Beranda » Pertanian » Jurus Mencegah Bulir Padi Kosong

Jurus Mencegah Bulir Padi Kosong

T Diposting oleh pada 23 June 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 78 kali

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.  Kebutuhan air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase tersebut  bervariasi yaitu pada fase pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan.

Fase keluarnya bulir padi adalah tergolong dalam fase generative, dimana fase generative merupakan fase pembentukan organ reproduktif atau perkembangbiakan. Fase ini membutuhkan waktu 35 hari setelah fase vegetatif lambat terlewati, yaitu: pembentukan bakal malai (primordia), masa bunting, dan pembungaan. Pada fase inilah komponen hasil seperti jumlah malai per satuan luas dan jumlah gabah per malai terbentuk.

Tahap Primordia. Disebut juga dengan inisiasi malai, yaitu tahap dimulainya proses pembentukan malai sampai malai terbentuk sempurna. Pada tahap ini panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah yang akan diisi pada fase selanjutnya akan dibentuk. Ketersediaan unsur hara, air dan hormon tanaman yang tidak mencukupi selama tahap ini akan menyebabkan panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah dalam satu malai yang terbentuk tidak maksimal, sekalipun varietas yang ditanam memiliki jumlah butir per malai tinggi (> 200 butir). Sehingga air harus tersedia dan pemberian pupuk susulan serta pemberian hormone tanaman dilakukan sebelum masa primordia. Intensitas sinar matahari pada tahap ini akan mempengaruhi ukuran gabah yang terbentuk.

Tahap Bunting. Setelah fase primordia, malai muda mengalami peningkatan ukuran dan berkembang keatas didalam pelepah daun bendera menyebabkan pelepah daun menggembung. Penggembungan pelepah daun inilah yang disebut bunting.

Tahap Pembungaan. Merupakan tahap keluarnya malai sampai dengan terjadinya persarian. Dalam satu rumpun, diperlukan waktu 10-14 hari bagi malai untuk keluar. Lamanya periode tersebut disebabkan perbedaan laju perkembangan antar individu tanaman dalam satu rumpun. Apabila 50% malai telah keluar, maka pertanaman dianggap sudah dalam fase pembungaan. Sehari setelah malai keluar, terjadilah pembuahan. Dalam satu malai proses pembuahan selesai dalam waktu 5 hari. Tahap ini merupakan masakritis kedua, dimana ketersediaan air dan hormone tanaman sangat dibutuhkan untuk proses pembungaan. Air diupayakan setinggi 3-5 cm dan dibiarkan sampai tahap pengisian gabah selesai.

  • Mengapa pada tahap premordia, tahap bunting dan tahap pembunggan membutuhkan unsur hara, air dan hormon tanaman ?

Setiap tanaman pastinya sangat membutuhkan unsure hara untuk keberlangsungan hidupnya. Karena unsure hara baik makro maupun mikro merupakan sumber nutrisi bagi tanaman tersebut. Sedangkan air dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis, pelarut unsure hara, sebagai pendorong proses respirasi, memelihara suhu tanaman dan bahan penyusun utama daripada protoplasma. Jadi apabila tanaman kekurangan air dan unsure hara maka pertumbuhan tanaman tersebut akan terhambat, kerdil, tidak maksimal bahkan mati. Untuk itu unsure hara dan air harus tercukupi saat masa tahap premordia, bunting dan pembungaan. Tapi yang menarik disini adalah kebutuhan hormone tanaman yang sangat dibutuhkan pada 3 fase tersebut. Karena dengan hormone tanaman, malai padi akan keluar maksimal, bulir padi keluar sempurna (menghindari bulir padi terjepit batang), keluar lebih serempak dan lebih cepat. Bulir padi menjadi kosong disebabkan oleh faktor pada saat fase keluarnya malai tidak maksimal sehingga masih ada bulir padi yang terjepit di batang padi saat proses pemasakan dan setelah proses pemasakan selesai bulir padi tersebut keluar dari batang padi yang akhirnya menjadi bulir hampa/kosong. Dan apabila bulir hampa yang didapatkan banyak saat panen tentunya hasil panen akan minim.

  • Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan hormone tanaman tersebut?

GDM merupakan Pupuk Organik Cair yang mengandung unsure hara makro dan mikro lengkap yang dibutuhkan tanaman padi dan memiliki kandungan 7 bakteri menguntungkan di dalamnya. Bakteri tersebut adalah Bacillus brevis, Bacillus mycoides, Bacillus pumilus, Pseudomonas alcaligenes, Pseudomonas mallei, Klebsiella oxytoca dan Micrococcus roseus. 7 Bakteri tersebut merupakan bakteri tangguh dan pilihan yang dapat membantu mempercepat mengembalikan kesuburan tanah yang disebabkan karena penumpukan residu kimia dan logam berat dalam tanah selama bertahun-tahun akibat pemakaian pupuk kimia & pestisida kimia yang berlebihan (over dosis). Keunggulan dari 7 bakteri GDM lainnya adalah saling bersinergi membentuk satu kekuatan yang akan membantu memaksimalkan pertumbuhan padi. Dan bakteri-bakteri GDM juga merupakan penghasil hormone auksin, sitokinin dan gibrelin yang fungsinya sebagai pertumbuhan dan memacu memaksimalkan keluarnya bulir padi, sehingga bulir padi dapat terisi sempurna dan mengurangi bulir padi yang kosong/bulir hampa. Selain itu bakteri GDM juga dapat bertahan pada suhu 80°C, jadi walaupun di musim kemaraupun bakteri GDM akan tetap terus bekerja dan berkembang biak untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman padi.

