Beranda » Pertanian » Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

T Diposting oleh pada 30 May 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 84 kali

Pada zaman dahulu saat menanam padi nenek moyang kita selalu menggunakan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan ataupun sisa-sisa tanaman yang jatuh ke tanah yang kemudian terdekomposisi menjadi pupuk alami/pupuk kompos yang mengandung nutrisi untuk tanaman. Hal ini terjadi karena adanya bakteri apathogen (menguntungkan) di dalam tanah yang membantu mempercepat proses penguraian. Sehingga apabila pada tanah kandungan nutrisi untuk tanaman tinggi maka pada tanaman padi jumlah anakan akan menjadi banyak dan hasil panen meningkat. Sesuai slogan “Banyak anak banyak rejeki” filosofi zaman nenek moyang ini juga sangat pas apabila diterapkan saat budidaya tanaman padi. Karena semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi maka diharapkan akan semakin banyak bulir malai yang terbentuk dan saat panen pastinya akan diperoleh peningkatan produksi yang sangat tinggi. Untuk itu salah satu kunci sukses keberhasilan budidaya padi adalah dengan memperbanyak jumlah anakan padi.

Nah bagaimana cara agar jumlah anakan pada tanaman padi menjadi banyak?

Berikut tips kunci sukses membuat anakan tanaman padi menjadi banyak :

  • Pada lahan sawah tempat penanaman padi buatlah lahan tersebut menjadi media yang paling disukai tanaman padi muda (bibit padi) agar saat pindah tanam bibit padi tersebut tidak stress dan bisa langsung berkembang. Pada padi muda menyukai media yang tekstur tanahnya gembur dan bahan organiknya tinggi serta pada tanah tersebut bebas dari koloni jamur dan bakteri pathogen. Untuk itu semprotkan POC GDM pada tanah sebelum tanam agar tekstur tanah menjadi gembur karena bakteri Micrococcus roseus berperan aktif menjadikan tanah keras menjadi gembur dan subur serta tiga bakteri golongan Bacillus (yaitu : Bacillus brevis, Bacillus mycoides dan Bacillus pumilus) dalam GDM mampu mengeluarkan enzim dan antibiotic untuk menghilangkan koloni jamur dan bakteri pathogen dalam tanah.
  • Pada saat penanaman bibit padi jangan tanam bibit yang sudah tua tapi pilihlah bibit padi yang masih berusia muda yaitu antara 10-15 HSS (Hari Setelah Semai), karena semakin muda umur bibit padi tersebut dapat mengurangi stagnasi (berhenti tumbuh sementara) serta potensi untuk memproduksi anakan akan lebih banyak.
  • Berikan unsur hara yang mempunyai kandungan Phosphor (P) sedini mungkin (2 hari sebelum tanam). Unsur hara phospat dapat diperoleh dengan menggunakan pupuk anorganik dengan kandungan Phospat atau sebenarnya pada tanah di hampir semua daerah memiliki kandungan phospat yang tinggi tapi unsur phospat yang terkandung di pupuk anorganik maupun tanah tersebut tidak dapat terserap langsung oleh tanaman karena terikat oleh tanah, untuk itu diperlukan bakteri pengurai phospat seperti bakteri Klebsiella oxytoca yang terkandung dalam POC GDM untuk mengurai phospat yang terikat oleh tanah untuk diolah dan diberikan sebagai nutrisi untuk tanaman. Bagi tanaman, unsur P membuat anakan padi memiliki akar yang sehat, lebat, kuat dan panjang.
  • Pemberian unsure Nitrogen pada fase vegetative sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur Nitrogen juga berperan dalam membantu pembentukan anakan padi, oleh karena itu saat proses awal terjadinya pembentukan anakan Unsur N ini harus tersedia dan tidak boleh terlambat. Unsur N dapat diperoleh dari bahan sintetis seperti Urea/ZA atau sebenarnya di udara sudah terkandungan unsure N yang tinggi yaitu berkisar 78% tapi unsure N yang ada di udara tidak dapat langsung terserap oleh tanaman tanpa bantuan bakteri. Klebsiella oxytoca merupakan bakteri dalam POC GDM yang bekerja menambat unsure N dari udara untuk diolah dan disediakan sebagai nutrisi bagi tanaman. Unsur N tersebut diperlukan tanaman sejak sedini mungkin dan maksimal 5 hari setelah tanam, pada tanaman padi harus sudah mendapatkan asupan unsure hara N karena apabila terlambat maka pertumbuhan anakan padi akan berkurang atau tidak terjadi pertumbuhan anakan.
  • Saat tanam bibit padi jangan terlalu dalam, kedalaman saat penanaman bibit cukup 1-2 cm. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan jumlah anakan produktif tanaman padi. Menanam bibit padi yang terlalu dalam akan membuat usaha pembentukan anakan padi pun akan semakin besar dan susah. Oleh karenanya untuk meringankan usaha pembentukan anakan padi maka tanamlah bibit tidak terlalu dalam dari permukaan tanah. Karena apabila padi tersebut sudah diaplikasi GDM bakteri Pseudomonas alcaligenes akan bekerja memaksimalkan pertumbuhan akar dan meningkatkan penyerapan unsure hara makro dan mikro untuk tanaman sehingga walaupun bibit ditanam tidak dalam tapi akar dapat masuk dalam ke tanah sehingga pertumbuhan padi akan lebih maksimal.
  • Pengairan yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan system Intermitten (Pengairan berselang memerlukan pengaturan kapan lahan digenangi dan dikeringkan). Jaga pemberian air pada tanaman padi secara periodik diairi lalu dibiarkan sampai kering (tanahnya pecah rambut) lalu diairi lagi demikian seterusnya.
  • Jarak tanam jangan terlalu rapat, apalagi jika tanahnya subur. Walaupun anakan terbentuk banyak akan tetapi jika jaraknya terlalu rapat biasanya anakan tersebut menjadi kurang produktif. Kalau bisa gunakan sistem tanam jajar legowo.

