Beranda » Perikanan » Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele, Untung Berlipat-Lipat

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele, Untung Berlipat-Lipat

T Diposting oleh pada 24 October 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 113 kali

budidaya ikan lele

Ikan lele (Clarias sp.) termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat karena pertumbuhan cepat, memiliki adaptasi lingkungan yang tinggi, padat tebar yang tinggi, bisa hidup dengan kadar oksigen rendah (Soetomo, 1989). Astawan (2008) menyatakan kandungan gizi ikan lele meliputi protein (17,7 %), lemak (4,8 %), mineral (1,2 %), dan air (76 %).

Berdasarkan keunggulan tersebut, budidaya ikan lele tetap menjadi primadona dalam budidaya ikan air tawar. Ternak lele banyak dilakukan mulai dari kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, kolam fiberglass, sedangkan teknologi budidaya juga berkembang pesat dari skala tradisional, semi intensif, intensif hingga sistem bioflok (DJPB, 2013).

Tahap Persiapan Kolam Ikan Lele dengan SOC GDM Ikan

Aktivitas budidaya ikan tidak terlepas dari limbah yang dihasilkan, terutama dari sisa pakan, feses, dan hasil aktivitas metabolisme ikan (Wijaya, 2014). Pada sistem budidaya tanpa pergantian air (zero water exchange) seperti pada kolam air tenang, konsentrasi limbah budidaya seperti amonia (NH3), nitrit (NO2), dan karbon dioksida CO2 akan meningkat sangat cepat dan bersifat toksik bagi ikan (Surawidjaja, 2006).

Berdasarkan fakta tersebut, persiapan kolam yang perlu dilakukan meliputi :

  • Pembersihan dasar dan pinggir kolam. Untuk kolam tanah, pembersihan dasar kolamnya adalah membuang lumpur. Pastikan semua lumpur terbuang untuk mikroorganisme pathogen yang mengendap dalam lumpur sedangkan pinggir kolam yang harus dibersihkan adalah rumput-rumput liar disekitar kolam. Rumput liar biasanya dijadikan tempat bertelur hama ikan.
  • Pembersihan dasar dan pinggir kolam untuk kolam terpal dan kolam semen yang perlu diperhatikan adalah tebal tipisnya lumut . Sikat hingga bersih kolam terpal atau semen untuk membersihkan telur kepiting, ikan hama dan lainnya. Jangan lupa untuk cek ada tidaknya kebocoran kolam. Hal ini penting untuk mengurangi kerugian.
  • Gunakan bakteri pengurai Bacillus mycoides karena menghasilkan enzim protease, enzim selulase dan enzim amylase. Enzim-enzim tersebut berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat proses penguraian.
  • Gunakan bakteri pengurai B. pumilus yang mampu menghasilkan enzim mananase dan enzim proteolitik peptidase yang memutuskan ikatan peptida selubung virus, sehingga menghambat perkembangan virus
  • Brevis  juga menghasilkan enzim selulase dan menghasilkan enzim hidrolitik untuk menghidrolisis neurotoksin Vibrio spp
  • Untuk meningkatkan keanekaagaman plankton, juga terdapat Pseudomonas alcaligenes yang menghasilkan enzim lipase dan dexametanose selain itu menghasilkan pigmen warna untuk bakterioplankton
  • Untuk remediasi tanah tambak, bakteri micrococcus roseus mampu memproduksi enzim dan antibiotik tertentu sehingga sangat bagus untuk pertumbuhan ikan

Semua bakteri di atas sangat penting karena dapat mempercepat proses penguraian tambak/ kolam. Dan semua bakteri tersebut merupakan bakteri yang terdapat dalam Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan.

 

Tahap-Tahap Penebaran Bibit Lele

Pekerja memanen ikan lele di tambak air tawar Desa Eretan wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat

Hal-hal berikut ini perlu diperhatikan dalam penebaran benih lele :

