cara budidaya belut

Cara Budidaya Belut Untuk Pemula Terlengkap, Dengan Metode Mudah dan Menghasilkan

Mau jadi pemula yang bisa budidaya belut dengan mudah? tentu saja hal tersebut bisa terwujud dengan mudah.

Komoditas belut sekarang tidak boleh diragukan lagi, terlebih memang untuk pengembangan dalam budidayanya bisa dilakukan dimana saja.

Tak terkecuali dengan kolam terpal, membudidayakan belut dalam kolam terpal inilah yang tentu menjadi peluang bagus bagi dulur pemula.

Budidaya belut untuk pemula yang bisa dimanfaatkan dalam skala rumahan maupun besar.

Ternyata tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal saja, namun sangat gencar juga untuk kualitas skala ekspor.

Penasaran dengan peluang belut hingga mancanegara? dulur bisa menyimak selengkapnya berikut ini:

Peluang Usaha Ternak Belut

Peluang usaha belut masih terbuka lebar di Indonesia. Ini dikarenakan mayoritas penjual belut di Indonesia masih melakukan penangkapan liar di sawah.

Tentu saja, penangkapan liar ini tidak berkelanjutan dan bisa menyebabkan penurunan jumlah populasi di alam. Oleh karena itu, dulur masih punya peluang besar untuk memulai ternak belut air bersih di kolam terpal.

Secara internasional, sentra belut budidaya berada di negara Taiwan, Perancis, Hongkong, Jepang dan Malaysia. Secara nasional, sentra perikanan belut berada di DIY dan beberapa wilayah di Jawa Barat.

Kabar baiknya sekarang Indonesia sudah mampu mengekspor belut sebanyak 1,5 ton.

Dilansir dari kkp.go.id, ekspor belut ini menunju negara Tiongkok. Jumlah yang sangat banyak dan tentunya melihat geliat permintaan ekspor yang masih tinggi.

Sangat berpeluang bagi dulur, untuk mengembangkan kualitas ternak belut dari skala pemula.

Salah satunya dengan memulai budidaya belut pada kolam terpal. Penggunaan kolam terpal sangat mudah sekaligus murah biaya.

Lalu bagaiamana mekanisme cara budidaya belut yang tepat? berikut penjelasan secara lengkapnya:

Cara Budidaya Belut Dengan Terpal

Untuk memulai membudidayakan belut, berikut ini adalah hal yang harus diperhatikan:

  1. Mempersiapkan kolam terpal
  2. Cara menebarkan bibit belut
  3. Memilih jenis pakan ternak belut
  4. Cara memelihara belut

Untuk penjelasan secara lengkapnya berikut ini:

1. Persiapan Kolam Terpal

Memahami tingginya potensi budidaya belut tanpa lumpur, hal pertama yang perlu dulur siapkan adalah kolam terpal. Dalam persiapan kolam terpal, dulur harus melalui beberapa tahap berikut:

kolam terpal untuk ternak belut
Jenis kolam terpal untuk ternak belut
  1. Siapkan kolam terpal dengan diameter setidaknya 2-3 meter. 
  2. Keringkan kolam selama 2-3 hari. Ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran dari budidaya sebelumnya.
  3. Isi permukaan bawah tanah dengan lumpur sawah yang sudah dikeringkan hingga setinggi 15-20 cm.
  4. Taburkan secara merata GDM SaMe Granule Bio Organic dengan dosis 50 gram/m2. Produk ini dapat membantu mempercepat pelapukan media pemeliharaan, sekaligus meningkatkan nilai nutrisinya.
  5. Tambahkan jerami diatasnya hingga mencapai ketebalan 15 cm.
  6. Paling atas, tambahkan batang pisang yang sudah dicincang dengan ukuran kecil.
  7. Media pemeliharaan atau media ternak belut selesai disusun. Selanjutnya, tambahkan air hingga 10 cm diatas batang pisang cincang.
  8. Campurkan GDM Black BOS kedalam wadah berisi air, kemudian aduk hingga tercampur merata. Dosis yang disarankan adalah 6 gram/m2.
  9. Biarkan media pemeliharaan/media budidaya belut tersebut tergenangi air selama 2 minggu. Ini bertujuan agar terjadi pelapukan pada bahan jerami dan batang pisang, yang dibantu oleh GDM SaMe Granule Bio Organic dan GDM Black BOS.
  10. Jika tampak timbulnya buih dipermukaan air, ganti air genangan kolam dengan air yang bersih. Lakukan penggantian air ini dengan membuka lubang pembuangan air pada kolam, bersamaan dengan pengaliran air.
  11. Anda bisa melakukan penggantian air setiap kali buih tersebut timbul.
  12. Setelah 2 minggu, dulur bisa mencoba memasukkan jentik-jentik nyamuk untuk mengetahui, apakah kolam sudah layak dihuni oleh belut.
  13. Jika air Anda dapati jentik-jentik nyamuk masih hidup, maka proses persiapan kolam sudah selesai.
GDM SAME DAN BLACKBOS
GDM SAME DAN BLACKBOS untuk persiapan kolam belut

