cara menanam bawang merah

Mudahnya Budidaya Bawang Merah Hingga Panen Melimpah

Cara menanam bawang merah tentu sudah umum diketahui oleh petani. Tapi, bagaimana sih cara tanam bawang merah yang benar agar bisa mendapatkan hasil yang berlimpah ?

Tidak hanya sekali, tentu Anda ingin mendapatkan hasil panen bawang merah yang berlimpah secara terus menerus kan? Nah, agar Anda bisa mendapatkan hasil budidaya bawang merah yang berlimpah terus menerus,

Yuk simak tips dan penjelasan berikut ini:

Syarat Tumbuh Bawang Merah

syarat tumbuh bawang merah

Secara umum, syarat tumbuh bawang merah hampir sama. Untuk lebih jelasnya, berikut ini syarat tumbuh bawang merah yang perlu Anda pahami:

Bawang merah dapat dibudidayakan pada musum hujan ataupun kemarau. Ini ditentukan juga dengan jenis varietas yang dibudidayakan.

Umumnya, bawang merah lebih cocok dibudidayakan pada daerah beriklim kering. Tipe iklmi yang disarankan adalah D3/E3. Artinya, antara (0-5) bulan basah dan (4-6) bulan kering.

Suhu

Suhu udara yang disarankan untuk budidaya bawang merah adalah pada rentang 25-32o C. Jika suhu udara jauh diatas atau dibawahnya, maka pertumbuhan bawang merah tidak optimal.

Kelembaban Udara

Kelembaban udara yang baik sebagai syarat tumbuh bawang merah adalah 50-70%. Sangat tidak disarankan membudidayakan bawang merah pada kelembaban yang sangat rendah atau sangat tinggi, karena dapat mempengaruhi sebaran hama dan penyakit bawang merah.

Penyinaran

Kelembaban udara tentu dipengaruhi juga oleh penyinaran matahari. Oleh sebab itu, Anda harus memahami lokasi budidaya bawang merah Anda mendapatkan penyinaran matahari yang cukup. Penyinaran matahari untuk bawang merah minimal adalah 70%.

Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat untuk lokasi budidaya bawang merah memiliki rentan yang cukup luas. Bawang merah dapat dibudidayakan pada daerah dengan ketinggian 0-1000 mdpl.

Jenis Tanah

Jenis tanah yang disarankan untuk bawang merah adalah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi, gembur, dan memiliki porositas tinggi. Oleh sebab itulah, jenis tanah yang paling cocok untuk budidaya bawang merah adalah jenis tanah alluvial, dengan pH tanah 5,6-6,5.

Pemilihan Benih Bawang Merah

pemilihan benih bawang merah

Dalam budidaya bawang merah sangat penting dalam memilih benih yang berkualitas. Pilihlah benih bawang merah yang sehat dan dipanen saat usia tua, yaitu antara 80 – 100 hari.

Selain berumur tua, benih bawang merah juga sebaiknya telah disimpan selama 2-3 bulan. Ukuran benih yang disarankan adalah sekitar 1,5-2 cm.

Sebelum digunakan menjadi bibit bawang merah, pastikan dahulu benih bawang merah yang Anda pilih memiliki bentuk yang bagus, seragam, bebas dari bibit hama dan penyakit, tidak cacat dan berwarna merah mengkilap.

Cara Membuat Bibit Bawang Merah

Pembibitan bawang merah sebenarnya tidak sulit dan dapat Anda lakukan secara mandiri. Anda bisa menyemai bawang merah pada tanah atau menggunakan spon khusus penyemaian.

cara menanam bibit bawang merah

Berikut ini cara menyemai bawang merah pada spon penyemaian:

