ternak ikan nila

Cara Ternak Ikan Nila Terbukti Tekan Angka FCR Turun dan Hasilkan Panen Lebih Maksimal!

Apa selama ini budidaya ikan nila dulur boros di pakan?

Tidak seimbang dengan hasil panen yang didapatkan?

Jangan dulu kecewa, sebab dulur bisa menekan FCR ikan nila turun. Serta diimbangi dengan hasil panen yang memuaskan.

Selain mendapatkan kualitas ikan yang bagus, Mitra GDM di Lampung Bapak Yuharman dapat menekan angka FCR turun.

Wah, menarik sekali tentunya dulur. Berikut video testimoni selengkapnya:

Cukup menjawab bukan?

Untuk dulur yang selama ini berat pada biaya pakan serta hasilnya kurang memuaskan.

Padahal jika diupayakan, hasil panen ikan nila terbukti lebih optimal.

Ada poin penting dalam menekan FCR ikan nila milik Pak Yuharman ini dulur.

Hal inilah yang menjadikan kualitas panen ikan nila beliau mencapai 4060 kg.

Apa rahasiannya? bagaimana teknis budidaya ikan nila yang sudah beliau terapkan?

Perlu diketahui juga, prospek ikan nila saat ini untuk dulur pemula

Berikut ini akan diulas potensi ikan nila dipasaran :

Potensi Budidaya Ikan Nila

Salah satu potensi yang diinginkan oleh setiap pembudidaya adalah prospek keinginan.

Hal tersebut tentu sangat berkaitan dengan kualitas ikan nila yang dihasilkan, ikan nila sendiri memiliki potensi pasar yang relatif stabil.

Permintaanya sendiri memang sangatlah bagus, terlebih persaingan bisnisnya juga terbilang belum padat sehinggga sangat berpeluang sekali untuk dulur pemula dalam membidik ternak ikan nila

Inilah juga yang dirasakan oleh Pak Yuharman mitra GDM di Lampung, beliau memperoleh panen 4060 kg ikan nila segar langsung dari kolam.

Selain itu juga, beliau bisa menekan angka FCR pakan ikan nila yang terbilang turun dari 1,6 dan sekarang 1,3.

Pastinya semua hal tersebut membutuhkan proses yang tidak sedikit, salah satunya dengan memberikan tambahan probiotik.

Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, penggunaan probiotik sangat berdampak positif dalam meningkatkan usaha perikanan budidaya salah satunya ikan nila.

Beberapa hal yang menunjang dari pemberian probiotik, tentu saja memperbaiki rasio konversi pakan dan meningkatkan produktivitas budidaya.

Tentu dulur penasaran dengan probiotik ikan nila yang tepat untuk budidaya?

Sebelum membahas itu, dulur perlu mengetahui  teknis budidaya ikan nila yang tepat. Berikut ulasannya:

Persiapan Kolam Budidaya Ikan Nila

Banyak pilihan dalam memilih kolam ikan yang digunakan. Hal tersebut tetap disesuaikan dengan tujuan dari budidaya tersebut, jika membicarakan kolam ikan nila maka ada beberapa jenis antara lain:

  • Kolam tanah
  • Kolam semen
  • Kolam terpal
  • Jaring terapung
  • Tambak air payau

Mitra kami Pak Yuharman sendiri menggunakan kolam tanah untuk membudidayakan ikan nila, hal tersebut ada faktor yang membuat kolam tanah lebih efisien.

Keunggulan Kolam Tanah Untuk Budidaya

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pembudidaya memilih kolam tanah untuk ternak ikan nila, salah satunya berikut ini:

persiapan kolam tanah ikan nila
persiapan kolam tanah ikan nila
  • Pembuatan kolam tanah lebih mudah serta modal yang digunakan juga terjangkau
  • Kolam tanah menjadi tempat tumbuhnya beberapa hewan-hewan air kecil yang bisa diguanakan sebagai pakan alami ikan nila
  • Tidak memerlukan perawatan khusus dalam pengelolaannya

Setelah dulur mengetahui keunggulan kolam tanah, maka hal selanjutnya yang dilakukan persiapan dasar kolam dan pengelolaanya:

Persiapan Dasar Kolam Ikan Nila

Hal pertama untuk memaksimalkan budidaya ikan nila, tentu media perkembangbiakannya haruslah tepat pengelolaanya.

