Beranda » Perikanan » Keunggulan Kombinasi 5 Bakteri dalam SOC GDM Ikan

Keunggulan Kombinasi 5 Bakteri dalam SOC GDM Ikan

T Diposting oleh pada 20 May 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 15 kali

Penggunaan probiotik/suplemen dalam dunia budidaya ikan (akuakultur) semakin hari semakin meningkat. Baik dalam jumlah maupun dalam jenis bakteri. Mulai dari jenis Bacillus, Pseudomonas, Lactobacillus hingga bagian-bagian tubuh tertentu dari bakteri. Setiap bakteri memiliki keunggulan masing-masing. Hal ini tentu perlu dicermati oleh para pembudidaya sebab kebutuhan tiap kolam/ tambak pasti berbeda. Ada petambak yang perlu menjaga kualitas air tambaknya saja, ada yang perlu untuk mengurai limbah amoniak dan H2S. Adapula yang perlu untuk meningkatkan jumlah pakan alami di tambak/kolam. Oleh karena itu, sebagai pembudidaya kita perlu secara cermat memilih produk suplemen/probiotik untuk ikan/udang yang kita pelihara.

Pada dasarnya syarat suplemen/probiotik yang baik adalah aman  untuk ikan/udang serta konsumen dalam hal ini manusia yang mengkonsumsi ikan/udang hasil budidaya dengan probiotik.  Mengandung bakteri yang menguntungkan dan tahan dalam semua kondisi lingkungan kolam/tambak serta telah diproduksi dalam skala industri. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah kemudahan dalam menggunakannya. Misal dicampur langsung dengan pakan/pellet ikan dan langsung ditebar di tambak/kolam. Cara penggunaan menjadi penting karena terkait dengan biaya operasional budidaya. Jika susah dalam penggunaan probiotik tentu biaya operasional menjadi tinggi, tetapi jika cara penggunaan mudah dan hasil yang diperoleh baik tentu bisa mendongkrak hasil produksi.

Suplemen Organik Cair GDM Ikan hadir sebagi salah satu suplemen untuk perikanan yang dilengkapi dengan makro dan mikro nutrien essensial serta 5 spesies bakteri yang sesuai dengan semua jenis air mulai dari air tawar, air payau hingga air laut. Suplemen Organik Cair GDM Ikan terdiri dari 3 macam Bacillus yaitu, Bacillus brevis, Bacillus mycoides serta Bacillus pumilus. Untuk kategori Pseudomonas, SOC GDM Ikan mengandung bakteri Pseudomonas alcaligenes sedangkan kategori Micrococcus yang digunakan adalah Micrococcus roseus.

Berikut penjabaran masing-masing keunggulan 5 kombinasi bakteri dalam SOC GDM Ikan. Pertama, keunggulan yang dimiliki oleh Bacillus pumilus adalah menghasilkan enzim mananase dan protease (Hilge et al., 1998). Enzim-enzim ini berguna untuk mengurai senyawa dengan rantai kompleks. Enzim mananase berguna untuk mengurai protein dalam pellet ikan sehingga meningkatkan daya cerna protein agar mudah diserap oleh ikan/udang. Dengan adanya enzim mananase ini nafsu makan ikan dan udang akan meningkat (Purwadaria dkk., 1994). Jika nafsu makan ikan/udang meningkat, akan diikuti dengan pertumbuhan yang optimum sehingga mempercepat waktu panen. Dan juga menghemat biaya operasional perawatan.

Kedua, keunggulan yang dimiliki oleh Bacillus mycoides adalah  menghasilkan enzim alkaline protease (Indria, 2012),  selulase (Fatichah, 2011) dan amilase (Liestianty, 2001). Enzim-enzim tersebut biasanya berfungsi saat proses fermentasi. SOC GDM Ikan juga bisa digunakan untuk fermentasi pellet. Dengan dukungan enzim yang dihasilkan oleh Bacillus mycoides diharapkan terjadi peningkatan kadar protein kasar, menurunkan kadar serat kasar serta meningkatkan kualitas kandungan nutrisi pada pellet ikan. Peningkatan kualitas nutrisi akan berimbas terhadap tingkat kelulushidupan ikan/udang (survival rate) sehingga meminimalisir tingkat kematian ikan/udang.