  1. Siapkan benih bawang merah yang telah memenuhi syarat seperti yang dijelaskan diatas.
  2. Potong bagian ujung benih bawang merah untuk mempercepat proses pertumbuhan tunas.
  3. Rendam umbi pada benih bawang merah dengan menggunakan Suplemen Organik Ciar GDM Spesiaslis Tanaman Pangan. Caranya adalah dengan melarutkan 100 ml Suplemen Organik Ciar GDM Spesiaslis Tanaman Pangan dengan 10 liter air. Rendam umbi bawang merah selama 30 menit.
  4. Angkat umbi benih bawang merah yang telah direndam.
  5. Umbi benih bawang merah sudah siap untuk ditanam/disemaikan.
  6. Cara menyemai bibit bawang merah menggunakan media spon penyemaian: tanamkan umbi benih bawang merah kedalam spon penyemaian yang lembab.
  7. Lakukan penyiraman secara teratur dan amati pertumbuhannya hingga proses menyemai bawang merah selesai.

 

Pengolahan Tanah

pengolahan tanah bawang merah

Pengolahan tanah bawang merah dapat dilakukan dengna membajak lahan. Bajak lahan dengan kedalaman sekitar 20 cm menggunakan traktor atau bajak manual.

Kemudian buatlah gulutan dengan tinggi ± 50 cm, lebar ± 100 cm dan jarak antar bedeng ± 50 cm. Setelah bedengan jadi, taburkan Granule Bio Organik GDM SaMe diatasnya sebanyak 150 kg/ha. Kemudian, siram tanah hingga lembab.

Ketika tanah sudah lembab, semprotkan larutan GDM Black BOS. Cara membuat larutan GDM Black Bos adalah:

  1. Masukkan 1 gelas air mineral GDM Black BOS kedalam tangki semprot.
  2. Semprotkan larutan GDM Black BOS tersebut ke tanah yang sudah lembab.
  3. Lakukan hingga memenuhi dosis 5 kg/ha.
  4. Selain menggunakan Granule Bio Organik GDM SaMe  dan GDM Black BOS, Anda juga disarankan untuk menaburkan dolomite. Dosis dolomite yang disarankan disesuaikan dengan pH tanah. Berikut ini pH tanah dan kebutuhan kapur/ha:
  • pH tanah 5,50 membutuhkan dolomite sebanyak 5,80 ton/ha.
  • pH tanah 5,00 membutuhkan dolomite sebanyak 7.80 ton/ha.
  • pH tanah 4,50 membutuhkan dolomite sebanyak 10.70 ton/ha.
  • pH tanah 4.00 membutuhkan dolomite sebanyak 13.60 ton/ha.

5. Terakhir tutup bedengan tersebut dengan mulsa plastik.

Fungsi aplikasi Granule Bio Organik GDM SaMe Black BOS adalah untuk memberikan nutrisi pada tanah, meningkatkan kualitas tanah, menghilangkan penyakit tular tanah (jamur & bakteri pathogen), mempercepat proses pengomposan dalam tanah, meremediasi residu kimia dan logam berat di tanah sehingga pori-pori tanah menjadi terbuka serta tanah menjadi sangat gembur dan subur.

Jarak tanam bawang merah

jarak tanam bawang merah

Jarak tanam bawang merah yang disarankan pada saat musim kemarau adalah 15 x 15 cm atau saat musim hujan adalah 20 x 20 cm.

Perbedaan jarak tanam bawang merah ini mempengaruhi kelembaban pada lingkungan budidaya bawang merah. Pelebaran jarak tanam bawang merah saat musim hujan bermanfaat untuk menurunkan kelembaban.

Dengan melakukan pelebaran jarak tanam itu, sehingga dapat mencegah serangan gama dan penyakit bawang merah, seperti ulat grayak. Sehingga Anda tidak perlu lagi mencari cara membasmi ulat grayak pada bawang merah.

Cara Menanam Benih Bawang Merah

menanam bawang merah

Jika Anda tidak melakukan pembibitan dan penyemaian bawang merah, maka Anda bisa menanam langsung benih bawang merah.

Namun, jika Anda telah melakukan pembibitan dan penyemaian, maka Anda tinggal memindah tanam bibit tersebut ke lahan.