Pembajakan kolam tanah ikan nila
Proses Pembajakan kolam tanah

Maka hal pertama yang dilakukan yaitu proses pengeringan kolam tanah seperti berikut:

  1. Pengeringan kolam ikan nila dilakukan dengan menghabiskan volume air yang biasanya berlangsung antara 3 sampai 7 hari
  2. Untuk pengeringan kolam sendiri, bisa dulur sesuaikan dengan kondisi cuaca
  3. Ketika penjemuran kolam ikan nila berlangsung, akan terlihat dasar kolam nampak retak-retak dan usahakan jangan sampai mengeras ya lur.
  4. Setelah itu lakukan pembajakan atau pencangkulan, dengan kedalaman sekitar 10 cm. Hal ini bertujuan mengangkat sisa lumpur, sisa pakan yang mengendap pada dasar kolam

Berlanjut pada tahapan pengembalian pH tanah, nah selengkapnya pada tahapa berikut:

Proses Pengapuran Kolam Ikan Nila

Salah satu syarat air tawar yang digunakan memiliki derajat pH tanah 7 sampai 8.

Maka perlu dilakukan pengukuran derajat pH yang menggunakan alah pH meter.

Jika hasilnya terlalu rendah, hal yang perlu dilakukan untuk menetralkan tanah pada kolam.

Proses pengapuran ikan nila
Proses Pengapuran Kolam Ikan Nila

Tujuan dari proses pengapuran inilah untuk:

  • Menetralkan pH tanah
  • Mematikan virus, bakteri dan jamur
  • Mengoptimalkan proses budidaya pada periode baru

Dosis Pengapuran pH Kolam Tanah

  • pH <4, maka gunakan kapur sebanyak 500-1000kg/ha.
  • pH 5-6, maka gunakan kapur sebanyak 250-500 kg/ha.
  • pH 6, maka gunakan kapur  sebanyak 100-250 kg/ha.

Teknis pengapuran pada kolam yaitu:

  1. aduklah kapur / dolomite secara merata, kemudian taburkan pada kolam.
  2. Setelah itu, diamkan tanah selama 2 sampai 3 hari.

Pemupukan Dasar Kolam Tanah

Teknis budidaya yang tepat tentu sangat penting untuk memaksimalkan hasil panen nantinya.

Hal inilah yang tentu dulur lakukan yaitu melakukan pemupukan dasar secara tepat. Berikut ini tahapan yang sesuai untuk dulur:

GDM SAME DAN BLACKBOS
  1. Proses pengeringan kolam tanah yang sudah diolah sesuai dengan ulasan diatas, maka sebelum  tebar bibit atau 14 hari sebelumnya.
  2. Dulur bisa menebarkan GDM Granule SAME dengan dosis 150 kg/ha pada waktu 10 hari sebelum tebar bibit nila
  3. Kemudian kolam tanah bisa dialiri air dengan ketinggian mendampai 10 cm pada waktu 10 hari sebelum tebar bibit nila
  4. Setelah itu dulur dapat memaksimalkannya dengan melarutkan GDM Black BOS dengan dosis 5 kg/ha
  5. Tunggu sampai penampakan warna kolam menjadi hijau. Tujuannya melihat kualitas air lebih baik dan plankton telah tumbuh dengan sempurna
  6. Selanjutnya dulur bisa melakukan pengisian air pada kolam ikan nila hingga ketinggian 75 cm

Memilih Benih Ikan Nila

Setelah pembuatan kolam ikan nila, maka langkah selanjutnya dalam budidaya ikan nila yaitu memilih benih ikan nila yang baik.

Proses memilih benih ikan nila merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya ikan nila.  Karena benih ikan nila dapat menentukan kualitas ikan nila yang akan dipanen nantinya.

Untuk membeli benih ikan nila, dulur membeli pada penjual benih dan bibit ikan nila terpercaya.

Pemilihan Benih Ikan Nila
Pemilihan Benih Ikan Nila

Salah satunya benih ikan nila yang memiliki kualitas SNI dan untuk penjual bibit ikan nila juga memiliki sertifikat CPIB dari Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Sebab ini sangat penting, bibit ikan  nila yang bagus memiliki kualitas budidaya yang lebih baik.

