Dian Istana G11 No.09

Kota Surabaya - Indonesia

Hubungi Kami

+62 85103332222

Hubungi Kami

info@gdmorganic.com

cara menanam terong

Cara Menanam Terong Hingga Panen Melimpah

cara menanam terong ungu

Permintaan pasar akan terong belakangan ini semakin meningkat seiring mudahnya terong untuk dibuat beragam menu masakan maupun minuman, mulai dari dimasak untuk sayur terong, dibuat untuk lalapan, bahkan bisa juga dibuat untuk minuman jus. Sehingga membuat beberapa petani saat ini banyak yang tertarik untuk membudidayakannya. Berikut cara menanam terong ungu, hijau, bulat dan berbagai jenis terong lainnya.

Cara menanam terong ungu tergolong mudah, hingga saat ini tidak hanya golongan petani saja yang menanam melainkan ibu-ibu rumah tangga pun juga banyak yang tertarik untuk bercocok tanam terong. Tetapi karena keterbatasan lahan yang dimiliki, kebanyakan dari mereka melakukan budidaya terong ungu dalam polybag. Dan tentunya akan lebih mudah perawatannya daripada ditanam di lahan sawah atau lahan kebun terong yang luas.

Agar Budidaya Terong Ungu Tumbuh dan Berproduksi Maksimal, Berikut Ini Cara Menanam Terong Ungu:

1. Benih Terong

Dalam budidaya terong ungu hal utama yang harus diperhatikan selain cara menanam terong ungu yang baik dan benar adalah saat pemilihan benih terong yang harus tepat. Untuk memperoleh bibit terong yang bagus pilihlah benih terong yang berkualitas. Agar memperoleh hasil produksi yang tinggi dan tahan penyakit, pilihlah benih terong hibrida. Kebutuhan benih untuk budidaya terong dalam satu hektar sekitar 300-500 gram, tergantung  jarak tanam yang dipakai. Benih akan tumbuh kurang lebih 10 hari setelah disemai.

Baca Juga : Cara Menanam Tomat Agar berbuah Lebat dan Cepat

2. Cara Menyemai Bibit Terong

budidaya terong ungu

Cara menanam terong ungu. IMG via google.co.id

Sebelum melakukan persemaian sebaiknya lakukan perendaman benih dengan Pupuk Organik Cair GDM selama 2 jam. Tujuan perendaman benih adalah untuk memecah masa dormansi (keadaan tidur) benih sehingga benih lebih cepat tumbuh. Dosis POC GDM saat perendaman benih adalah 100 ml dilarutkan dengan 1 liter air. Setelah itu benih ditiriskan dan dipindahkan ke bumbungan daun pisang/pot plastik dengan media semai dari tanah dan pupuk kandang/bokashi dengan perbandingan 1:1.

Setelah benih tumbuh menjadi bibit lakukan penyiraman rutin setiap hari dan semprot dengan POC GDM setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki (14-20 liter). Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 4-5 minggu atau setelah mempunyai 4-5 daun.

3. Pengolahan Tanah

pengolahan tanah

Gunakan perpaduan GDM Black BOS dan POC GDM agar tanah menjadi subur dan gembur.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara dicangkul 2-3 kali atau dibajak dengan kedalaman 20-30 cm, dan buat bedengan dengan lebar 120-140 cm serta panjang disesuaikan kondisi lahan. Sedangkan lebar parit adalah 30-50 cm dengan kedalaman 20-30 cm. Taburkan dolomite/kapur pertanian 2 ton per hektar atau disesuaikan dengan kondisi pH tanah terakhir dan berikan juga pupuk kandang/bokashi yang sudah matang sebanyak 0,5-1 kg per lubang sebelum tanam atau 10-20 ton per hektar ditabur diatas bedengan.

Baca Juga : Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

Semprot bedengan dengan BLACK BOS (BIO ORGANIC STIMULANT) dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki (14-20 liter) disemprot rata keatas bedengan dengan kondisi tanah harus basah/macak-macak. Tujuan pemberian BLACK BOS adalah untuk mencegah penyakit tular tanah seperti layu dan busuk batang atau daun, selain itu BLACK BOS juga berfungsi untuk membuka pori-pori tanah sehingga tanah yang awalnya keras menjadi gembur dan subur.