Berikut ini cara menanam benih bawang merah ataupun bibit di lahan:

  1. Siapkan lahan yang telah diberikan pupuk dasar pada saat pengolahan tanah.
  2. Buat lubang kecil seukuran umbi.
  3. Benamkan seluruh bagian umbi kedalam tanah.
  4. Tutup umbi dengan tanah hingga tertutup seluruhnya.
  5. Siram tanah hingga lembab.
  6. Lanjutkan melakukan perawatan secara rutin.

Cara Merawat Bawang Merah

cara merawat bawang merah

Cara merawat bawang merah meliputi beberapa hal. Seperti penyulaman, pemupukan, penyiangan, penyiraman dan pengendalian hama penyakit.

Berikut ini panduan cara merawat bawang merah agar terhindar dari hama dan penyakit bawang merah, serta mendapatkan hasil penen yang optimal.

a. Penyulaman

Penyulaman harus dilakukan, utamanya saat bawang merah mulai tumbuh. Jika didapati umbi yang tidak tumbuh, maka Anda harus segera melakukan penyulaman.

Cara melakukan penyulaman adalah dengan menanam kembali pada tempat tanaman yang tidak tumbuh. Ini bertujuan agar jumlah tanaman dan jarak tanam bawang merah dapat optimal dan sesuai dengan perhitungan.

b. Cara Pemupukan Bawang Merah

Cara pemupukan bawang merah melewati beberapa tahapan. Mulai dari tanaman berumur 7 HST hingga 45 HST. Sangat disarankan untuk mengaplikasikan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan.

Sebab, pupuk ini dapat merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak, memperkuat tanaman dari serangan hama dan penyakit, mengoptimal petumbuhan perkembangan dan ukuran diameter umbi bawang merah agar menjadi lebih besar.

Berikut ini cara pemupukan bawang merah yang tepat menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan:

  1. Sebelum melakukan penyemprotan, cuci tangki terlebih dahulu agar terbebas dari sisa-sisa bahan kimia (pupuk kimia, herbisida ataupun pestisida kimia) yang menempel pada tangki agar bakteri GDM tidak mati.
  2. Larutkan 2 gelas air mineral kedalam tangki semprot yang telah diberi air. Aduk hingga larutan homogen (tercampur rata).
  3. Semprotkan larutan pupuk tersebut pada tanah yang lembab dan basah, agar bakteri GDM bisa langsung terserap kedalam tanah dan bekerja dengan optimal.
  4. Lakukan penyemprotan pada pagi hari sebelum jam 09.00 WIB atau setelah jam 16.00 WIB.
  5. Ulangi pengaplikasian pada saat tanaman berumur 7, 14, 21, 28, 30, 35, dan 45 HST.

Bakteri yang terkandung dalam POC GDM dapat menghasilkan phytohormone sehingga merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak dan ukuran diameter umbi bawang merah akan menjadi lebih besar.

 

c. Pengairan

Lakukan pengairan sesuai kondisi tanah dan tanaman. Disarankan untuk menyiram tanaman secara rutin pada pagi atau sore hari. Agar kebutuhan air pada tanaman bawang merah dapat tercukupi.

 d. Penyiangan

Penyiangan lahan perlu dilakukan untuk menghindari persaingan memperoleh nutrisi antara gulma dan tanaman. Lakukan penyiangan sebanyak 2-3 kali dengan melihat kondisi pertumbuhan gulma di lahan dan dilakukan sebelum aplikasi pemupukan susulan.

Fungsi penyiangan juga bermanfaat untuk meminimalisir serangan hama dan penyakit tanaman.

e. Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Merah

pengendalian hama penyakit

Hama dan penyakit bawang merah ada berbagai macam. Meski begitu, serangan hama ulat daun dan ulat grayak adalah yang paling sering dijumpai.

Ulat yang umum menyerang bawang merah adalah Spodoptera exigua hubner (Lepidoptera ; Noctuidae). Spodoptera exigua hubner merupakan jenis serangga kosmopolitan yang menjadi hama penting pada tanaman bawang merah.