Berikut pembahasan mengenai pemilihan benih ikan nila yang tepat:

Ciri-Ciri Benih Ikan Nila

Benih ikan nila harus berasal dari tempat pembibitan yang baik dan disertai dengan sertifikat yang jelas. Secara umum benih ikan nila yang sehat antara lain:

  • Gerakan ikan yang lincah,
  • Respon yang tinggi saat di beri pakan,
  • Tidak memiliki cacat fisik,
  • Warna ikan yang cerah,
  • Ukuran ikan nila seragam,
  • Memiliki bentuk badan normal dan masih terdapat lendir.

Dulur-dulur bisa memilih benih ikan nila yang sesuai dengan kriteria seperti diatas agar bisa mendapatkan hasil yang baik.

Serta jangan lupa untuk menggunakan benih ikan nila jantan karena pertumbuhannya lebih cepat hingga 40% jika dibanding dengan ikan nila betina.

Penebaran Benih Ikan Nila

Jika dulur-dulur sudah memilih benih, dan kolam siap untuk dibuat budidaya. Maka langkah selanjutnya yaitu dengan menebar benih ikan nila kedalam kolam.

Pada umumnya, per meter persegi kolam itu berisi 15 sampai 20 ekor nila. Dengan asumsi per ekor nya seberat 10 hingga 20 gram dan akan dipanen dengan berat per ekornya 300 gram.

Proses Penebaran Bibit Ikan Nila
Proses Penebaran Bibit Ikan Nila

Sebelum menebar benih ikan nila kedalam kolam, dulur-dulur harus melakukan adaptasi benih terlebih dahulu.

Dengan begitu, benih ikan nila dapat terbiasa dengan kolamnya yang baru. Jadi resiko kematian pada benih ikan nila ini dapat diminimalisir.

Teknik Penebaran Benih Ikan Nila

  • Turunkan kantong benih ikan nila ke permukaan air kolam.
  • Biarkan kantong benih terapung selama 30 menit untuk menyesuaikan suhu dalam kantong dengan lingkungan sekeliling kolam.
  • Buka tali kantong dan biarkan suhu dalam kantong keluar
  • Miringkan kantong dan biarkan ikan keluar sendiri. Hal ini menandakan bahwa suhu air kolam dan air dalam kantong sudah sama

Cara Perawatan Ikan Nila

Setelah menebar benih ikan nila pada kolam, kini waktunya dulur-dulur melakukan pemeliharaan pada ikan nila.

Pengelolaan Air Budidaya Ikan Nila

Perawatan pada kolam tanah pada ikan nila yang memang membutuhkan tahapan seperti berikut ini:

  1. Penggunaan air yang dipakai harus bersih serta bebas limbah
  2. Pengelolaan air merupakan hal yang paling penting untuk menjaga kualitas air. Kualiatas air bisa di lihat dari kandungan Oksigen dan pH air.
  3. Jika kadar oksigen pada kolam ikan nila mulai menurun, maka dulur-dulur bisa memperderas sirkulasi air dengan memperbesar debit air pada kolam.
  4. Untuk penggantian air kolam paling tidak 20% dari volume air pada kolam tanah
  5. Setelah itu dulur mengaplikasikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dengan dosis pemberian 10 liter/ha dan dilakukan setiap 10 hari sekali.
produk suplemen organik cair gdm spesialis ikan 2ltr
Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan

Untuk itu pemberian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan untuk perawatan kolam tanah yang berfungsi:

Proses Perawatan Ikan Nila Kecil

Hal yang dilakukan untuk merawat ikan nila yang masih kecil, tentu ada beberapa tahapan perlu dilakukan seperti:

  1. Ikan nila yang masih kecil, tentu sangat membutuhkan suhu dan keadaan kolam yang sesuai. Hal ini dibutuhkan untuk meminimalisir kematian yang memang sangat rentan.
  2. Setelah itu pastikan dulur memperhatikan jumlah ikan nila pada kolam, tujuannya agar kolam tidak terlalu padat agar perkembangan serta pertumbuhannya bisa optimal
  3. Kemudian dulur bisa menambah Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan, dalam satu hektar kolam dibutuhkan 10 liter.
  4. Jika terdapat ikan nila yang tidak sehat, maka dulur bisa memindahkan pada kolam isolasi.
  5. Untuk mengatasi kesehatan ikan nila tersebut, Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan dapat mengantisipasi penyakit ikan nila.
Proses perawatan kolam ikan nila

Pemberian Pakan Ikan Nila

Ikan nila hanya membutuhkan pakan sebanyak 3% dari berat tubuhnya setiap hari. Dulur-dulur dapat memberikan pakan pada ikan nila diwaktu pagi dan sore harinya.