  • Sebelum dilakukan peneberan benih, isi kolam dengan air dengan ketinggian sekitar 30 cm, lalu tambahkan SOC GDM ikan sebanyak 6 ml/m3 untuk menumbuhkan plankton/pakan alami ikan.
  • Lakukan penebaran saat pagi (sebelum jam 09.00) atau sore hari (diatas jam 15.00) karena fluktuasi suhu tidak terlalu besar
  • Hindari penebaran benih saat siang hari atau tengah hari karena akan membuat benih stress hingga mengalami kematian massal
  • Pastikan benih yang akan ditebar sudah dilakukan proses suci hama dengan larutan garam dengan dosis 2-5 ppm selama 10-15 menit.
  • Perhatikan ketinggian air kolam saat benih ditebar agar benih dapat segera beradaptasi dengan lingkungan budidaya. Seiring bertambahnya umur benih, ketinggian air juga perlu ditambah
  • Perlu diperhatikan, sebelum benih ditebar harus dilakukan proses aklimatisasi yang mengacu SNI (01-6484.2-2000). Cara aklimatisasi ini dilakukan dengan menenggelamkan sekaligus wadah/kantong plastik secara hati-hati, perlahan dan bertahap. Tujuan aklimatisasi ini adalah untuk memberi kesempatan benih ikan beradaptasi dengan lingkungan air kolam sedini mungkin lalu biarkan benih keluar dengan sendirinya dari wadah secara bertahap ke kolam budidaya.

Tips Pemberian Pakan agar Diserap Optimal Ikan Lele

budidaya ikan lele

Jumlah panen ikan lele meningkat hanya dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan

Kebutuhan pakan merupakan komponen biaya produksi terbesar yaitu 80-85% dari total biaya produksi karena harga pakan semakin mahal. Berikut adalah tips memberi pakan pada ikan lele:

  • Puasakan benih ikan lele selama 2 hari untuk adaptasi lingkungan baru serta mengosongkan lambung, selama puasa tersebut benih ikan lele akan memakan plankton.
  • Berikan pakan ikan lele berdasarkan umurnya sesuai yang tersaji dalam tabel 1.
  • Campurkan SOC GDM Ikan dengan pakan, agar hasil jauh lebih maksimal. Dosisnya 10 ml/kh pakan atau 1 tutup jirigen kemasan 1 dan 2 liter SOC GDM
  • Agar lebih merata, dalam 1 karung pakan (30 kg) diperlukan 300 ml SOC GDM lalu disemprotkan secara merata. Hal ini mampu meningkatkan penyerapan nutrisi agar lebih optimal
  • Sebelum ditebar dikolam, angin-anginkan selama 15 menit, berikan secara langsung usahakan habis hari itu juga agar pakan tidak berjamur

 

Anjuran Pakan Ikan Lele Berdasarkan Umurnya Tersaji Dalam Tabel 1 Berikut :

Tabel 1. Dosis pakan berdasarkan umur ikan lele

Umur
(hari)
Berat badan (gr/ekor)Panjang
(cm)
Size pellet
(mm)
Dosis pakan
1-102.5-57-826-5
11-205-2011-1225-4.5
21-3020-5015-1624.5-4
31-4050-8018-1934-3
41-5080-10020-2233-2
51-60>100>3032

 Anjuran dosis pakan ikan lele. Sumber : DJPB, 2013

 

Tips Pemeliharaan Kualitas Air Dalam Budidaya Ikan Lele

ikan lele

Usaha ternak lele . img source : google.co.id

Kualitas air merupakan salah satu faktor yang penting dalam pertumbuhan ikan (Wijaya, 2014). Budidaya lele dengan tanpa penambahan suplemen/probiotik sangat rentan terhadap perubahan kualitas air.

Limbah budidaya ikan yang merupakan hasil aktivitas metabolisme banyak mengandung amonia (Effendi, 2005). Ikan mengeluarkan 80- 90% amonia (N-anorganik) melalui proses osmoregulasi, sedangkan dari feses dan urine sekitar 10-20% dari total nitrogen (Rakocy et al., 1992 dalam Sumoharjo, 2010). Akumulasi amonia pada media budidaya merupakan salah satu penyebab penurunan kualitas perairan yang dapat berakibat pada kegagalan produksi budidaya ikan (Wijaya, 2014).

Kandungan ammonia hasil metabolisme yang meningkat cenderung menyebabkan gangguan yang bersifat fisiologis dan memicu stress pada ikan (Boyd, 1990).

