Beranda » Pertanian » Tanah Sehat Tanaman Kuat

Tanah Sehat Tanaman Kuat

T Diposting oleh pada 20 May 2017
F Kategori
b 1 komentar
@ Dilihat 48 kali

Tanah (bahasa Yunanipedonbahasa Latinsolum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik (https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah).

Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefinisikan sebagai “lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh-berkembangnya perakaran, penopang tegak tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara. Secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl, dan lain-lain) dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan (Dasar-dasar ilmu tanah, 2009:4)”.

Tanah yang dikehendaki tanaman adalah tanah yang subur, yaitu mampu untuk menyediakan unsur hara yang cocok, dalam jumlah yang cukup serta dalam keseimbangan yang tepat dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan suatu spesies tanaman.

CIRI TANAMAN SEHAT

  1. Tanah gembur (Tidak keras).
  2. Sedikit/tidak ada serangan penyakit pada tanaman.
  3. Tidak mudah kekeringan.
  4. Tanaman tidak mudah roboh.
  5. Hasil panen selalu meningkat.

CIRI TANAMAN SAKIT

  1. Tekstur tanah keras.
  2. Tanaman sering terserang penyakit.
  3. Tanah mudah kering.
  4. Tanaman gampang roboh.
  5. Hasil panen tidak stabil (cenderung gagal panen).

BAGAIMANA KONDISI LAHAN PERTANIAN YANG ADA SEKARANG???

Kebanyakan lahan pertanian di Indonesia mengalami kerusakan yang berat atau tidak sehat dan bisa dikategorikan sakit. Penyebab tanah menjadi tidak sehat bahkan cenderung sakit adalah :

  • Tanah tidak pernah istirahat (ditanami terus menerus).
  • Sedikit/tidak ada unsur organik dalam tanah.
  • Residu kimia & logam berat tinggi.
  • Sedikit/tidak ada makanan (unsur hara).
  • Tidak adanya bakteri menguntungkan.

Tanah adalah rumah bagi tanaman. Apabila rumahnya sehat maka penghuninya juga akan sehat. Jadi jika Tanahnya sehat maka tanaman juga akan sehat tapi sebaliknya jika tanahnya kotor dan sakit maka tanaman juga akan menjadi sakit. Secara bagan dapat diilustrasikan seperti dibawah ini :

Penyebab tanah menjadi sakit diawali oleh kerusakan tanah yang diakibatkan karena residu kimia dan logam berat dalam tanah yang tinggi. Residu kimia dan logam berat diakibatkan oleh pemakaian pupuk kimia yang berlebihan (over dosis) dan pestisida kimia (insektisida, fungisida, bakterisida, moluskisida, herbisida, dll). Hampir semua pupuk kimia membawa dampak negative bagi tanah, seperti pupuk N,P dan K yang meninggalkan residu kimia di tanah apalagi jika penggunaan melebihi dosis anjuran (over dosis). Selalu akan ada residu atau sisanya. Sisa-sisa pupuk kimia yang tertinggal di dalam tanah ini, bila telah terkena air akan mengikat tanah seperti lem/semen. Setelah kering, tanah akan lengket satu dengan lain dan keras (alias tidak gembur lagi). Selain keras, tanah juga menjadi masam. Kondisi ini membuat organisme-organisme pembentuk unsur hara (organisme penyubur tanah) menjadi mati atau berkurang populasinya. Beberapa binatang yang menggemburkan tanah seperti cacing tidak mampu hidup di kawasan tersebut dan kehilangan unsur alamiahnya. Termasuk juga bakteri-bakteri menguntungkan dalam tanah akan mati/hilang. Bila ini terjadi, maka tanah tidak bisa menyediakan makanan secara mandiri lagi. Selain pupuk kimia pestisida kimia juga membawa dampak kerusakan yang berat terutama yang langsung berkaitan dengan tanah. Pestisida jenis herbisida (racun rumput) membuat kerusakan paling besar karena aplikasinya langsung mengenai tanah. Sehingga mikroorganisme (bakteri menguntungkan) banyak yang mati karena aplikasi herbisida tersebut. Apabila bakteri yang menguntungkan dalam tanah mati/tidak ada maka yang terjadi adalah bakteri dan jamur pathogen akan berkembang biak dengan cepat yang akhirnya tanah menjadi tidak sehat (sakit). Dan apabila ditanami maka tanaman tersebut akan menjadi layu/kering/busuk karena serangan penyakit dan akhirnya mati.

Oleh sebab itu kesehatan tanah harus dikembalikan lagi, kesuburan tanah harus seperti sedia kala, karena kesehatan dan kesuburan tanah menjadi faktor terpenting dalam budidaya tanaman untuk mendapatkan hasil panen maksimal.