Jangan lupa untuk mengukur berat badan ikan nila setiap dua minggu sekali, dengan menggunakan sampel acak beberapa ikan nila.

Dengan mengukur berat badan ikan nila, maka dulur-dulur dapat menentukan jumlah pakan yang diberikan setiap harinya.

Cara perhitungan jumlah pakan ikan nila

Contoh :

  • Dalam satu kolam terdapat 2000 ekor dengan berat 8-10 gram/ekor.
  • Maka rata rata bobot ikan nila yaitu (8+10) : 2 = 9 gram/ekor

Sehingga perhitungan pakan ikan nila yaitu 9 x 2000 x 3% = 540 gram atau 0,54 kg per harinya.

Proses Perawatan Ikan Nila Besar

Untuk tahapan perawatan yang satu ini memang dibutuhkan beberapa tahapan seperti:

  1. Pemberian pakan yang sesuai dan tepat sangat dibutuhkan untuk lebih teratur dalam pemberiannya.
  2. Kemudian dulur bisa menambahkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan pada kolam dengan dosis pemberian sebanyak 10 liter/ha dan dapat diulangi setiap 10 hari sekali.
  3. Sama seperti sebelumnya, kondisi suhu pada kolam serta kebersihan kolamnya. Maka jika ada ikan nila yang kurang sehat, dulur bisa menambahkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dan memindahkan ke kolam isolasi

Pemberian pakan pada ikan nila serta perawatan yang tepat, tentu saja akan memaksimalkan kualitas ikan nila lebih baik.

suplemen organik cair gdm spesialis ikan 5ltr

Selain itu bakteri premium Bacillus mycoides dalam Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang dapat meningkatkan kualitas kandungan nutrisi pada pakan atau pellet ikan.

Inilah yang dirasakan oleh mitra kami para peternak ikan nila, dapat menekan angka FCR dengan optimal. Lebih efisien secara biaya dan hasil panen bisa lebih optimal.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Ikan Nila

Pemicu terjadinya serangan penyakit pada ikan nila yaitu, karena ketidakseimbangan antara ikan nila dengan agen penyakit serta lingkungan.

pengendalian hama dan penyakit ikan nila

Berikut hama dan penyakit yang menyerang pada budidaya ikan nila, serta cara mengendalikan hama dan penyakit ini:

Hama Notonecta (bebeasan)

Hama ini menyerang benih ikan nila yang masih kecil.

Cara membasmi hama notonecta :

  1. Cara membasmi hama notonecta ini dengan menuangkan minyak tanah ke permukaan air kolam sebanyak 500 cc/100 m2 untuk menekan populasi notonecta. Sebab minyak tanah memiliki sifat yang mengapung di air, dengan demikian hama notonecta ini tidak dapat mengambil oksigen dari udara bebas dan akhirnya hama ini akan mati.
  2. Minyak tanah ini tidak berbahaya pada ikan, karena ikan nila umumnya berada di dalam air.
  3. Setelah hama notonecta ini mati, maka masukan air baru kedalam kolam serta dulur-dulur dapat membuka pembuangan air. Sehingga hama notonecta yang mati dapat terbuang bersama dengan minyak tanah.

Larva cybister (ucrit)

Hama larva cybister  atau yang biasa dikenal dengan nama ucrit atau kumbang air ini lebih berbahaya jika di banding notonecta. Hama ini biasanya menyerang benih ikan nila

Hama ucrit ini memiliki bentuk tubuh seperti berikut ini:

  • memanjang seperti ulat dengan ukuran 3-5cm
  • berwarna kehijauan dan bergerak cepat
  • memiliki taring yang berfungsi untuk menjepit badan ikan dan merobek badan ikan.
  • Ucrit tumbuh baik pada lingkungan kolam yang mengandung material organik.

Cara Membasmi Hama Ucrit :

  • Menangkap hama ucrit secara manual dengan menggunakan alat tangkap berupa seser.
  • Atau bisa juga menggunakan minyak tanah, dengan cara menyemprotkan minyak tanah ke permukaan kolam. Setelah ucrit mati, maka gantilah air kolam dengan yang baru

Penyakit Trichodina sp.