Setelah proses persiapan kolam dan persiapan media budidaya belut, maka langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit belut. Berikut ini panduannya:

2. Cara Penebaran Bibit Belut

Dulur disarankan untuk mendapatkan bibit belut dari pihak penyedia bibit belut berkualitas. Apa saja ciri-ciri bibit belut yang berkualitas? Yuk simak penjelasannya:

memilih bibit belut
memilih bibit belut
  1. Bibit belut (Monopterus Albus Zuieuw) tidak terlalu kecil/besar. Yang disarankan adalah yang berusia 4 bulan.
  2. Bibit dalam kondisi sehat, dengan ciri tidak ada luka/cacat, bekas gigitan belut lain atau hewan lain, (anggota tubuh mulus), lincah, bertingkah agresif, dan berwarna kuning kecoklatan.
  3. Sebelum dimasukkan kedalam kolam, berikan perlakuan khusus agar belut terbebas dari hama-penyakit.
  4. Caranya, siapkan bak berisi air secukupnya.
  5. Tuangkan 6 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan kedalam bak tersebut, kemudian aduk merata.
  6. Masukkan belut kedalam bak berisi larutan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan tersebut selama beberapa jam. Ini bertujuan untuk menghilangkan bibit-bibit penyakit yang terdapat didalam tubuh belut. Sehingga dapat mencegah terjadinya serangan penyakit antar benih belut.
  7. Belut sudah siap untuk dimasukkan kedalam kolam pembesaran.
  8. Padat tebar yang disarankan adalah kurang dari 250 ekor bibit belut/m2.

Setelah dimasukkan kedalam kolam, maka langkah selanjutnya hanyalah perawatan dan pemberian pakan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut:

3. Jenis Pakan Ternak Belut

Pakan ternak belut yang terbaik adalah pakan dari sumber protein hewani. Ini dikarenakan pakan dari hewani lebih mudah dicerna dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi belut dengan baik.

Tentu saja, belut kecil yang baru dimasukkan kedalam kolam membutuhkan pakan yang mengandung protein tinggi, namun dapat dengan mudah dimakan/dicerna.

Oleh karena itu, ada beberapa rekomendasi pakan belut kecil yang bisa dulur pilih.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah rekomendasi pakan ternak belut, mulai dari anakan belut hingga belut dewasa:

a. Pakan Pabrikan/Buatan Untuk Belut

Pakan belut yang berasal dari pabrikan dapat dulur peroleh dari penjual pakan ikan. Pada dasarnya, pakan buatan untuk ikan dan belut sama dipasaran.

pakan pellet
pellet termasuk pakan buatan untuk belut
  • Dulur hanya perlu memilih pakan pellet yang berkualitas baik, namun harganya terjangkau.
  • Berikan pakan pellet setiap hari dengan frekuensi 2 kali sehari, pada pagi atau sore hari.
  • Namun, jika di kolam dulur sudah terdapat banyak pakan alami dan juga diberi pakan tambahan, maka dulur bisa memberikan pakan pellet 1 kali saja sehari.
  • Sebagai catatan, pemberian pakan ini tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi belut. Jadi, dulur bisa menyesuaikan dengan kebutuhan belut budidaya dulur.

