Dian Istana G11 No.09

Kota Surabaya - Indonesia

Hubungi Kami

+62 85103332222

Hubungi Kami

info@gdmorganic.com

Mudahnya Budidaya Bawang Merah Hingga Panen Melimpah

cara menanam bawang merah

Mudahnya Budidaya Bawang Merah Hingga Panen Melimpah

Budidaya bawang merah telah banyak dibudidayakan para petani dan telah menyebar di setiap provinsi di Indonesia. Tanaman bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang sudah sejak lama di dibudidayakan oleh petani secara intensif. Komoditas unggulan pertanian ini memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi di suatu wilayah.

 

Meskipun saat ini banyak petani bawang merah, namun dalam proses budidayanya masih ditemui berbagai kendala terutama dari segi teknis budidaya. Oleh sebab itu budidaya bawang merah secara baik dan benar harus menjadi perhatian utama para petani bawang agar panen melimpah. Jika telah menguasai secara teknis cara menanam bawang merah, maka musim hujan pun bukan menjadi hambatan.

 

Bawang merah dapat tumbuh hampir di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Bahkan untuk area yang sempit, tanam bawang merah di polybag pun bisa dilakukan atau tanam bawang merah hidroponik yaitu cara menanam bawang merah dengan media utamanya air juga bisa dilakukan.

 

Berikut teknis budidaya bawang merah agar hasil melimpah:

1. Pemilihan benih bawang merah

Dalam budidaya bawang merah sangat penting dalam memilih benih yang berkualitas. Pilihlah benih bawang merah yang sehat dan yang dipanen tua, antara 80 – 100 hari.

 

Selanjutnya benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan selama 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat dan berwarna merah tua mengkilap. Kebutuhan benih bawang merah berkisar 1,4 – 2,5 ton, tergantung dari varietas, ukuran  benih serta jarak tanam yang dipakai.

 

2. Pengolahan tanah

Bajak lahan dengan kedalaman sekitar 20 cm. Kemudian buatlah gulutan dengan tinggi ± 50 cm, lebar ± 100 cm dan jarak antar bedeng ± 50 cm. Setelah bedengan jadi tabur pupuk kandang diatasnya sebanyak 10-20 ton per hektar dan tabur dolomite sebanyak ± 1 ton per hektar (tergantung ph tanah) lalu semprot dengan GDM Black BOS dengan dosis 1 gelas air mineral per tangki. Terakhir tutup bedengan tersebut dengna mulsa plastik.

 

Baca Juga : Tanah Sehat Tanaman Kuat

 

Fungsi aplikasi Black BOS adalah untuk meningkatkan kualitas tanah, menghilangkan penyakit tular tanah (jamur & bakteri pathogen), mempercepat proses pengomposan dalam tanah, meremediasi residu kimia dan logam berat di tanah sehingga pori-pori tanah menjadi terbuka serta tanah menjadi sangat gembur dan subur.

 

3. Jarak tanam bawang merah

Jarak tanam bawang merah yang digunakan pada saat musim kemarau adalah 15 x 15 cm atau saat musim hujan adalah 20 x 20 cm.

 

4. Cara menanam bawang merah

Sebelum penanaman bibit bawang merah, sebaiknya rendam umbi bawang merah selama 15-30 menit dengan mengunakan pupuk organik cair GDM spesialis tanaman pangan sayur yang bertujuan untuk menghilangkan penyakit tular benih (Jamur & bakteri pathogen yang menginfeksi umbi), serta mempercepat pertumbuhan umbi bawang.

 

Hal ini dikarenakan bakteri yang terkandung dalam pupuk organik cair GDM menghasilkan antibiotik untuk menekan pertumbuhan jamur & bakteri pathogen serta menghasilkan phytohormones yang berfungsi sebagai Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) sehingga pertumbuhan bawang merah akan lebih cepat dan serempak. Kemudian tanam umbi bawang merah rata dengan tanah dan setelah 7 hari sampai 10 hari setelah tanam bibit yang normal akan tumbuh merata.

 

5. Pemupukan

bukti nyata pupuk organik cair

pupuk organik cair GDM dapat merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak dan ukuran diameter umbi bawang merah akan menjadi lebih besar

Setelah bawang merah tumbuh, pada saat umur 7 hari setelah tanam (HST) semprot dengan POC GDM dengan dosis 2 gelas air mineral per tangki dan ulangi setiap 1 minggu sekali. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum jam 09.00 WIB atau setelah jam 16.00 WIB. Sebelum melakukan penyemprotan cuci tangki terlebih dahulu agar terbebas dari sisa-sisa kimia (pestisida kimia) yang menempel pada tangki agar bakteri GDM tidak mati dan bisa bekerja secara maksimal untuk pertumbuhan tanaman dan peningkatan hasil panen.

 

Bakteri yang terkandung dalam POC GDM dapat menghasilkan phytohormone sehingga merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak dan ukuran diameter umbi bawang merah akan menjadi lebih besar. Pupuk anorganik diberikan saat tanaman bawang merah umur 10, 20 dan 35 HST.

 

6. Pengairan dan penyiangan

Lakukan pengairan sesuai kondisi tanah dan tanaman, serta lakukan penyiangan gulma untuk menghindari persaingan memperoleh nutrisi antara gulma dan tanaman. Lakukan penyiangan sebanyak 2-3 kali dengan melihat kondisi pertumbuhan gulma di lahan dan dilakukan sebelum aplikasi pemupukan susulan. Fungsi penyiangan juga bermanfaat untuk meminimalisir serangan hama dan penyakit tanaman.

 

7. Umur panen bawang merah

Bawang merah dapat dipanen umur 55-90 HST tergantung dari varietas yang ditanam, jenis tanah dan ketinggian tempat.  Tanaman bawang merah yang siap panen mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :

  1. Umbi bawang merah sudah terbentuk sempurna.
  2. Umbi sebagian besar sudah muncul di permukaan tanah.
  3. Prosentase daun bawang yang rebah sudah mencapai 80%.
  4. Sebagaian besar daun berwarna kuning pucat.
  5. Pada pangkal daun apabila dipegang menjadi lemas atau tidak kaku.

 

Aplikasikan selalu GDM Black Bos (BIO Organic Stimulant) dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan Sayur setiap tanam bawang merah agar umbi bawang banyak dan besar sehingga hasil panen meningkat

 

Bahan Referensi :

alamtani.com

agrotani.com

mitalom.com

No Comments

Ada pertanyaan atau komentar?