Penyakit Trichodina sp. memiliki berbentuk seperti piring terbang. Trichodina sp. merupakan ektoparasit yang ikan nila pada bagian kulit dan insang.

Penyakit ini berkembang biak dengan cara pembelahan yang berlangsung di tubuh inang, mudah berenang secara bebas, dapat melepaskan diri dari inang dan mampu hidup lebih dari dua hari tanpa inang.

Cara mengobati ikan yang terserang penyakit Trichodina sp.

Dengan cara merendam ikan nila yang sakit kedalam larutan garam (NaCl) 500-1000 mg/liter selama 24 jam.

Penyakit Bercak merah

Bercak merah biasanya di sebabkan bakteri Aeromonas. Ciri-ciri ikan nila yang terkena penyakit bercak merah yaitu:

  • adanya pendaraharan pada bagian tubuh yang terserang
  • sisik mengelupas
  • perut membusung
  • ada borok/luka, ikan terlihat lemah dan sering muncul pada permukaan kolam.

Penyakit bercak merah dapat menyebabkan kematin massal pada ikan nila. Penyakit ini mudah menular pada ikan-ikan lain yang berada pada satu lokasi kolam.

Cara pengobatan ikan yang terserang penyakit bercak merah

  1. Penyakit bercak merah ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik. Ikan nila yang dipelihara dengan menggunakan kolam tanah atau beton, maka antibiotik ini dapat digunakan dengan cara ditebar di kolam ataupun juga dapat diberikan dengan dicampur pakan ikan nila.
  2. Antibiotik yang ditebar di kolam yaitu berupa PK atau bisa juga menggunakan obat lain yang serupa. Antibiotik PK ini dijual di toko-toko pertanian atau toko akuarium. Cara penggunaannya pun cukup mudah, cukup ikuti dosis dan cara penggunaannya yang tertera pada botol.
  3. Sedangkan Antibiotik yang dicampur dengan pakan ini beda lagi ya lur, dulur-dulur dapat menggunakan antibiotik oxytetracyclin.
  4. Dengan dosis 50mg/kg pakan ikan nila. Antibiotik dapat dicampurkan dengan pakan selama 7 hingga 10 hari sampai ikan terlihat sembuh. Antibiotik oxytetracyclin ini dapat diperoleh di apotek.

Beberapa cara dalam mencegah penyakit pada ikan nila diatas tentu dapat diantisipasi dengan memberikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.

Tidak hanya dapat menekan FCR pada pakan, penggunaan probiotik ikan nila organik bakteri Bacillus brevis menghasilkan enzim terotrisin yang berperan sebagai antibodi ikan.

Hal inilah yang nantinya akan menghasilkan antibiotik surfaktin yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan jamur pada ikan.

Sehingga dulur lebih optimal dalam memaksimalkan hasil panen seperti berikut ini:

Proses Panen Ikan Nila

Pak Yuharman mitra kami di Lampung dapat memaksimalkan panen ikan nila mencapai 4050 kg, yang semula dilakukan tebar bibit ikan nila sebanyak 20.000 ekor.

Hal tersebut membuat beliau optimis untuk melakukan perawatan secara organik, dengan kualitas Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan inilah yang dapat menunjang pertumbuhan ikan nila lebih baik.

Panen Ikan Nila
Proses Panen Ikan Nila

Untuk tahapan pemanenan ikan nila yang dilakukan seperti berikut ini:

  1. Lakukan pengeriangan kolam ikan nila sebagian maupun total dan ini sangatlah kondisional.
  2. Selama pemanenan ikan nila, kolam harus selalu dialirkan air segar dengan tujuan untuk mencegah ikan tidak stres dan tidak mati.
  3. Setelah ikan nila berkumpul di kubangan, maka dulur-dulur bisa menyerok ikan tersebut.
  4. Setelah proses panen selesai, jangan lupa kolam di keringkan untuk persiapan budidaya ikan nila berikutnya.
  5. Berlanjut pada proses pasca panen ikan nila berikut ini:

Proses Pasca Panen Ikan Nila

Pemanenan pasca panen ikan nila sangat diperlakukan, terutama untuk membedakan grade ikan nila pada umumnya.