Kelebihan pakan pellet untuk belut diantaranya adalah:

  1. Ukurannya beragam, sehingga dapat disesuaikan dengan umur belut.
  2. Memiliki kandungan nutrisi yang sudah terukur, sehingga dapat mencukupi kebutuhan nutrisi belut.
  3. Praktis, karena dulur tidak perlu repot dalam mempersiapkan pakan.

Namun, diantara kelebihan tersebut, pakan pellet juga memiliki kelemahan. Ya, tentu saja dulur harus mempertimbangkan pengeluaran biaya untuk pembelian pakan.

Bahkan, jika tidak di kalkulasi dengan baik, dulur bisa mendapatkan keuntungan yang sedikit setelah panen.

Menyiasati hal tersebut, maka dulur perlu memberikan pakan tambahan selain pellet. Apa saja pakan tambahan yang baik untuk belut?

b. Pakan Tambahan Alami Untuk Belut

Ada banyak pakan tambahan dari bahan alami untuk belut yang bisa dulur pilih. Tentu saja, hal yang terpenting yang perlu dulur pertimbangkan untuk diberikan kepada belut air tawar dulur adalah kemudahan untuk mendapatkannya.

dulur disarankan untuk memberikan pakan belut dari alam atau yang bisa dulur dapatkan dengan mudah.

Ada juga penjual pakan yang biasa menjual beberapa jenis pakan alami untuk ikan atau belut.

cacing jenis pakan alami belut
cacing jenis pakan alami belut

Beberapa jenis pakan alami terbaik untuk belut diantaranya adalah:

  • cacing tubifex
  • jangkrik
  • ulat hongkong/yellow meal worm
  • kutu air (untuk anakan belut kecil)
  • cacahan siput
  • serangga air
  • jentik-jentik nyamuk
  • ikan rucah
  • kecebong
  • cacing
  • kerang dan lainnya.

Pakan ini sangat baik diberikan kepada belut karena belut merupakan jenis hewan karnivor, sehingga pakan hewani sangat cocok diberikan.

Dulur bisa memilih berdasarkan jenis pakan alami mana yang paling mudah dulur dapatkan dengan harga murah, bahkan gratis. Berikut ini tahapannya:

  1. Berikan pakan tambahan ini 1-2 kali sehari, pada sore hari atau siang hari. Tentu saja, ini bergantung dengan kebutuhan nutrisi belut dulur.
  2. Jika dirasa pakannya kurang, dulur bisa memberikan 2 kali sehari. Artinya, 1 kali pakan pellet dan 1-2-2 kali pakan tambahan.

c. Pakan Alami Belut

Pakan alami belut tumbuh secara alami dalam proses persiapan kolam. Anda bisa menumbuhkan pakan alami ini dengan bantuan produk GDM Organik yang terdiri dari:

pakan alami belut organik

Dalam proses persiapan kolam, produk GDM Organik membantu proses pembentukan mikroorganisme seperti:

  • phytoplankton
  • zooplankton
  • kutu air
  • daphnia dan lainnya untuk bisa tumbuh dan berkembang di kolam belut.

Dengan begitu, bibit belut yang dulur sebarkan kedalam kolam sudah bisa memakan mikroorganisme tersebut.

Ini dikarenakan produk GDM Organik terbuat dari bahan-bahan alami yang mengandung bakteri baik, sehingga dapat membantu proses pertumbuhan mikroorganisme alami didalam kolam.

Selain itu, bakteri baik ini juga berfungsi untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur, bakteri jahat, sehingga dapat mencegah serangan penyakit akibat bakteri jahat, jamur ataupun virus.

4. Cara Memelihara Belut

Cara memelihara belut tidaklah sulit, Dulur hanya perlu melakukan perawatan harian. Ada beberapa hal yang perlu dulur lakukan dalam pemeliharaan belut. Diantaranya adalah:

cara memelihara belut

a. Penggantian Air Kolam

  1. Penggantian air kolam ini sangat penting dilakukan. Mengingat kolam belut berisi endapan lumpur dibawahnya.
  2. Dulur disarankan untuk mengganti air kolam ini setidaknya 3-4 minggu sekali.
  3. Lakukan penggantian air kolam dengan cara mengurangi air kolam hingga tersisa 30 % saja. Selanjutnya, tambahkan air bersih hingga volume normal.

b. Pemberian Suplemen Organik

Pemberian suplemen organik berperan penting dalam banyak hal dalam budidaya belut kolam terpal.