Jajar legowo : menghasilkan jumlah populasi tanaman paling banyak.

  • Pemberian POC GDM pada saat tanaman padi berumur 10 HST dan diulangi setiap 10 hari sekali. Bakteri yang terkandung dalam GDM dapat menghasilkan hormon tanaman/phytohormone (ZPT) terutama yang mengandung sitokinin dan giberelin. Untuk itu tanaman padi yang diaplikasi GDM terlihat jumlah anakan lebih banyak, akar lebih panjang dan lebat, serta pertumbuhan lebih maksimal.

Cara aplikasi GDM (Dosis : 2 gelas air per tangki)

Penyemprotan Padi  (disemprot 10 hari sekali)

  • Pemberian pupuk organik padat/granul sebagai penyubur dan penambah Bahan Organik (BO) pada tanah, semakin tinggi bahan organik tanah maka semakin cepat bakteri GDM akan berkembang biak karena BO merupakan nutrisi bagi bakteri. Hal ini berhubungan erat dengan kondisi kesuburan tanah dan proses penyerapan unsur hara yang akan diberikan pada tanaman. Oleh karena itu jumlahnya sangat relatif tergantung kondisi tanah masing-masing petani.

Jadi untuk memperbanyak anakan produktif pada tanaman padi sangatlah mudah asalkan kita tahu caranya dan mau menerapkannya. Tanah yang subur, gembur dan kaya akan bahan nutrisi dan ragam bakteri akan membuat anakan padi tumbuh lebih banyak dan maksimal.

Selalu aplikasikan POC GDM dengan keunggulan 7 bakterinya yang langsung bekerja untuk menggemburkan, menyuburkan, dan memberikan Hormon (ZPT) pada tanaman sehingga anakan padi lebih banyak, sehat dan ujung-ujungnya panen yang didapatkan akan meningkat. Semakin banyak anakan produktif semakin banyak pula bulir malai isi padi didapatkan sehingga hasil panen meningkat dan pendapatan meningkat.

Belum ada Komentar untuk Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Rahasia Memperbanyak Anakan Padi

Persiapan Tanam Cabai : Biaya Rendah Keuntungan Melimpah

T 20 May 2017 F A gdmok

Budidaya cabai memiliki peluang pasar yang besar dan luas, dengan rata-rata konsumsi cabe 5 kg/kapita/tahun (2013) dan 90% dikonsumsi dalam bentuk segar. Harga komoditas inipun tergolong sangat baik bahkan saat musim hujan seperti saat ini harga cabe sangat tinggi. Tantangannya... Selengkapnya

Tanah Sehat Tanaman Kuat

T 20 May 2017 F A gdmok

Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik (https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah). Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai “lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh-berkembangnya perakaran, penopang tegak tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara.... Selengkapnya

Pemasangan Mulsa Plastic yang Baik dan Benar

T 30 May 2017 F A gdmok

Perawatan tanaman cabe merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan untuk menghasilkan tanaman yang produktif dan kontinyu. Perawatan tanaman dilakukan mulai dari sebelum tanam sampai setelah tanam. Perawatan sebelum tanam meliputi perlakuan benih, pengolahan tanah dan pemasangan mulsa plastic. Sedangkan perawatan... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GDM