Beranda » Pertanian » Cara Sukses Persemaian Padi

Cara Sukses Persemaian Padi

T Diposting oleh pada 20 May 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 63 kali

Setelah mengetahui cara memilih benih unggul dan cara perendaman benih yang benar (dibahas pada artikel sebelumnya), selanjutnya adalah mengetahui cara persemaian padi. Untuk memperoleh bibit padi dapat dilakukan dengan cara persemaian basah.

Apa itu Persemaian Basah?

Persemaian basah adalah persemaian yang dilakukan pada lahan sawah di luar areal yang akan dipanen. Persemaian disiapkan 25-30 hari sebelum musim hujan (MT I/ sistem culik), sedangkan persiapan persemaian untuk musim kemarau I (MT II) dilakukan sebelum panen tanaman MT I agar bibit telah siap dan tanam MT II dapat segera dilakukan. Persemaian sistem culik, yaitu persemaian yang dibuat di areal pertanaman padi musim sebelumnya menjelang musim panen.

Tempat persemaian sebaiknya dalam satu hamparan luas agar mudah pemeliharaannya. Selain itu, persemaian terkena sinar matahari langsung tetapi tidak dekat dengan sinar lampu yang dapat mengundang serangga pada malam hari. Dalam 1 hektar dibutuhkan lahan persemaian = ± 500 m²/ha.

Lalu bagaimana caranya??

Olah lahan persemaian dengan cara dibajak dan digaru 2-3 kali sampai tanah dalam kondisi melumpur sedalam kira-kira 20 cm. Setelah tanah diolah, buat bedengan setinggi ±10 cm dengan lebar bedengan 100-150 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan, kemudian diantara bedengan dibuat saluran drainase.

Agar pertumbuhan benih menjadi subur, persemaian diberi pupuk sesuai dengan kebutuhan. Terutama untuk tanah yang kurang subur usahakan untuk menggunakan pupuk organik granul/Bokashi sebanyak 300 Kg dan semprot dengan POC GDM untuk menghilangkan jamur dan bakteri pathogen tular tanah yang menimbulkan penyakit pada tanaman. Kemudian tebarkan benih yang sebelumnya sudah direndam POC GDM selama 1×24 jam tersebut pada lahan persemaian. Setelah itu, persemaian diairi terus-menerus setinggi kira-kira 5 cm. Lima hari setelah tabur benih, persemaian diairi setinggi kira-kira 1 cm selama 2 hari. Setelah bibit padi tumbuh dapat ditambahkan pupuk susulan kimia dan semprotkan POC GDM untuk memaksimalkan pertumbuhan setiap 7 hari sekali dengan dosis 2 gelas (500ml) GDM per tangki. Jenis dan dosis pupuk disini hanya sebagai acuan (referensi) dan bersifat fleksibel, artinya jenis, dosis pupuk dan hasil panen disetiap tempat bervariasi (tidak sama) karena dipengaruhi oleh kondisi tanah, pengairan dan iklim (cuaca) setempat.

Bibit di lahan persemaian baru bisa dipindahkan atau ditanam ke petak persawahan setelah berumur 10-18 hari. Sebelum bibit dicabut, lahan persemaian perlu digenangi air selama 1 hari antara 2-5 cm agar tanah menjadi lunak sehingga bibit tidak rusak saat dicabut atau dipindah tanam.

Apakah di lahan persemaian bebas dari serangan penyakit?

Mewaspadai serangan penyakit harus dimulai sejak awal. Di lahan persemaian menjadi awal terjadinya serangan penyakit dan petani kadang kala tidak mengetahuinya. Penyakit utama yang sering menyerang pada persemaian padi adalah penyakit blas dan kresek (Xanthomonas oryzae).

Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia  grisea. Awalnya penyakit ini berkembang di pertanaman padi gogo, tetapi akhir-akhir ini sudah menyebar di lahan sawah irigasi. Di sentra-sentra produksi padi Jawa Barat, Jawa Tengah  dan Jawa Timur penyakit blas banyak ditemukan berkembang di pertanaman padi sawah.

