Dian Istana G11 No.09

Kota Surabaya - Indonesia

Hubungi Kami

+62 85103332222

Hubungi Kami

info@gdmorganic.com

Kenali Gejala Serta Cara Mengobati Penyakit Ngorok Pada Ayam

cara mengobati penyakit ngorok

Kenali Gejala Serta Cara Mengobati Penyakit Ngorok Pada Ayam

  • Readers Rating
  • Rated 5 stars
    5 / 5 (1 )
  • Your Rating


Cara Mengobati Penyakit Ngorok – Anda peternak ayam? Pasti pernah mengalami beberapa gangguan penyakit pada ayam Anda. Bahkan bisa jadi Anda juga sudah tidak asing lagi dengan penyakit snot pada ayam. Beberapa orang menyebut snot pada ayam dengan sebutan ayam ngorok atau pilek.

 

Coryza / snot / pilek / ngorok ayam merupakan salah satu penyakit pada unggas terutama ayam yang menyerang sistem pernafasan dan di sebabkan oleh bakteri.

 

Penyakit ngorok dapat menyebabkan kerugian secara finansial maupun kesehatan. Penyakit ini dapat menyerang ayam pada segala usia. Lebih parahnya, bila menyerang ayam yang sedang bertelur, maka dapat menurunkan produksi kurang lebih 10 – 40%.

 

Pada tips kali ini, kami akan membahas cara mengobati penyakit ngorok hingga cara mencegah penyakit ngorok agar tidak menyerang ternak ayam lagi.

 

Penyebab Ayam Ngorok
penyebab ayam ngorok

 

Penyebab ayam ngorok di sebabkan oleh bakteri Haemophilus paragallinarum.

 

Bakteri Haemophilus paragallinarum berbentuk batang pleumorfik, non motil, dan bersifat gram negative. Bakteri ini diketahui sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Mengingat cepatnya penyebaran penyakit ngorok melalui kontak langsung maupun tidak langsung.

 

Penularan tidak langsung dapat terjadi ketika terjadi kontak antara ayam dengan alat makanan/minuman atau peralatan lain yang tercemar.

 

Selain cepatnya penularan, penyakit ngorok juga dapat menyerang semua jenis ayam. Mulai dari ayam kampung, petelur ataupun pedaging.

 

Penyakit ini berjalan akut-kronis masa inkubasi terjadi selama 1-3 hari. Sedangkan angka kematiannya sekitar ±30 % dan menyebabkan kesakitan hingga 80%.

 

Ayam yang paling rentan terhadap serangan penyakit ini adalah yang sudah berumur 14 minggu ke atas antara umur 18 – 23 minggu untuk breeder.

 

Pada ayam pedaging, petelur, itik semua umur khususnya mulai umur 3 minggu.

 

Meski begitu, sebenarnya Ayam yang menderita bila tidak di sertai dengan infeksi lainnya dapat sembuh dalam 14-21 hari setelah pengobatan.

 

Faktor Lain Penyebab Ayam Ngorok

Faktor penyebab ayam ngorok selain adanya infeksi bakteri juga dikarenakan terjadi pergantian kondisi lingkungan yang ekstream.

 

Seperti pergantian musim, stress, lingkungan kandang, nutrisi, perlakuan vaksin, dan penyakit bersifat imonusepresif (Imunosupresif berhubungan dengan penekanan kerja sistem imun).

 

Gejala Klinis Ayam Ngorok

ayam ngorok

Ciri ciri serangan penyakit ayam ngorok diantaranya adalah:

  • Dari hidung keluar leleran eksudat yang awalnya jernih dan encer lambat laut berubah menjadi kuning kental dan bernanah dengan bau yang khas.
  • Sekitar lubang hidung terdapat kerak eksudat berwarna kuning.
  • Sinus membengkak sangat besar, akibatnya lipatan sekitar mata membengkak dan mata menjadi tertutup.
  • Suara ngorok pada saat hewan kesulitan bernafas, diare dan pertumbuhan lambat dan kerdil.

 

Cara Mengobati Penyakit Ngorok

Cara mengobati penyakit ngorok pada ayam dapat dilakukan dengan memberikan antibiotik tylosin atau preparat sulfonamide pada air minum.

 

Cara Mencegah Penyakit Ngorok Agar Tidak Menyerang

mencegah ayam ngorok

Pencegahan adalah upaya yang paling tepat dari pada mengobati. Berikut ini langkah-langkah untuk mencegah penyakit ngorok pada ayam.