Namun, dulur disarankan memilih suplemen organik yang telah terformulasi sempurna, sehingga tidak memberikan dampak buruk untuk belut dulur.

Pilih Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung multivitamin lengkap, asam amino essensial dan non essensial, serta bakteri baik yang terdiri dari:

  • Pseudomonas alcaligenes
  • Micrococcus roseus
  • Bacillus brevis
  • Bacillus pumillus
  • Bacillus mycoides.
suplemen organik cair gdm spesialis ikan 5ltr

Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan ini bermanfaat untuk:

  1. Meningkatkan sistem imun belut.
  2. Mencegah serangan penyakit.
  3. Menjaga agar air kolam tetap bersih, karena bakteri yang terkandung didalam Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dapat menguraikan sisa-sisa makanan agar tidak menumpuk menjadi amoniak.
  4. Mempercepat proses pertumbuhan dan perkembangan belut, karena kandungan asam amino essensial dan non essensialnya sangat dibutuhkan oleh belut.
  5. Memperbaiki sistem pencernaan belut, sehingga makanan yang dimakan dapat tercerna dan terserap dengan baik.
  6. Mempercepat umur panen, karena makanan belut yang terserap sempurna, sehingga belut cepat besar dan cepat panen.

Begitu banyaknya manfaat Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan ini, sehingga dulur harus harus mengaplikasikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan mulai sejak pembibitan belut hingga masa pembesaran dan sebelum masa panen.

Untuk mengaplikasikannya, dulur hanya perlu mengikuti langkah berikut:

  1. Siapkan wadah berisi 1 liter air.
  2. Tuangkan 6 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan kedalam wadah tersebut.
  3. Aduk hingga tercampur merata, kemudian kocorkan ke seluruh permukaan air kolam belut.
  4. Aplikasikan setiap 10 hari sekali.
  5. Untuk memperbaiki kualitas pakan, dulurjuga bisa menambahkan 6 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan kedalam pakan, kemudian diaduk aduk hingga rata. Pengaplikasian bisa diulang setiap 1 hari sekali.

Sangat mudah kan? Sekarang, dulur hanya perlu melakukan pemantauan terhadap gangguan hama-penyakit pada ternak belut dulur.

Meski begitu, para mitra GDM Organik yang membudidayakan belut umumnya sangat minim menemui serangan hama penyakit.

Ini dikarenakan belut yang dibudidayakan menjadi sehat, airnya tetap bersih, dan jarang sekali terkena penyakit.

Cara Panen Belut

cara panen belut
  1. Cara panen belut tidaklah sulit. dulur hanya perlu meletakkan bubu dari bambu pada kolam. Kemudian biarkan belut masuk kedalam bubu tersebut.
  2. Atau, dulur juga bisa menggunakan jaring tangan dengan lubang sedang. Lalu, kurangi air kolam belut agar mudah dalam melihat belut.
  3. Sisir seluruh permukaan kolam dengan jaring tangan tersebut, dan ambil dengan tangan untuk meletakkan kedalam ember. Ini bertujuan agar lumpur yang terkena jaring tidak ikut masuk kedalam ember.
  4. Dulur juga bisa menyeleksi mana belut yang sudah besar dan masih kecil. Sehingga dulur bisa memanennya dikemudian hari (panen parsial).
  5. Selanjutnya, ember/drum wadah belut tersebut diisi air, agar belut dapat dijual ke konsumen dalam kondisi hidup dan segar.

Sebagai salah satu komoditas yang memiliki prospek luas dan bagus, budidaya belut sekarang ini bisa menjadi komoditas ekspor yang bisa dimaksimalkan.

Tidak hanya untuk kebutuhan lokal saja, pastinya berkaitan dengan teknis budidaya dan perawatannya.