Gambar 1. Gejala penyakit blas daun (kiri), dan blas leher (kanan)

 

Gambar 2. Gejala penyakit hawar daun bakteri Xhantomonas oryzae 

Jamur P. grisea dan bakteri X. oryzae yang bersifat pathogen dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi,  P. grisea dapat menginfeksi pada bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun. Pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai disebut blas leher atau potong leher. Sedangkan X. oryzae penyebab penyakit (patogen) menginfeksi tanaman padi pada bagian daun melalui luka daun atau lobang alami berupa stomata dan merusak klorofil daun. Hal tersebut menyebabkan menurunnya kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis yang apabila terjadi pada tanaman muda mengakibatkan mati dan pada tanaman fase generative mengakibatkan pengisian gabah menjadi kurang sempurna. Perkembangan parah penyakit blas leher (P. grisea) dan kresek (X. oryzae) infeksinya dapat mencapai bagian gabah dan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih (seed borne).

http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/content/240-penyakit-blas-pada-tanaman-padi-dan-cara-pengendaliannya.

http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/content/45-pengendalian-penyakit-kresek-dan-hawar-daun-bakteri

Lalu bagaimana solusinya agar bibit di persemaian aman dari serangan penyakit?

Aplikasikan POC GDM dengan cara menyemprotkan pada persemaian setelah bibit padi berumur 7 HSS & 14 HSS dengan dosis 2 gelas (500 ml) per tangki untuk mencegah serangan penyakit pada bibit padi serta menunjang pertumbuhan bibit padi.

POC GDM mengandung 7 bakteri yang saling bersinergi mampu menghilangkan inokulum jamur & bakteri pathogen yang merupakan awal sumber penyakit pada tanaman. Bakteri-bakteri GDM mampu mengatasi penyakit blas dan kresek karena bakteri GDM dapat menghasilkan antibiotik, enzim, toksin dan siderofor selain itu juga berperan sebagai kompetitor terhadap unsur hara bagi patogen tanaman. Sehingga jamur dan bakteri pathogen penyebab penyakit pada bibit padi akan diminimalisir dan daya tahan bibit padi akan lebih besar. Kemampuan bakteri GDM sebagai agen PGPR (Rhizobakteria perangsang pertumbuhan tanaman) akan membuat akar tanaman lebih panjang dan lebat sehingga penyerapan nutrisi lebih maksimal dan bibit padi tidak mudah stress saat pindah tanam.

Secara lebih lengkap fungsi POC GDM pada persemaian padi adalah : 

  1. Memberikan tambahan unsur hara/nutrisi tanaman secara lengkap yang dibutuhkan tanaman.
  2. Meningkatkan keanekaragaman dan aktivitas mikro organisme di dalam tanah.
  3. Pertumbuhan bibit lebih seragam.
  4. Bibit lebih tahan saat dipindah tanam.
  5. Pertumbuhan bibit lebih cepat.
  6. Memiliki akar yang panjang dan lebat.
  7. Menjadikan batang lebih kokoh.
  8. Menjadikan bibit lebih tahan terhadap serangan penyakit.
  9. Menjadikan bibit lebih tahan terhadap perubahan iklim.

Penggunaan POC GDM akan menjadi salah satu pilihan bijak dalam usaha meningkatkan produksi pertanian sekaligus menjaga kelestarian hayati untuk menunjang budidaya pertanian berkelanjutan. Untuk itu pada saat fase persemaian padi selalu gunakan POC GDM membuat bibit padi sehat, kuat dan tumbuh cepat.

Belum ada Komentar untuk Cara Sukses Persemaian Padi

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Cara Sukses Persemaian Padi

pupuk organik mulsa

Pemasangan Mulsa Plastic yang Baik dan Benar

T 30 May 2017 F A gdmok

Perawatan tanaman cabe merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan untuk menghasilkan tanaman yang produktif dan kontinyu. Perawatan tanaman dilakukan mulai dari sebelum tanam sampai setelah tanam. Perawatan sebelum tanam meliputi perlakuan benih, pengolahan tanah dan pemasangan mulsa plastic. Sedangkan perawatan... Selengkapnya

penyakit pada padi

Jurus Mencegah Bulir Padi Kosong

T 23 June 2017 F A gdmok

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.  Kebutuhan air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase tersebut  bervariasi yaitu pada fase pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting... Selengkapnya

cara meningkatkan hasil panen cabai lombok

Persemaian Cabai: Cepat dan Anti Penyakit Tular Benih

T 20 May 2017 F A gdmok

Budidaya tanaman hortikultura umumnya selalu diawali dengan persemaian benih atau pembibitan, tidak terkecuali budidaya tanaman cabai. Persemaian yang baik merupakan awal keberhasilan budidaya tanaman. Adapun lokasi persemaian harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tempat harus bersih dan aman dari hama,... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GDM