Peranan bakteri GDM bagi tanaman padi adalah sebagai penghasil phytohormone. Pengertian dari phytohormone adalah senyawa dalam tumbuhan yang berfungsi untuk memacu kegiatan pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan, untuk pertumbuhan pada saat tanaman padi memasuki fase vegetative maupun fase generative.. Phytohormon yang dihasilkan oleh 7 Bakteri GDM khususnya pada saat fase generative adalah membantu mempercepat, memaksimalkan serta menyeragamkan keluarnya bulir pada malai padi. Malai dan bulir padi akan dipaksa ditarik keluar semua dari batang sehingga tidak ada bulir padi yang terjepit dalam batang padi. Karena apabila bulir padi dapat keluar sempurna dari batang maka semua bulir akan dapat terisi penuh mulai dari ujung sampai pangkal malai dan menghindari munculnya bulir padi hampa yang akhirnya akan menambah bobot padi saat panen sehingga panen padi akan melimpah.

  • Bagaimana dosis dan cara penggunaan POC GDM?

Aplikasi POC GDM sangatlah mudah, yaitu dengan takaran 2 gelas air mineral per tangki semprotkan pada tanaman padi menjelang bunting dan pada saat padi bunting.

Setelah malai dan bulir padi telah keluar sempurna tanpa ada yang terjepit di batang pohon, fase selanjutnya adalah fase pemasakan. Fase ini merupakan fase akhir dari siklus hidup tanaman padi. Fase ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 hari mulai pengisian gabah sampai gabah matang penuh. Pengisian gabah. Proses pengisian berlangsung kurang lebih 10 hari sejak berbunga. Pada tahap ini malai sudah terkulai dan apabila gabah dipencet akan keluar cairan berwarna putih. Pematangan. Kurang lebih 7 hari setelah gabah berisi penuh, gabah sudah masuk tahap matang kuning yang ditandai gabah sudah menguning. Isi gabah sudah mengeras, namun masih mudah dipecah dengan kuku. Dan 7 hari kemudian, gabah sudah semakin keras dan susah untuk dipecah dengan kuku. Tahap ini disebut periode matang penuh. Pada fase tersebut kebutuhan air secara berangsur-angsur mulai berkurang sampai tahap matang kuning. Pengeringan lahan diupayakan dimulai setelah proses pengisian selesai. Pengeringan atau kekeringan yang terjadi sebelum gabah berisi penuh, menyebabkan banyak gabah hampa, dan beras mudah pecah. Sedangkan pengeringan yang terlambat memicu tanaman mudah rebah. (Suparta/Yankomduk)

Jadi apabila kebutuhan akan unsur hara terpenuhi dengan baik dan bulir padi dapat keluar sempurna maka bulir padi pun akan terisi secara optimal dan hasil panen pun akan maksimal. Untuk itu selalu gunakan POC GDM pada fase vegetative dan fase generative agar pertumbuhan padi maksimal dan hasil panen optimal. Jangan biarkan ada bulir padi yang terjepit di batang padi dan jangan biarkan ada bulir padi hampa/kosong di tanaman anda.

GDM spesialis memaksimalkan keluarnya bulir padi !!!!!

Sumber Referensi :

  1. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id
  2. http://tabloidsahabatpetani.com
  3. http://hidup-pertanian.blogspot.co.id

Belum ada Komentar untuk Jurus Mencegah Bulir Padi Kosong

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Jurus Mencegah Bulir Padi Kosong

cara mengelola lahan pertanian

Tanah Sehat Tanaman Kuat

T 20 May 2017 F A gdmok

Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik (https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah). Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai “lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh-berkembangnya perakaran, penopang tegak tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara.... Selengkapnya

cara meningkatkan hasil panen cabai lombok

Persemaian Cabai: Cepat dan Anti Penyakit Tular Benih

T 20 May 2017 F A gdmok

Budidaya tanaman hortikultura umumnya selalu diawali dengan persemaian benih atau pembibitan, tidak terkecuali budidaya tanaman cabai. Persemaian yang baik merupakan awal keberhasilan budidaya tanaman. Adapun lokasi persemaian harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tempat harus bersih dan aman dari hama,... Selengkapnya

semai padi

Cara Sukses Persemaian Padi

T 20 May 2017 F A gdmok

Setelah mengetahui cara memilih benih unggul dan cara perendaman benih yang benar (dibahas pada artikel sebelumnya), selanjutnya adalah mengetahui cara persemaian padi. Untuk memperoleh bibit padi dapat dilakukan dengan cara persemaian basah. Apa itu Persemaian Basah? Persemaian basah adalah persemaian... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GDM