Ketiga, Bacillus brevis memiliki keunggulan dengan menghasilkan enzim alkaline protease dan selulase juga menghasilkan antibiotik surfaktin. Mekanisme kerja dari surfaktin adalah merusak permeabilitas membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaan serta membentuk misel dengan komponen membran sel jamur. Sehingga antibiotik surfaktin yang dihasilkan oleh Bacillus brevis mampu menghambat petumbuhan jamur pada ikan/udang (Huang et al., 1993). Jamur seperti Aspergillus, Aphanomyces dan Fusarium.

Surfaktin merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh B.brevis pada fase stasioner. Feignier et al. (1996) menyatakan genus Bacillus umumnya merupakan kooproduser senyawa antibiotik polipeptida . Pernyataan ini juga didukung Nijishima et al. (2005) bahwa spesies Bacillus menghasilkan sedikitnya 66 jenis antibiotic, dan strain tertentu dari Bacillus merupakan agen biokontrol. SOC GDM memiliki 3 strain Bacillus  penghasil antibiotik untuk mencegah munculnya parasit seperti  Argulus, Lerneae, Trichodina dan  Ichtyopthyrius multifilis.  Antibiotik yang dihasilkan Bacillus dalam SOC GDM Ikan juga mampu mencegah munculnya bakteri seperti Aeromonas hydrophylla, Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus dan Staphylococcus.

Keempat, bakteri Pseudomonas alcaligenes mampu menghasilkan enzim lipase (Sharma et al.,2001) dan dexametanose (Zhu et al., 2015). Kiran and Divakar (2001) menyatakan bahwa enzim lipase memiliki kegunaan yang sangat luas pada hampir semua bidang industri. Dalam bidang akuakultur, enzim lipase berguna sebagai katalis dalam proses hidrolisis lemak menjadi asam lemak, gliserol, monoasilgliserol dan diasilgliserol.

Aktivitas enzim lipase dapat bertambah dengan adanya ion Ca2+ dan asam empedu serta mampu bekerja secara optimal dalam kisaran pH 7-8,8. Untuk enzim dexametanose yang dihasilkan oleh Pseudomonas alcaligenes memiliki kemampuan untuk mendegradsi limbah polutan di air kolam/tambak. Limbah bahan organik dalam air kolam/tambak sangat tinggi sehingga perlu ditambahkan pengurai yang sesuai untuk mempercepat proses degradasi bahan organic tersebut. Jika bahan organik bisa segera diuraikan oleh bakteri akan berimbas terhadap kualitas air kolam/tambak. Stabilitas air kolam/tambak perlu menjadi perhatian oleh para pembudidaya khususnya udang karena sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan udang yang kita budidaya.

Terakhir, bakteri Micrococcus roseus dalam SOC GDM Ikan memiliki keunggulan sebagai penghasil pigmen alami yang disebut astaxanthin (Schwartzel and Cooney, 1974) dan canthaxantin (Cooney et al., 1996). Astaxanthin dan canthaxantin merupakan pigmen karotenoid berwarna merah (Amin dkk., 2012).  Dengan adanya pigmen ini, maka warna ikan hias seperti koi dan arwana akan semakin cerah. Untuk diketahui, Shivaji et al. (1988) menambahkan bahwa bakteri Micrococcus roseus bisa hidup dihabitat seperti sisik ikan, kulit organisme,  tanah dan air serta berukuran 1.0-1.5 mm, temperatur optimal untuk pertumbuhannya adalah 25-35°C, berwarna pink mencolok bila dibiakkan dalam media Agar Triptic Soy Agar (TSA)

Dengan adanya kombinasi 5 bakteri dalam SOC GDM ikan diharapkan mampu menjadi solusi bagi pembudidaya ikan baik air tawar, air payau maupun air laut. Formulasi tersebut memang dibuat untuk menjawab kebutuhan di lapangan yang semakin hari semakin kompleks dan perlu tindakan cepat.

SOC GDM Ikan Solusi Cerdas, Petambak Maju Indonesia

 