Spodoptera exigua hubner dapat menyerang bagian umbi hingga bagian daun tanaman bawang merah. Hama bawang merah ini memiliki kemampuan menyebar cepat pada tanaman bawang merah di dataran rendah dan dataran tinggi dan dapat menyerang tanaman bawang merah sepanjang tahun baik musim kemarau maupun musim hujan.

Gejala serangan larva ulat ini berupa bercak-bercak transparan pada daun. Ini terjadi akibat termakannya jaringan daun bagian dalam, lalu lapisan epidermis luar nya ditinggalkan.

Akibat serangan ulat ini, daun menjadi kering dan gugur sebelum waktunya. Ini menjadikan kualitas dan kuantitas hasil tanaman menurun, bahkan menyebabkan kehilangan hasil sampai 100% jika tidak ditanggulangi.

Cara membasmi ulat grayak pada bawang merah adalah dengan penyemprotan insektisida. Selain itu, cara mengatasi ulat didalam daun bawang merah maupun didalam tanah adalah dengan menggunakan varietas yang tahan serangan Spodoptera exigua hubner.

 

Umur Panen Bawang Merah

panen bawang merah

Umur bawang merah siap panen adalah 55-90 HST tergantung dari varietas yang ditanam, jenis tanah dan ketinggian tempat.  Tanaman bawang merah yang siap panen mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Umbi bawang merah sudah terbentuk sempurna.
  • Umbi sebagian besar sudah muncul di permukaan tanah.
  • Prosentase daun bawang yang rebah sudah mencapai 80%.
  • Sebagaian besar daun berwarna kuning pucat.
  • Pada pangkal daun apabila dipegang menjadi lemas atau tidak kaku.

Pasca Panen Bawang Merah

pasca panen bawang merah

Setelah dipanen, Anda perlu melakukan perawatan pasca panen bawang merah. Utamanya jika dulur hendak menyimpan umbi untuk benih bawang merah di musim tanam depan.

Langkah pasca panen bawang merah untuk bibit bawang merah adalah dengan memilih umbi yang berkualitas baik, bebas bibit hama dan penyakit bawang merah, serta memiliki ukuran yang seragam.

Setelah dipilih umbi yang berkualitas, Anda disarankan untuk mengeringkan umbi benih bawang merah tersebut. Caranya bisa dilakukan dengan menggantungkan diatas perapian dapur selama 3 bulan. Setelah kadar air berkurang, Anda bisa menanam benih tersebut pada musim tanam berikutnya.

bio organic fertilizer for red onion

Nah, itulah panduan cara menanam bawang merah yang perlu Anda ketahui. Jangan lupa untuk Aplikasikan selalu GDM Black Bos (BIO Organic Stimulant), Granule Bio Organik GDM SaMe dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan setiap tanam bawang merah, agar umbi bawang banyak dan besar sehingga hasil panen meningkat

Jika dulur-dulur ingin berkonsultasi langsung menagani cara menanam bawang merah, dulur-dulur dapat menghubungi kami secara langsung melalui live chat ataupun whatsapp kami.

4 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Ardyreply
Maret 9, 2019 at 13:13

Apakah tidak usah pupuk kandang saat pengelolahan tanah, cukup POC GDM aja?

GDM Inforeply
Mei 14, 2019 at 10:08
– In reply to: Ardy

pupuk kandang bisa diganti dengan SaMe Granule Bio Organik pak, selengkapnya bisa cek di https://gdmorganic.com/produk-gdm/same/

Haslireply
Juli 24, 2019 at 07:25

Di mana dijual POC GDM Apa uda ada di sulawesi

GDM Inforeply
Juli 24, 2019 at 10:45
– In reply to: Hasli

Selamat Pagi pak Hasli,
POC gdm sudah ada di Sulawesi pak. Bapak bisa menghubungi tim marketing kami untuk mendapatkan informasi toko terdekat di tempat Bapak.

Terima kasih pak

Leave a reply