Bagaimana mengembalikan kesuburan dan kesehatan tanah tersebut? Adalah dengan menambahkan bakteri – bakteri menguntungkan yang hilang akibat pemakaian pupuk kimia berlebihan dan pestisida kimia terutama herbisida. Bakteri-bakteri tersebut harus bakteri pilihan dan tangguh agar dapat menguraikan residu kimia dan logam berat dalam tanah secara cepat. Sehingga akan membuka pori-pori tanah yang keras dan menjadikan tanah menjadi gembur, subur dan tidak mudah kekeringan karena daya tampung air dalam tanah akan menjadi lebih besar. Selain itu bakteri menguntungkan juga akan menghilangkan jamur dan bakteri pathogen yang menjadi penyebab penyakit pada tanaman. Dan tanah kembali akan menyediakan makanan secara mandiri. Apabila hal ini terjadi maka tanah sudah kembali sehat dan apapun tanaman yang hidup diatasnya hasil panen akan selalu meningkat.

Bagaimana cara mendapatkan bakteri yang dapat mempercepat menguraikan residu kimia dan logam berat dalam tanah? Hanya dengan satu produk yaitu POC GDM yang mempunyai komposisi lengkap dengan kandungan 7 bakteri pilihan dan tangguh untuk mempercepat menguraikan residu kimia dan logam berat dalam tanah. Selain itu bakteri GDM juga merupakan kelompok bakteri PGPR yang mempunyai peranan di samping : (1) menambat N2, juga; (2) menghasilkan hormon tumbuh (seperti IAA, giberelin, sitokinin, etilen, dan lain-lain); (3) menekan penyakit tanaman asal tanah dengan memproduksi siderofor, glukanase, kitinase, sianida; dan (4) melarutkan P dan hara lainnya (Cattelan et al., 1999; Glick et al., 1995; Kloepper, 1993; Kloepper et al., 1991).

PGPR potensi dihasilkan oleh golongan bakteri Bacillus dan Pseudomonas.

Adapun uraian lengkap keunggulan bakteri GDM, sebagai berikut :  

  • Mencegah penyakit yang disebabkan oleh jamur (layu fusarium) dan bakteri (layu bakteri).
  • Sebagai agen PGPR.
  • Pada proses perkecambahan akar dapat mencegah dari serangan rhizoctonia.
  • Menghasilkan elemen antibiotik untuk tanaman sehingga lebih tahan penyakit.
  • Pelarut Phospat dalam tanah sehingga mudah diserap oleh tanaman.
  • Fiksasi Nitrogen sehingga mudah didapatkan oleh tanaman.
  • Meningkatkan proses dekomposisi di dalam tanah.
  • Meningkatkan penyerapan unsur N, P dan K.
  • Sebagai agen bioremediasi.
  • Menguraikan logam berat atau beracun.
  • Meningkatkan hasil panen.

GDM SPESIALIS PEMBENAH TANAH

Cara Aplikasi :

Semprot  : 500 ml GDM per tangki atau

Kocor    : 1 liter GDM dilarutkan pada 50 liter air

Penyemprotan dilakukan 10 hari setelah aplikasi herbisida dan setelah proses pembajakan lahan (1 hari sebelum tanam).

Cucilah tangki sprayer sebelum melakukan penyemprotan agar bersih dari sisa-sisa bahan kimia yang melekat pada tangki.

Lakukan penyemprotan pada pagi hari (dibawah jam 09.00 WIB) atau sore hari (diatas jam 16.00 WIB) pada saat kondisi tanah lembab/basah/macak-macak dan tidak tergenang air) untuk memaksimalkan kinerja bakteri POC GDM.

Saat penyemprotan setelan nozzle agak dilonggarkan (bukan kabut).

POC GDM membuat tanah menjadi sehat, gembur dan subur.

GDM spesialis untuk pembenah tanah. “ TANAH SEHAT PANEN MENINGKAT “

 

 

 

1 Komentar untuk Tanah Sehat Tanaman Kuat

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Tanah Sehat Tanaman Kuat

Tanam Cabe Anti Layu dan Berbuah Super Lebat

T 23 June 2017 F A gdmok

Pemilihan waktu tanam cabe yang tepat sangatlah penting karena erat kaitannya dengan ketersediaan air, curah hujan dan serangan hama penyakit. Air diperlukan tanaman sejak masa pertumbuhan sampai pembentukan bunga dan buah. Kekurangan atau kelebihan air akan sangat berpengaruh pada tanaman.... Selengkapnya

Jurus Mencegah Bulir Padi Kosong

T 23 June 2017 F A gdmok

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.  Kebutuhan air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase tersebut  bervariasi yaitu pada fase pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting... Selengkapnya

Cara Sukses Persemaian Padi

T 20 May 2017 F A gdmok

Setelah mengetahui cara memilih benih unggul dan cara perendaman benih yang benar (dibahas pada artikel sebelumnya), selanjutnya adalah mengetahui cara persemaian padi. Untuk memperoleh bibit padi dapat dilakukan dengan cara persemaian basah. Apa itu Persemaian Basah? Persemaian basah adalah persemaian... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GDM