Daftar Pustaka

  • Amin, I.M., Rosidah dan W. Lili. 2012. Peningkatan Kecerahan Warna Udang Red Cherry (Neocaridina heteropoda) Jantan melalui Pemberian Astaxanthin dan Canthaxanthin dalam Pakan. Jurnal Perikanan dan Kelautan 3 (4) : 243-252
  • Cooney, J.J., Marks, H.W and A.M. Smith. 1966. Isolation and Identification of Canthaxanthin from Micrococcus roseus. Journal of Bacteriology 92 (2) :342-345.
  • Fatichah, Y. 2011. Potensi Bakteri Endofit Sebagai Penghasil Enzim Kitinase, Protease dan Selulase secara in Vitro. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Malang. Malang. Hal 34-35.
  • Feignier, C., F, Besson and G. Michael.1996. Characterization of Iturin Synthetase in the Wild Type Bacillus subtilis strain Producing Iturin and an Iturin Deficient Mutant. FEMS Microbiology Letters 136 : 117-122.
  • Purwadaria T, Iriani T, Haryati T dan J. Darma.1994. Produksi Mananase Beberapa Isolat Kapang Mananolitik pada Substrat Bungkil Kelapa. Dalam Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi II : Cibinong, 6-7 September 1994. Bogor : Balai Penelitian Ternak. Hal 474-480.
  • Hilge M, Gloor S. M., Rypniewski W., Sauser O., Heightman, T. D., Zimmermann W., Winterhalter K and Piontek K. 1998. High Resolution Native and Complex Structures of Thermostable Mannanase from Thermomonospora Fusca Substrate Specificity in Glycosil Hydrolase Family 5. Research Article, Netherlands.
  • Huang, C. H., T. Ano and M. Shoda.1993. Nucleotide Sequence and Characteristics of the Gene Ipa-14 Responsible for Biosynthesis of the Lipopeptide Antibiotics Iturin A and Surfactin from Bacillus subtilis RB14. Journal of Fermentation and Bioengineering 76 : 445-450.
  • Indria, B. 2012. Karakteristik Aktivitas Protease Bakteri Bacillus mycoides Isolat dari Ikan Teri (Stolephorus spp.) Asin. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Brawijaya. Malang.hal 33-38.
  • Kiran, K.R., Manohar, B and Divakar, S. 2001. A Central Composite Rotatable Design Analysis of Lipase Catalyzed Synthesis of Lauroyl Lactic Acid at Bench-Scale Level. Journal of Enzyme Microb Technol 29 : 8-122.
  • Liestianty, D. 2001. Penapisan dan Isolasi Bacillus penghasil Amilase dari Limbah Sagu (Metroxylon sagu Rottb). Jurnal. Ekologi Ternate 5 (1) : 317-327.
  • Nijishima, T. K. Toyota and M.Mochizuki.2005. Predominant Culturable Bacillus species in Japanese Arable Soils and Their Potential as Biocontrol Agents. Journal of Microbes and Environments. 20 (1) :61-68.
  • Sharma, R., Chisti, Y and U.C. Banerjee. 2001. Production, Purification, Characterization and Applications of Lipase. Journal of Biotechnology Advances 19 : 627-662.
  • Schwartzel, E. H and J.J. Cooney. 1974. Isolation and Characterization of Pigmentation Mutants of Micrococcus roseus. Journal of Micobiol 20 : 1007-1013.
  • Shivaji, S., Rao, N.S., Saisree., Sheth, V., Reddy, G, S,N and P.M. Bhargava. 1988. Isolation and Identification of Micrococcus roseus and Planococcus sp. from Schirmacher oasis,Antartica. Journal of Biosci 13 (4) :409-414.
  • Zhu, L., Yang, Z., Yang, Q., Tu., Z., Ma, L., Shi, Z and X. Li. 2015. Degradation of Dexamethasone by Acclimated Strain of Pseudomonas alcaligenes. Journal of Clinical Experimental Medic 8 (7) 10971-10978.

 

 

 

 

 

Belum ada Komentar untuk Keunggulan Kombinasi 5 Bakteri dalam SOC GDM Ikan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Keunggulan Kombinasi 5 Bakteri dalam SOC GDM Ikan

Mekanisme Bau Lumpur Pada Ikan Bandeng dan Penanggulannya

T 20 May 2017 F A gdmok

Pernah menikmati enaknya Ikan Bandeng ? Anda salah satu penikmat ikan bandeng ? Pernah merasakan Ikan Bandeng yang Anda santap mengandung bau lumpur ? Berikut adalah mekanisme bau lumpur pada Ikan Bandeng dan cara penanggulangannya. Mengapa ? Tentu saja santapan ikan... Selengkapnya

Kenapa harus Suplemen Organik GDM?

T 20 May 2017 F A gdmok

Untuk meningkatkan hasil budidaya ikan, banyak cara dilakukan oleh pembudidaya ikan. Salah satu usahanya adalah dengan penggunaan aplikasi probiotik ikan. Nah, Di pasaran, banyak sekali beredar probiotik yang katanya berguna untuk menjaga kualitas air, penyubur plankton dan vitamin untuk campuran... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GDM