Tak perlu ragu untuk membudidayakan belut, pastikan untuk memilih suplemen yang tepat untuk menunjang hasilnya.

Dulur bisa menanyakan lebih lanjut mengenai budidaya belut dalam kolam terpal dengan menggunakan Produk GDM. Dulur bisa menghubungi tim ahli kami dengan cara klik ikon whatsapp berikut ini:

23 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Faisolreply
Agustus 20, 2019 at 20:35

Trimakasih banyak bang artikelnya sangat bermanfaat bg pemula ,salam sukses

GDM Inforeply
Agustus 26, 2019 at 09:15
– In reply to: Faisol

Sama sama pak,

Jika kendala jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim ahli kami pak.

Danangreply
Oktober 22, 2019 at 10:45
– In reply to: Faisol

Artikel ini sangat membantu . Salam enterprenuer Salam sukses luar biasa

Zamza Slamet wijka sonoreply
November 14, 2019 at 12:52

Jual bibit gak d sini

GDM Inforeply
Februari 14, 2020 at 16:15
– In reply to: Zamza Slamet wijka sono

Tidak menjual bibit pak.

Untuk mencari bibit dan jual beli hasil agrobisnis bisa download aplikasi GDM Agri di playstore pak.

Terima kasih

alinreply
Januari 18, 2020 at 08:25

terima kasih atas sharingnya….. bermanfaat.
btw kisaran harga bibit yang ideal berapa ya

Sutrisnoreply
Januari 20, 2020 at 13:45

Terimakasih kami mau mencoba.semoga sukses

GDM Inforeply
Februari 14, 2020 at 15:56
– In reply to: Sutrisno

Sama sama pak

Agus Riyantoreply
Februari 23, 2020 at 14:38

Artikelnya bagus dan detail trus bagaimana pemasaranya jika memiliki hasil panen yang banyak ya pak?

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 13:16
– In reply to: Agus Riyanto

terima kasih kak

Mas Unreply
Februari 24, 2020 at 11:02

GDM itu apa ?

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 13:14
– In reply to: Mas Un

GDM Merupakan pupuk organik cair yang bahannya diperoleh 100% organik dari alam

Abdulreply
April 5, 2020 at 07:57

Terimakasih Infonya mas,. Bermanfaat sekali 🙂

GDM Organicreply
Maret 18, 2021 at 11:46
– In reply to: Abdul

Sama-sama dulur

Salam Go Organik!

Nurjanahreply
April 21, 2020 at 10:57

tks, sekali . sangat bermanfaat.

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 11:34
– In reply to: Nurjanah

Iya pak, Memang bervariasi, tergantung pada varietas yang ditanam, lahan dan perawatannya.

Sudarmanreply
Mei 2, 2020 at 08:35

Pak, gimana klo penempatan tong dalam garasi yg tidak kena matahari sama sekali

Asep gozalireply
Juni 4, 2020 at 17:16

Pak boleh minta nomer wa nyh,

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 10:18
– In reply to: Asep gozali

Boleh pak, untuk menghubungi kami langsung via whatsapp

Terima kasih

Taryoreply
Maret 17, 2021 at 09:00

belut siap dipanen setelah berapa hari ?
berapa harga GDM satu jerigen (5 liter) ?

Dyah sunaring fitri S. Pireply
Maret 18, 2021 at 11:16
– In reply to: Taryo

Halo pak Taryo

Untuk belum siap dipanen biasanya dimulai pada umur 3 bulan setelah masa perawatan atau pembesaran.
Pak Taryo bisa mendapatkan informasi mengenai harganya dengan menghubungi tim kami melalui tombol dibawah ini:

Terima kasih

darmareply
April 25, 2021 at 10:10

saya mo mencobanya utk media kolam tepal ,klo ada kndala sya boleh bertnya.no yg bsa

GDM Organicreply
Mei 4, 2021 at 11:31
– In reply to: darma

Halo Pak Darma

Anda bisa memulainya untuk skala pemula dengan media kolam terpal. Untuk konsultasi mengenai ternak belut media kolam terpal untuk pemula bisa menghubungi tim ahli perikanan kami melalui tombol dibawah ini:

Leave a reply