 

1. Memberikan Vaksin Pada Ayam

Untuk mengurangi potensi serangan penyakit pada ayam, maka perlu dicegah dengan memberikan vaksin. Pada jenis ayam petelur dan pembibitan, berikan vaksin sebanyak 2 kali pada umur 6-9 minggu dan di ulang kembali pada umur 12-18 minggu. Gunakan jenis Vaksin yang berjenis killed (mati).

 

Baca Juga : Peluang Usaha Ternak Ayam Broiler

 

2. Sanitasi Kandang Ayam

Upayakan sanitasi kandang yang baik dengan cara membersihkan kandang pada saat masa pengeringan kandang dengan disemprot disinfektan atau formalin serta memberikan dolomit pada lantai kandang. Tujuannya adalah untuk mematikan bakteri dan virus yang ada pada kandang.

 

3. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen pemeliharaan harus diperhatikan dengan baik. Hal ini terkait pemberian pakan, minum, pemberian obat-obatan, dst.

 

4. Konstruksi kandang ayam harus baik

Konstruksi kandang harus di buat lebih kuat dan kokoh. Anda bisa menggunakan terpal sebagai penutup yang lebih tahan terhadap hembusan angin malam. Selain itu, perhatikan juga ventilasinya agar sinar matahari dapat masuk dengan cukup dan tidak goyang jika di tiup angin yang kencang. Jika kandang dirasa mulai rusak, maka segera ganti dengan yang lebih kuat.

 

5. Kepadatan ayam di dalam kandang yang sesuai.

Kepadatan populasi ayam pada suatu kandang sangat mempengaruhi kualitas ayam yang dihasilkan. Jika dalam satu kandang terlalu banyak populasinya, maka akan mengakibatkan stress pada ayam. Hal ini terjkait dengan kadar oksigen dalam kandang yang berkurang, perebutan pakan dan air yang mengakibatkan adanya kanibalisme, serta pertumbuhan ayam yang tidak maksimal/tumpang tindih.

 

Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Ternak Ayam Petelur

 

6. Jangan mencampur ayam dengan umur yang berbeda dalam satu kandang.

Hal ini terkait dengan kebutuhan metabolisme ayam yang berbeda sesuai dengan umurnya.

 

7. Manajemen pemeliharaan ayam

Manajemen pemeliharaan ayam ini meliputi pemberian pakan yang berkualitas dan pemberian SOC (supplement organik cair). Pemberian SOC untuk ternak harus mengandung 5 bakteri yang mampu membantu penyerapan nutrisi dari pakan. 5 bakteri ini terdiri dari bacillus pumilus, bacillus brevis, bacillus mycoides, pseudomonas alcalignes, micrococcus roseus.

 

Masing masing bakteri yang ada pada Suplemen Organik Cair Spesialis Ternak GDM ini memiliki peran yang bermanfaat bagi ternak.

 

Fungsi bakteri bacillus

Bakteri bacillus berfungsi untuk menghasilkan antibiotik alami yang akan melawan dari agen2 penyakit :

  1. Bacillus pumilus yang diharapkan mampu menghasilkan enzim fitase sebagai Feed Supplement untuk menghasilkan bahan pakan ternak berkualitas ditinjau dari ketersediaan protein dan mineral P, Mg, Mn, Fe, Zn, Ca yang tinggi sehingga selain dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ayam broiler juga ramah lingkungan

 

  1. Bacillus mycoides pada pakan fermentasi yang di berikan pada ayam broiler mampu menambahkan berat badan, menurunkan serat kasar dan meningkatkan protein

 

Bakteri ini memaksimalkan penyerapan nutrisi dari pakan kemudian di didistribusikan ke tubuh dan akhirnya yang keluar hanya ampas tidak ada protein yang terbuang.

 

Sehingga feses cenderung kering, litter tidak basah, dan kadar amoniak berkurang. Jika kadar amoniak tinggi mengakibatkan ayam cenderung sulit bernafas dan pertumbuhan agen penyakit semakin meningkat.

 

Nah itulah penyebab ayam ngorok hingga cara mengobati penyakit ngorok pada ayam, jika dulur-dulur memiliki permasalah seputar ayam ngorok / snot. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kami.

No Comments

Ada pertanyaan atau komentar?