yang berguna untuk menutrisi kualitas pertumbuhan bebek secara optimal.

Oleh karena itu, pilihan suplemen terbaik yang dapat digunakan adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak. Suplemen ini memiliki kandungan probiotik unggul yaitu:

  • Kandungan bakteri Bacillus pumilus  yang bisa meningkatan daya pencernaan bebek.
  • Kandungan bakteri Bacillus mycoides, mampu memperbaiki penyerapan nutrisi dan mengurangi gas amonia pada kotoran karena telah diuraikan menjadi senyawa sederhana.
  • Kandungan Micrococcus roseus yang juga mengurai gas amonia pada feses hewan ternak. Sementara itu, senyawa lain yang masih bisa diserap tidak terbuang.

Tiga jenis probiotik tersebut juga dilengkapi dengan kandungan nutrisi dan bakteri lain yang ikut mendukung proses penyerapan nutrisi. Selain pemberian pakan fermentasi dan suplemen, asupan nutrisi juga bisa ditingkatkan dengan memberi ramuan herbal.

Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait pakan maupun dosis pemberian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan, hubungi kami dengan kontak Whatsapp berikut:

Share your thoughts