4. Penanaman

Jarak tanam dalam budidaya terong ungu menggunakan jarak dalam barisan 60-70 cm dan jarak antar barisan 80-90 cm, dan pada tiap bedengan terdapat dua baris tanaman. Bibit yang telah berumur satu setengah bulan atau daunnya telah tumbuh 4 helai dapat dipindahkan ke lapangan yang telah dipersiapkan.

5. Pemupukan dan Pemeliharaan Tanaman

pemupukan dan pengolahan tanah

Pupuk diberikan setelah tanaman berumur 1-2 minggu setelah tanam. Berikan pupuk dengan kandungan Nitrogen sebanyak 65 kg/ha. Pupuk campuran dapat juga diberikan dengan memberi pupuk kandungan Nitrogen dan pupuk kandungan Kalium dengan perbandingan 1:1 sebanyak 10 g/tanaman di sekeliling tanaman dengan jarak 5cm dari pangkal batang.

Pemupukan berikut­nya diberikan saat tanaman berumur 2,5-3 bulan. Pupuk yang dibutuhkan untuk satu hektar yaitu pupuk dengan kandungan Nitrogen 150 kg dan pupuk kalium 150 kg. Pada tanah liat berlempung gunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 500 kg/ha.

Untuk mempercepat keluarnya bunga, mencegah kerontokan dan memperbanyak jumlah dan bobot buah, aplikasikan POC GDM setiap 1 minggu sekali pada bawah dan atas daun saat pagi hari atau sore hari, dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki (14-20 liter). Atau bisa juga dengan dikocor didaerah perakaran setiap 1 mingu sekali dengan dosis 1 : 50 (1 liter POC GDM dilarutkan dengan 50 litar air) kemudian kocorkan pada setiap batang tanaman sebanyak 1 gelas air mineral larutan.

Kemudian pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh. Untuk pemeliharaan tanaman lakukan penyiangan gulma, penyiraman, perompesan, pemberian ajir dan pengendalian OPT.

Hama penting yang sering menyerang pada budidaya terong ungu antara lain kutu daun (Myzus persicae), kutu kebul (Bemisia tabaci), pengorok daun (Liriomyza sp.), dan oteng-oteng (Epitachna sp.). Penyakit yang umum menyerang ialah embun tepung dan karat. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning sebanyak 40 buah/ha.

Jika menggunakan insektisida gunakan yang aman dan selektif seperti insektisida nabati, biologi atau insektisida piretroid sintetik. Sedangkan untuk pencegahan penyakit gunakan perpaduan Black BOS dan POC GDM karena bakteri apathogen yang terkandung di dalamnya menghasilkan enzim, antibiotic dan toksin untuk melawan bakteri-bakteri pathogen sehingga tanaman tumbuh sehat dan aman dari serangan penyakit.

6. Panen dan Pascapanen

Masa panen tanaman terong berkisar antara 3-4 bulan setelah tanam, Buah terong yang siap dipanen tentunya adalah buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Hal ini bisa dilihat dari ukuran Buah dan tingkat kekerasan saat dipencet. Budidaya terong ungu yang baik dapat menghasilkan 10-30 ton buah terong per hektar. Panen dilakukan 1-2 kali per minggu. Buah terong yang layak dikonsumsi adalah buah yang padat dan permukaan kulitnya mengkilat.

Buah terong tidak dapat disimpan lama sehingga harus dipasarkan segera setelah tanam. Pengelompokan dilakukan berdasarkan ukuran dan warna. Pe­nanganan selama pengemasan harus dilakukan secara berhati-hati untuk mencegah kerusakan kulit.

Jadi agar budidaya tanaman terong dapat maksimal lakukan aplikasi perpaduan BLACK BOS dan POC GDM untuk membuat tanah menjadi lebih gembur dan subur, tanaman tumbuh sehat, terong berbuah lebih lebat, kualitas terong lebih baik dan hasil panen meningkat.

 

Sumber Referensi :

http://1001caramenanam .com

http://www.pekalongankab .go.id

No Comments

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website