Proses Pasca Panen Ikan Nila
Proses Pasca Panen Ikan Nila

Berikut ini tahapan mengenai pasca panen yang perlu dulur lakukan:

  1. Harus dilakukan peyortiran berdasarkan ukuran dan berat, hal ini tergantung permintaan dari konsumen.
  2. Setelah itu bisa dilakukan pengemasan, dalam proses pengemasan sangat tidak direkomendasikan untuk menggunakan air yang berasal dari kolam. Air yang digunakan harus dalam kondisi yang bersih dan jernih.
  3. Selain itu dalam proses pengiriman sebaiknya tidak memakan waktu lama. Jika memang kondisi jarak pengiriman sangat jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Bisa melakukan proses pengemasan secara frozen, sehingga ikan masih tetap segar ketika sudah sampai ditujuan.

Kualitas ikan nila yang paling tepat untuk menunjang harga tentu saja sangat diperlukan. Untuk mendapatkan hasil panen ikan nila yang memang sesuai, tentu saja perlu diperhatikan dari proses perawatan ikan Nila.

Dulur bisa mendapatkan hasil panen yang sesuai dengan tahapan yang tepat dan mengikuti panduan budidaya ikan nila secara benar.

Maka dari itu, pastikan dulur menghubungi tim teknis kami untuk berkonsultasi mengenai ternak ikan nila maupun penggunaan Produk GDM Organik. Melalui tombol whatsapp dibawah ini:

16 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Dwi Utomoreply
November 13, 2019 at 20:04

Bagus , artikel budi daya ikan nilanya

adamreply
Agustus 5, 2020 at 15:17
– In reply to: Dwi Utomo

Assalamualaikum..saya bpk adam dari prabumulih sumatera selatan..saya punya kolam ukuran 2 x 4 dan saya isi dengan bibit ikan nila sekarang sdh usia 2 bulan..tp perkembangan ikannya agak lambat (apa karna setiap hari diliat hehehe) terus kira2 untuk kolam ukuran itu idealnya diisi brp ekor bibit nila? terus kira2 pakan yang cocok untuk budidaya ikan nila apa ya pak? mohon bantuannya dari master2 disini

GDM Inforeply
Agustus 11, 2020 at 17:43
– In reply to: adam

Halo pak Adam

Untuk berkonsultasi dengan team layanan konsumen kami bisa klik tombol berikut ya

master mancingreply
Januari 19, 2020 at 06:22

alhamdulillah
maaf pak admin. saya punya kolam semen lebar 2,5m panjang 4m dalam 1,5 meter, saya isi beberapa ekor ikan nila, rencananya pingin coba-coba dulu. tapi kenapa sehabis hujan kok ikan banyak yang mati? mohon pencerahannya
terimakasih

GDM Inforeply
November 25, 2020 at 14:27
– In reply to: master mancing

Halo Dulur

Untuk bibit yang ditebar berjumlah berapa ya? serta apakah manajamen kolamnya juga sudah sesuai. Sebab banyak faktor yang mempengaruhinya
Bisa diperjelas pertanyaanya ya lur 🙂

Rismantoreply
April 17, 2020 at 11:35

Mantap infonya admin,terimakasih

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 13:31
– In reply to: Rismanto

Sama2 pak Rismanto

anbiareply
Mei 8, 2020 at 14:38

terimakasih infonya

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 10:53
– In reply to: anbia

sama-sama lur

Arsil Ahmadreply
Mei 12, 2020 at 16:52

Artikelnya keren .. Terimakasih info dan referensinya.

GDM Inforeply
Juni 11, 2020 at 10:42
– In reply to: Arsil Ahmad

Sama-sama pak arsil

Slametreply
Mei 20, 2020 at 14:28

perhitungan pakan ikan bener 5,4kg

Alireply
Agustus 14, 2020 at 10:09

Terima kasih caranya mas, kebetulan sekali saya akan coba bisnis budidaya ikan..

GDM Inforeply
Agustus 15, 2020 at 08:58
– In reply to: Ali

Halo Pak Ali

Semangat untuk memulai bisnis budidaya ikannya ya pak
Salam Go Organik Indonesia

Adireply
Oktober 28, 2020 at 19:22

Sangat bermanfaat dan sangat membantu bagi pemula

GDM Inforeply
November 21, 2020 at 13:14
– In reply to: Adi

Halo Pak Adi

Terima kasih pak adi
Salam Go Organik !

Leave a reply