Baca Juga : Keunggulan Kombinasi 5 Bakteri Dalam Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ikan

Pada saat yang sama protein dalam feses dan pakan yang tidak termakan akan diuraikan oleh bakteri menjadi produk yang sama. semakin intensif suatu kegiatan budidaya akan semakin tinggi konsentrasi senyawa nitrogen terutama amoniak (Avnimelech and Kochba, 2009). Menurut Craigh and Helfrich (2002), meskipun melalui menajemen yang baik, pakan yang diberikan pada ikan pasti akan menghasilkan limbah. Contohnya dari 100 unit pakan yang diberikan, biasanya 10% tidak termakan, 10% limbah padatan, dan 30% limbah cair yang dihasilkan oleh ikan. sisanya, 25% digunakan untuk tumbuh dan 25% lainnya untuk metabolisme.

Untuk menjaga kualitas air ikan lele, sangat dianjurkan menambahkan SOC GDM ikan sebanyak 10 liter/Ha atau 6 ml/m3 setiap minggu. Penambahan suplemen ini bertujuan untuk menambahkan bakteri spesifik GDM.

 

Daftar Pustaka :

Astawan, M. W.2008. Sehat dengan Hidangan Hewani. Penerbit Swadaya : Depok

Avnimelech, Y. and Kochba, M.2009. Evaluation of Nitrogen Uptake and Excretion by Tilapia in Biofloct Tanks Using 15 N Tracing. Aquaculture. 287 (1-2): 163-168.

Boyd, C.E. 1990. Water Quality Management in Aquaculture and Fisheries Science. Elsevier  Scientific Publishing Company Amsterdam.

Craig, S. and L.A.Helfrich.2002. Understanding Fish Nutrition, Feeds and Feeding. Publication. Page 420-256.

Effendi, H.2005. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta.

Kementerian Kelautan dan Perikanan.2013. Laporan Tahunan Direktorat Produksi Tahun 2013. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Diakses tanggal 27 Agustus 2017.

Sumoharjo.2010. Penyisihan Limbah Nitrogen Pada Pemeliharaan Ikan Nila Oreochromis niloticus dalam Sistem Akuaponik: Konfigurasi Desain Bioreaktor.Tesis. Progam Pascasarjana.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soetomo, M.1989. Teknik Budidaya Ikan Lele Dumbo, Jakarta : Sinar Baru. Hal 109

Surawidjaja, E.H. 2006. Akuakultur Berbasis “Trophic Level”:Revitalisasi Untuk Ketahanan Pangan, Daya Saing Ekspor dan Kelestarian Lingkungan. Orasi Ilmiah. Guru Besa tetap Ilmu Akuakultur.

Wijaya, O., B.S. Rahardja dan Prayogo. 2014. Pengaruh Padat Tebar Ikan Lele Terhadap Laju Pertumbuhan dan Survival Rate pada Sistem Akuaponik. Jurnal. Ilmiah Perikanan dan Kelautan 6 (1): 55-58.

Belum ada Komentar untuk Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele, Untung Berlipat-Lipat

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele, Untung Berlipat-Lipat

budidaya ikan mas

Panduan Super Jitu Cara Budidaya Ikan Mas

T 27 November 2017 F A gdmok

Ikan mas merupakan ikan konsumsi air tawar yang cukup menjadi favorit di Indonesia. Permintaan terhadap produk ikan mas segar cukup besar dibandingkan ikan air tawar lainnya. Sentra budidaya ikan mas di Indonesia adalah Jawa Barat yang meliputi Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya,... Selengkapnya

plankton suplemen pupuk organik

Penyubur Plankton di Kolam Atau Tambak dengan SOC GDM Ikan

T 23 June 2017 F A gdmok

(Sumber gambar : allyouneedisbiologi.wordpress.com) Aktivitas budidaya ikan tidak terlepas dari limbah yang dihasilkan, terutama dari sisa pakan, feses, dan hasil aktivitas metabolisme ikan (Wijaya, 2014). Pada sistem budidaya tanpa pergantian air (zero water exchange) seperti pada kolam air tenang, konsentrasi... Selengkapnya

bioremediasi gdm black bos .

Persembahan untuk Negeri, GDM Black BOS spesialis Tanah

T 23 October 2017 F , , A gdmok

Semakin hari, tanah semakin jenuh dengan berbagai treatment yang didapat seperti aplikasi pestisida hingga overdosis, bahkan pupuk kimia hingga overdosis. Hal ini berimbas terhadap performance tanaman yang ditanam. Ada gejala asem-aseman (kuning, kerdil), tanaman terserang berbagai hama seperti wereng (hijau,... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GDM